NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Adu jotos


__ADS_3

"Aya...boleh aku temani kamu dulu?" pinta Niko yang tidak tega membiarkan Cahaya sendirian dalam kondisi patah hati.


"Terima kasih Niko, atas kebaikan kamu tapi maaf aku nggak bisa ajak kamu masuk, suamiku lagi tidak ada dirumah" ucap Cahaya.


"Aya, Aya! Kamu masih aja mikirin suami kamu yang nggak peka itu" ucap Niko


"Bagaimanapun dia suamiku, aku tidak ingin ada fitnah jika membiarkan kamu masuk dalam rumahku meskipun di dalam ada bibi dan anakku" ucap Cahaya.


"Kamu memang wanita yang baik Aya, kenapa nggak aku dulu yang ketemu sama kamu" sesal Niko.


"Memangnya kenapa?, kalau kamu dulu yang kenal aku" tanya Cahaya.


"Kan aku bisa lamar kamu duluan" ucap Niko. Cahaya langsung tersenyum mendengar ucapan Niko yang dianggapnya gurauan. Padahal Niko mengungkapkan hal itu sungguh-sungguh.


"Nah...senyum gitu kan cantik, dari tadi manyun terus. Jangan buang sia-sia air mata kamu untuk laki-laki peak seperti Arman.


"Hushh...kamu jangan ngomong begitu, dia itu suamiku loh, udah sana pulang ini udah malam" usir Cahaya.


Niko segera berpamitan pulang, selepas kepergian Niko Cahaya mondar-mandir menunggu Arman pulang namun, usahanya sia-sia. Sampai malam Arman nyatanya tidak pulang. Cahaya melihat Gawainya dilihatnya sebuah pesan dari Arman yang mengatakan kalau dia malam ini tidak pulang karena menunggu shella.


"Sebegitu pentingnya Shella bagimu mas, hiks...hiks...hiks" Cahaya terus menangis setelah membaca pesan dari Arman. Ia tak membalas sama sekali pesan dari suaminya. Gawainya bergetar kembali dia pikir Arman yang menghubunginya untuk sekedar meminta maaf nyatanya tidak ada pesan lagi dari Arman.


"Aya...kamu baik-baik aja kan?" isi pesan niko.


"Ya...aku baik-baik aja ko, hatiku terbuat dari baja kalau masalah kaya gitu hatiku tidak akan hancur" balas Cahaya. Padahal kenyataanya dia adalah perempuan yang rapuh, saat ini saja ia masih menangis.


Pagi harinya Arman mengabari Cahaya kalau ia langsung ke kampus dan setelah itu baru pulang.


"Bahkan sekedar pulang saja ia tidak sempat" batin Cahaya semakin terluka.


Cahaya melakukan aktivitasnya seperti biasa ia melupakan semua masalah yang terjadi pada dirinya dengan menyibukkan bekerja.Hari ini toko sangat Ramai dan kebetulan karyawan Cahaya ijin dua orang yang satu karena sakit, dan yang satu kerena alasan keluarga. Beruntung ada Niko yang datang dan sigab membantu.


"Aya kamu istirahat dulu!, kamu bandel banget sih lihat lukamu juga nggak kamu obati"ucap Niko.


"Ini nggak apa-apa Niko, nanti juga sembuh sendiri" ucap Cahaya.


"Ini aku bawa obat, habis diobati langsung diplaster biar nggak infeksi" ucap Niko.


"Lebay banget sih kamu Ko" ucap Cahaya

__ADS_1


"Duduk! Ini perintah biar mbak yang itu mengobati kamu, kalau aku yang ngobati kamu nanti ada yang ngamuk" ucap Niko.Cahaya hanya tersenyum menangapi omongan Niko.


"Mbak tolong obati Jidat Boss kamu, ini kalau dibiarkan bisa infeksi" pinta Niko pada Rita.


"Mbak Aya kenapa bisa begini? Aduh sampai nggak lihat tadi gara-gara toko sedang ramai" ucap Rita


"Ditabrak sama suaminya" ceplos Niko


"Niko!" ucap Cahaya sambil memelototi Niko.


"Mbak kok ampe kaya gini sih?" ucap Rita sambil mengoleskan salep


"Au....pelan-pelan Rita" kata Cahaya.


"Sakitkan! Gitu aja bandel, pakai nggak mau diobati segala" ucap Niko


"Iya pak dokter, ini sudah diobati suster Rita" ucap Cahaya.


