NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
perang dingin


__ADS_3

"Ayolah Aya! Kalau kamu tidak coba, selamaya kamu tidak akan bisa, kamu mau direndahkan sama Shella?" tanya Niko yang sukses membuat Cahaya menuruti keiginan Niko untuk berdansa.


"Niko aku takut!" ucap Cahaya ketika dilantai dansa.


"Rilex...pegang tangku, maaf aku pegang pingangmu agar kamu tidak jatuh"ucap Niko


"Terus aku harus bagaimana lagi?" tanya Aya.


"Ikuti saja aba-aba dariku" ucap Niko.


"Sekarang kamu injek kedua kakiku!"ucap Niko.


"Tapi ko?" ucap Cahaya ragu.


"Kamu mau berdiri terus disini dan jadi pusat perhatian?" tanya Niko Cahaya hanya mengeleng.


Sesuai dengan istruksi Niko, Cahaya menginjak kedua kaki Niko lalu keduanya memulai dansa.Awalnya Cahaya merasa takut dan gerakanya kaku tapi Niko dengan telaten mengajari Cahaya, hingga Cahaya kini sudah bisa berdiri sendiri tanpa menginjak kaki Niko, perlahan dan pasti Aya bisa mengikuti gerakan Niko.


"Arman liat Istrimu! Bilangnya nggak bisa dansa, tapi apa nyatanya dia menunggu Niko untuk mengajaknya berdasa" ucap Shella memanas-manasi Arman.


"Aya! Bisa-bisanya kamu berdansa dengan laki-laki lain diajak suami sendiri aja tidak mau" batin Arman


Arman terus saja berdansa dengan Shella namun matanya tidak lepas menatap Cahaya yang sesekali melempar canda dengan Niko, hatinya mulai memanas.Kemudian ia menghentikan dansanya dan mendekati Cahaya.


"Pesta sudah selesai kita pulang!" ucap Arman sambil menarik kasar tangan Cahaya.Ia sudah tidak dapat berpikir secara jernih kecemburuan sudah menguasai hatinya.


"Mas! Lepasin sakit, aku bisa jalan sendiri" ucap Aya yang merasakan sakit dipergelangan tanganya karena Arman mencengkramnya dengan kuat.


Shella yang menyaksikan pemandangan itu langsung tersenyum penuh kepuasan.


"Rasain loe perepuan kampung habis ini kalian bakal ribut besar dan aku harap kalian langsung cerai" batin Shella


"Arman! Jangan kasar terhadap perempuan, aku dan Aya tidak ngapa-ngapain kami hanya dansa saja tidak lebih dari itu, Ayolah Wan! jangan bersikab seperti itu, kasian Aya kamu tarik-tarik kaya gitu" ucap Niko yang tidak tega melihat Cahaya ditarik kasar oleh Arman.


"Diem loe, ini bukan urusanmu! Satu hal lagi jangan coba-coba deketi istri gue!" ucap Arman lalu meninggalkan pesta itu.

__ADS_1


Begitu masuk kedalam mobil Arman diam seribu bahasa, hatinya sangat sakit melihat Aya bersama Niko tadi.Ia berusaha tidak mengeluarkan kata-kata lagi ia sangat takut menyakiti Cahaya


"Hiks....hikss..hiks, Mas Ridwan kenapa kasar sekali aku nggak nyangka kalau kamu itu orangnya sekasar ini.Bertaun-taun aku hidup dengan mas Ridwan tak pernah dia sekalipun mengasariku scara fisik" ucap Cahaya.


"Jadi kamu mau kembali pada Ridwan?" tanya Arman yang masih Emosi.


"Kamu kenapa malah ngomong kaya gitu? Salah bukanya minta maaf tapi malah bentak-bentak aku, turunkan aku disini!" teriak Cahaya.


Mendadak Arman jadi ketakutan melihat amarah Cahaya.


"Aya, please jangan kaya gini. Iya-iya aku salah aku minta maaf. Tapi kamu jangan turun ya sayang ini sudah malam bahaya buat kamu" Arman mulai melunak.


"Apa pedulimu?, toh sama kamu juga kamu kasarin lebih baik aku naik taxy online" ucap Cahaya sambil menagis.


"Aku janji nggak akan kasarin kamu lagi, aku mohon kamu jangan turun ya" ucap Arman lagi.Cahaya hanya diam tidak menyauti sama sekali.Sesampainya dirumah Cahaya masih mendiamkan Arman. Membuat Arman kelimpungan sendiri.


