NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Shella terkena musibah


__ADS_3

"Ibu sekarang menjadi lega nak Anisa, bisa menceritakan semua beban yang menghimpit dada Ibu" kata Ibu dengan menangis pilu.


"Yang penting sekarang Ibu sudah sadar dan mengakui semua kesalahan dan bertaubat, hidup dengan damai itu indah Bu," kata Anisa dengan lembut dan membelai punggung Ibu, aku semakim kagum dengan sosok Anisa.


Semenjak pertemuan itu kondisi Ibu semakin membaik dan Ibu dinyatakan sehat dan diperbolehkan untuk pulang.Hubunganku dengan Anisa juga semakin dekat, Ibu sangat mendukungku mendekati Anisa, meskipun Ibu tau Anisa punya kekuarangan namun Ibu bisa menerima Anisa Apa adanya.


"Mas Yakin mau hidup bersamaku, wanita yang punya kekurangan yang paling tidak disukai laki-laki?" tanyanya masih ragu.


"Aku yakin 1000% dek Anisa, aku juga sudah punya anak satu, itupun dulu aku mengabaikanya mungkin ini cara Tuhan menegurku, aku bener-benar mencintai kamu dan pingin hidup bersamamu, tapi kamu tau sendiri keadaanku sekarang seperti ini, aku akan berjuang dulu memantaskan diri untuk bersanding dengan kamu" ucapku


"Mas, aku akan menerima kamu apa adanya sebagaimana kamu menerima kekuranganku" ucap Anisa tulus


Pov Ridwan End


Sementara itu dikediaman Cahaya, pagi ini tengah disibukkan dengan kegiatan pagi seperti biasanya, tawa riang Narayan menambah hangatnya suasana pagi.


"Pagi!, anak Papa yang ganteng?" sapa Arman pada Narayan.


"Pagi Papa!" jawabnya balik


"Pagi sayang!, masak apa pagi ini?" tanya Arman pada istri tercintanya.


"Pagi Papa, Ini masak nasgor telur ceplok" ucap Cahaya.


"Papa, Papa!" kata Narayan.


"Ya sayang, kenapa?" tanya Arman.


"Kata Ayah, Nalayan mau puna Ibu balu loh" ucap Narayan. Seketika Arman pucat pasi takut kalau Cahaya salah paham dengan ucapan Anaknya.


"Ma...maksud kamu bagaimana?, Papa nggak mungkin menikah lagi sayang, apa lagi sekarang kamu mau punya adek" ucap Arman hati-hati, takut macan betinanya ngamuk.Dan benar saja Cahaya langsung melotot kearah Arman

__ADS_1


"Bukan Papa yang nikah ladi, kalau Papa nikah lagi Nalayan bakal benci Papa, yang mau Nikah lagi itu Ayah, soalnya Ayah kan hobbynya menikah" ucap Narayan polos.


Arman langsung tertawa mendengar celoteh Narayan.


"Pfffrrrttt, kamu ada-ada aja nak, lihat Mama kamu udah pasang kuda-kuda, sepatula yang dipegang Mama hampir melayang kearah Papa" ucap Arman.


"Coba saja, berani nikah lagi! Kubikin perkedel Papa" Ancam Cahaya.


"Tuh kan!, denger sendiri kalau ada singa megaum" bisik Arman ditelinga Narayan.


"Nggak usah bisik-bisik, Bicara apa Papamu?" tanya Cahaya penuh selidik


"Ini urusan laki-laki, ya sayang ya" ucap Arman


"Ini Lahacia Mama" ucap Narayan.


"Kalian pakai rahasia-rahasiaan segala sama Mama, udah nggak sayang lagi kalian sama Mama" ucap Cahaya pura-pura ngambek.Spontan Arman dan Narayan langsung memeluk Cahaya.


Kebahagiaan Arman dan keluarga benar-benar sempurna, tapi kejadian itu tidak berlangsung lama ketika suatu sore, Narayan dan Cahaya sedang dirumah Yulia, Shela datang menemui Arman. Ia datang-datang langsung menangis.


"Shella, aku mohon jangan ganggu hidupku lagi, aku juga butuh ketenangan aku sangat mencintai istriku, aku tidak mau menyakitinya dengan melihat kedatanganmu disini" ucap Arman.


"Arman, tak ada secuilpun niatku untuk menganggumu, Aku butuh teman untuk bersandar, saat ini aku benar-benar hancur hiks...hikss...hikss" ucap Shella.


