
"Sayang! Kenapa mataku berat banget" ucap Bodyguard Reynaldi yang sudah meminum obat tidur tanpa ia sadari.
"Yes!, Berhasil akhirnya aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini" batin Dita
Sesaat kemudian Bodyguard tersebut tertidur pulas sebelum melakukan apapun. Kesempatan ini langsung digunakan Dita dengan sebaik-baiknya, perlahan ia keluar kamar dan celingak-celinguk mengamati sekitar, rupanya Bodyguard yang berjaga diluar juga sedang teler akibat obat yang diberikan Dita. Di luar rumah bordir sudah ada taxy online yang menunggunya, sebelum keluar ia sudah memesan taxy online sehingga begitu keluar ia lansung bisa kabur. Tujuan utamanya adalah terminal ia harus segera sampai diterminal.
Beberapa saat kemudian taxy yang ditumpangi Dita sampai di terminal, Terminal masih sangat ramai, kemudian ia langsung naik Bus menuju kampung halamanya.Saat hendak naik Bus tiba-tiba sebuah tangan besar mencekal lenganya.
"Mau kemana kamu?, jangan harap kamu bisa kabur" Ancam Reynaldi yang tiba-tiba muncul entah dari mana asalnya.
"Re....Rey, kenapa kamu bisa ada disini" ucap Dita tergagap, dia sama sekali tidak menyangka akan ketemu Rey diterminal.
"Kenapa kaget?, Sudah aku bilang kamu tidak akan pernah bisa lari dariku kecuali aku yang melepasmu, semua sisi rumahku ada cctv jadi hal yang mudah bagiku untuk menangkap tikus kecil sepertimu.Aku tau semua yang kamu lakukan, termasuk kamu memberi obat tidur pada para Bodyguardku namun, sengaja kubiarkan dulu karena aku ingin liat seberapa jauh tikus kecilku berlari" ucap Reynaldi dengan senyum mengejek
"Lepaskan!, aku bisa teriak dan orang-orang akan memukulmu" ancam Dita.
"Mau teriak?, silahkan! Aku pastikan tidak akan ada yang menolongmu" ucap Rey mengintimidasi.
"Tolong....tolong...tolong" Dita berteriak minta tolong.
"Bulshit...kenapa teriak beneran?" ucap Rey.Dita terus meronta-ronta dan berteriak meminta tolong, tindakan Dita sontak membuat perhatian orang-oramg disekitar terminal.
__ADS_1
"Ada apa ini?" ucap salah seorang warga terminal.
"Tolong saya pak, saya mau dijual laki-laki ini" ucap Dita.
"Maaf pak jangan didenger! ini istri saya, biasa urusan rumah tangga. Dia memang suka kabur-kaburan begini" ucap Rey
"Oh, masalah rumah tangga to?, ya udah jangan bikin keributan disini" ucap orang itu
"Dengerkan sayang, apa yang dibilang Bapak-Bapak ini. Ayo kita pulang kita selesaikan masalah dirumah" ucap Rey pura-pura sabar menghadapi Dita.
"Dia bukan suami saya Pak, tolong saya dia seorang mucikari" ucap Dita.
"Maaf ya Pak, istri saya kalau lagi marah memang lucu pura-pura nggak ngakuim saya sebagai suami" ucap Rey.
"Ya udah, cepet bawa istri mas pergi jangan ganggu ketenangan kami disini" ucap Bapak-Bapak tadi.
Reynaldi kemudian membawa Dita masuk kemobilnya.
"Lepaskan Rey, aku mohon!" ucap Dita memelas
"Melepas tikus kecil macam kamu? Jangan mimpi! Asal kamu tau setelah ini kamu akan mendapat hukuman yang setimpal karena kau berani kabur dari tempatku" Ancam Reynaldi.
__ADS_1
"Ampun Rey! Tolong lepaskan aku" ucap Dita memelas
"Jangan pernah pasang wajah memelasmu karena aku tidak akan terpengaruh sama sekali" ucap Reynaldi.
Mobil terus melaju membelah jalanan kota, Dita hanya bisa pasrah entah hukuman apa yang akan ia terimanya nanti setelah sampai dirumah Reynaldi.
Bonus visual lagi yah...
Ini Cahaya kalau nggak cocok bisa bayangkan sendiri sesuai imajinasi kaliaca
kal
C
Arman
__ADS_1
Foto yang berdua itu Arman dan Cahaya ketika tidak pakai hijab