"Sayang....udah dong ngambeknya aku nggak tahan kamu cuekin begini, Ok aku salah aku cemburu melihatmu akrab dengan Niko hatiku rasanya seperti terbakar rasanya" ucap Arman. Cahaya tetap tidak bergeming.


"Harusnya aku disini aku yang marah, kamu aku ajak dansa nggak mau, giliran diajak Niko kamu langsung mau, aku cemburu Aya" ucap Arman lagi.


"Kalau belum, silahkan keluarkan uneg-unegmu lalu aku jelaskan" ucap Cahaya dengan nada jutek.


"Udah dong marahnya" ucap Arman lagi.


"Mas denger ya, Aku tadi sebenarnya nggak ingin dansa namun Niko terus membujukku dan dia mengajariku, toh itu hanya dansa tidak lebih, kamu sendiri juga dansa dengan Mita dan Shella aku cuek-cuek aja lantas kenapa aku dansa dengan Niko kamu protes segitunya" ketus Cahaya.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau mau diajari, kalau tau kamu ingin diajari dengan senang hati aku akan mengajarimu" ucap Arman.


"Aku tidak pernah minta diajari ya Mas, itu inisiatif Niko sendiri sedangkan kamu sebagai suami nggak ada inisiatif untuk mengajari .Lantas kenapa ada yang mengajariku kamu kebakaran jenggot?" ketus Cahaya.


"Ya beda Aya, kamu ini perempuan nggak sepantasnya kamu dansa dengan laki-laki yang bukan suamimu" ujar Arman.


"Kalau kamu laki-laki bisa seenaknya berdansa dengan siapapun yang kamu mau, begitu maksud kamu mas?" tanya Cahaya.


" Yah...salah lagi" ucap Arman.

__ADS_1


"Malam ini aku mau tidur dikamar tamu" ucap Cahaya.


"Kenapa mesti pindah kamar segala sayang?" ucap Arman


"Biar kita bisa merenungi kesalahan kita masing-masing" ucap Cahaya.lalu ia menuju kamar tamu dan Arman mengekori dari belakang.


"Mau ngapain kamu ikut ke kamar tamu?" tanya Cahaya


"Ya, mau tidurlah" ucap Arman santai.


"Ok, kamu tidur disini biar aku yang pindah ke kamar kita" ucap Cahaya langsung melengang pergi ke kamarnya dan mengunci dari dalam.


"Tok..tok..tok..tok" Arman mengetuk pintu kamar Cahaya.


"Aya....buka pintunya sayang, aku minta maaf tolong bukain pintunya. Aku nggak bisa tidur tanpa kamu" ucap Arman.


"Bodo amat!" ucap Cahaya dari dalam kamar.


"Hallah gombal banget sebelum punya istri dia tidur sendiri bertaun-taun baik-baik aja dasar tukang kibul" batin Cahaya


Sampai tengah malam Arman masih mondar-mandir didepan kamar mereka berdua, ia berharap Aya mau membukakan pintu untuknya.Namun nyatanya didalam sana Aya tidur dengan pulasnya berbanding terbalik dengan Arman. Karena mengantuk akhirnya Arman tidur disofa ruang tamu.


Pagi harinya Cahaya bangun pagi seperti biasanya, Sementara Arman masih tertidur pulas disofa Cahaya kembali ke kamar untuk mengambil selimut dan menyelimuti Arman.


"Sebenernya kasian juga, tapi kalau ingat perlakuanya semalam jengkel juga" batin Cahaya


Cahaya melakukan aktifitas pagi seperti biasanya menyiapkan sarapan dan menyiapkan baju ganti untuk Arman mengajar. Yulia mengirimi pesan ke Cahaya kalau Narayan belum mau pulang masih ingin menginap dirumah Yulia selama satu minggu.


Arman bangun dari tidurnya mendapati dirinya sudah berselimut ia tersenyum.


"Berarti dia sudah nggak marah lagi, buktinya dia menyelimutiku" batin Arman senang


Ia bergegas kekamar mandi dan langsung beribadah kemudian mandi setelah mandi ia melihat, baju yang akan ia kenakan sudah disiapkan Cahaya. Lagi-lagi ia tersenyum


"Dimana dia?" kenapa dari tadi aku belum melihatnya?" guman Arman

__ADS_1


__ADS_2