Keramaian toko membuat Cahaya melupakan sejenak masalahnya.Begitu pulang dari toko Arman sudah sampai dirumah


"Baru pulang mas?" sapa Cahaya. Ia berusaha terlihat baik-baik saja didepan Arman.


"Nggak nanya tuh" batin Cahaya


"Oh begitu?" ucap Cahaya.Dalam hatinya ingin memaki suaminya namun tak satupun kata yang keluar dari mulutnya.


"Aya...aku mau," belum sempat Arman meneruskan ucapanya langsung dipotong oleh Cahaya.


"Mau ijin lagi?, Oh silahkan mas" Sarkas Cahaya. Tapi inilah Arman bukanya faham disindir Cahaya ia malah merasa Cahaya mengijinkanya.


"Terima kasih, sayang kamu memang Istri yang pengertian" ucap Arman lalu langsung berangkat pergi lagi.


"Memangnya harus kamu yang nungguin?" tanya Cahaya


"Dia nggak ada siapa- siapa disini om Bram dan Tante Nindi masih diluar Negri, Sudah ya aku berangkat dulu" ucap Arman langsung ngeloyor pergi begitu saja. Tanpa menoleh lagi, Padahal Cahaya sedang menangis meratapi Nasibnya.


"Aku tidak boleh menangis lagi, Shella kan sahabatnya. Tapi kenapa hatiku sakit sekali Ya Allah" guman Cahaya seraya memegangi dadanya yang serasa sesak.


Malam harinya Arman mengirimi banyak pesan pada Cahaya namun tak satupun pesan yang ia buka.Ia tidak mau merasakan nyeri didadanya bila membaca pesan Arman yang hanya basa- basi menanyakan kabar. Padahal kenyataanya dia lebih peduli pada sahabatnya ketimbang Istrinya.

__ADS_1


Pagi Hari Cahaya langsung menyibukkan diri dan pergi ketoko untuk mengalihkan perhatianya. Ia sudah tidak peduli lagi Arman mau pulang atau tidak.


Karena penasaran sejak semalam pesanya tidak dibalas, sepulang kerja Arman langsung ketoko Cahaya.Disana ia melihat ada mobil Niko yang sudah nangkring disana membeli kue.


"Ngapain lagi kamu kesini?" tanya Arman dengan nada emosi.


"Santai Bro, aku kesini beli kue, ada yang salah?" ucap Niko.


"Jangan kau kira aku tidak tau niat busukmu, kau mau mendekati istriku saat aku sedang tidak ada begitukan maksud kamu?" tuduh Arman.


"Kamu nggak ada? Kok aku malah nggak tau? Jadi kamu nggak pulang selama dua malam, prok....prok...prok" ucap Niko sambil bertepuk tangan.


"Itu bukan urusanmu, aku mau pulang atau tidak" ucap Arman meninggi.


"Waw....luar biasa sekali anda, kemana saja anda selama dua malam jangan bilang kamu menunggui Shella" tebak Niko tepat sasaran.


"Itu bukan urusanmu!" ucap Arman


"Jadi benar selama dua malam kamu ninggalin Aya untuk menemani Shella?,Bugh...." sebuah bogem mentah mendarat dipipi Arman.


"Brengsek kamu" ucap Arman.


"Bugh..., jangan pernah campuri urusanku, istriku saja tidak keberatan kenapa kamu yang repot?" ucap Arman sembari membalas tinju kewajah Niko.


" Dengar kamu brengsek, kalau kamu nggak bisa bahagiain Cahaya, Aku yang akan membahagiakan dia" ucap Niko.


Mendengar ucapan Niko, darah Arman mendidih lalu melayangkan Tinju ke wajah Niko kembali.


"Hentikan!" terial Cahaya


"Diam kamu Aya, ini urusan laki-laki" ucap Arman.


Saat hendak melayangkan tinju kembali Cahaya menghalagi dia pasang badan untuk Niko.


"Hentikan! Kenapa semua harus diselesaikan dengan adu jotos" ucap Cahaya.


"Jadi kamu lebih membela laki-laki ini ketimbang suami kamu sendiri" tuduh Arman.


"Aku tidak membela siapa-siapa, tapi sebagai seorang pendidik apa tindakanmu ini bisa dibenarkan" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Bagus! Kamu lebih membela orang lain dari pada suamimu sendiri" ucap Arman lalu ia masuk kedalam toko.


__ADS_2