"Hentikan Shella, cukup sudah drama yang kau buat untuk menghancurkan rumah tanggaku!"ucap Arman emosi, kemudian Shella secara tiba-tiba mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Testpect?, apa maksudnya ini Shella, jangan bilang ini punya kamu, dan kamu lagi hamil lalu mengarang kalau aku yang menghamilimu! Demi Tuhan aku tidak akan memaafkanmu jika itu benar, aku tidak pernah menyentuhmu" ucap Arman emosi.


"Arman dengerin dulu penjelasanku, ini memang benar punyaku dan benar aku sedang mengandung"ucap Shella berlinang air mata.


"Pergi dari rumahku! jangan buat drama konyol seperti ini" usir Arman.

__ADS_1


"Tolong dengerin dulu penjelasanku, aku memang hamil tapi ini bukan kemauanku, hiks..hikss....hiks" Shella terus saja menangis.


"Bagaimana bisa kamu hamil karena bukan keiginanmu, aku bukan bocah yang bisa kamu bohongi, anak itu ada karena dosa kamu dan pasangan Zina kamu!" umpat Arman.


"Arman aku...hikss...hik...hikss, aku dip****sa hik..hik..hik..." kata Shella sambil menangis dan tertunduk lesu.


"Hati-hati kalau bicara Shella, mana ada kamu di******a, nggak ada laki-laki yang mau deketin kamu karena kamu selalu saja judes sama mereka" hardik Arman.


"Aku nggak bohong Man, aku tidak berani cerita pada Mama dan Papa aku takut hiks..hikss..hikss" Shella terus saja menangis, Arman jadi iba bagaimanapun juga Shella adalah sahabatnya dari kecil, saat ini sedang terkena musibah, tidak mungkin ia tega membiarkan Shella terpuruk seperti saat ini, meskipun berkali-kali ia berusaha menghacurkan rumah tangganya dengan Aya, namun usahanya selalu sia-sia dan kini sahabatnya sedang dalam titik terendah dalam hidupnya.


"Siapa laki-laki biadap yang sudah melakukan ini padamu Shella?" tanya Arman yang tidak tega melihat kondisi Shella sekarang ini.


"Aku di******a empat orang rame-rame, begitu aku sadar aku sudah dalam keadaan mengenaskan hiks...hikss..hik.." Shella mulai menceritakan penderitaan yang ia alami.


"Bagaimana ceritanya kamu sampai tidak tau kamu dilecehkan empat orang itu, dan siapa mereka?, kamu kenal" tanya Arman.


"Mereka teman sekantorku Man" ucap Shella.


"Bagaimana mungkin teman sekantormu berbuat sekeji itu padamu?" tanya Arman.


"Mereka bilang awalnya hanya penasaran denganku, aku ini normal enggak karena tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun, yang kedua karena hik...hik...hikk , kata mereka balas dendam padaku karena aku terkenal jutek dan sadis pada mereka, ditambah lagi karirku melejit pesat jauh dibanding dengan mereka yang notabene karyawan lama, itulah alasan yang mendasari mereka melakukan tindakan keji itu" ucap Shella yang masih terisak.


"Shella aku sudah berulang kali menasehatimu agar jangan terlalu jutek sama orang lain, tapi tindakan mereka juga tidak bisa dibenarkan, kamu sudah lapor polisi?" tanya Arman.


"Bagaimana aku lapor polisi, hal ini pasti akan membuatku semakin hancur bila semua orang tau musibah yang aku alami, hik...hikk..hikk" ucap Shella sambil terus terisak.


"Tapi kalau mereka dibiarkan bebas kasian Shella-Shella yang lain korban mereka setelah kamu, kamu mau mereka berulah lagi?" tanya Arman dan Shella mengeleng dan masih menangis terisak.


Aya yang baru saja pulang dari rumah Yulia langsung menyuruh Narayan masuk kamar, hatinya sudah tidak karuan melihat mobil Shella ada didepan rumahnya, ia langsung menuju ruang kerja Arman dan betapa kagetnya ia saat melihat Shella tengah ada disana dan menangis ia juga melihat tespect, Dunia Aya seaakan runtuh saat itu juga, kakinya lemas bak Jelly.


Tbc...

__ADS_1


Maafin otor ya, tiga hari nggak upadates, lagi sibuk bikin opor sama rendang ,heheheh...jangan lupa like,comment ,favorite biar kalian tau kalau otor updates,


Love you all


__ADS_2