
Kediaman Sisca
"Mas besuk ada acara ulang tahun perusahaan, kamu bisa ikut nggak?" tanya sisca pada suaminya.
"Mas,nggak bisa sayang. Mas banyak kerjaan,kamu ajak Dinda aja pasti dia seneng" ucap Heru
"Kalau Dinda sudah pasti aku ajak, tadi dia seneng banget waktu aku bilang mau ajak dia jalan-jalan" ucap Sisca.
"Makasih ya sayang, kamu udah sayang banget sama Dinda, kamu didik dia dengan penuh kesabaran, kalau wanita lain belum tentu mau mengasuh Dinda, yang latar belakangnya adalah anak hasil hubungan gelap suami kamu dimasa lalu, belum lagi perangai Dinda waktu baru datang benar-benar menguji kesabaran, tapi kamu dengan telaten dan sabarnya membimbing Dinda" ucap Heru sambil memeluk Sisca.
"Aku menerimamu dengan semua masa lalumu dan aku menyayangi Dinda seperti anak kandungku sendiri, mungkin ini cara Tuhan menitipkan kita momongan"ucap sisca tulus.
"Makasih sayang, kamu memang yang terbaik, aku jadi makin cinta sama kamu" ucap Heru sembari menciumi puncuk kepala sang istri.
"Gombal" ucap Sisca.
Hari ulang Tahun perusahaan telah tiba, seluruh karyawan dan sesuai janjinya pada Dinda Sisca mengajaknya turut serta bocah itu sangat girang, berlari kesana kemari sambil bernyanyi.Sisca terus memperhatikan Dinda dimanapun Dinda berada.Ada rasa ketakutan yang menjalar dalam sanubarinya jika sewaktu-waktu Dita mengambilnya.
"Ibu ketoilet sebentar ya nak, kamu jangan kemana-mana, jangan lari-lari nanti jatuh" ucap Sisca
"Iya bu," kata Dinda.
Sambil membawa eskrim Dinda hendak menyusul Ibunya ketoilet, dia takut ditempat ini karena hanya Sisca yang ia kenal.Karena terburu-buru Dinda terjatuh
"Bruk..." Dinda jatuh sambil membawa eskrim dan menabrak seseorang.
"Ih...Sialan anak siapa sih ini? Bajuku kan jadi kotor" umpat perempuan tadi.Dinda yang merasa bersalah langsung bangun dan hendak minta maaf.
"Tante....maafin" belum selesai bicara perempuan tadi sudah memakinya.
__ADS_1
"Kamu!, Dasar anak Jin ngapain kamu kesini? Mau nyuri?" tuduh perempuan tadi.
"Enggak tante, Inda kecini itut Ibu" kata Dinda.
"Jangan ngarang kamu!, Ibu kamu aja minggat entah kemana? Katanya sih kerja tapi sudah berbulan-bulan nggak pulang, hush...sana pergi, hush..." usir perempuan itu tadi.
"Ibu hua....aaa" Dinda menangis mencari keberadaanya Ibunya tidak ada, dia belum tau toiletnya dimana.Sisca langsung berlari kearah Dinda begitu mendengar tangis Dinda.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Sisca sambil memeluk Dinda.
"Ibu Inda tatut janan pelgi!" ucap Dinda disela-sela tangisnya.
"Kan Ibu sudah bilang, kalau Ibu ketoilet sebentar" ucap Sisca.
"Inda nggak mau ditindal" ucap Dinda lagi.
"Iya, Ibu nggak bakal ningalin kamu lagi" ucap Sisca menenangkan anaknya.
"Iya, kenalin Mir ini anakku Dinda namanya?" ucap Sisca memperkenalkan Dinda pada temanya.
"Ya...kalau si tuyul ini mah aku tau, Dia Dinda ngapain kamu bawa dia. Dia itu tukang rusuh hobbynya nyuri lagi, belum lagi keluarganya nyebelin banget" ucap Mira teman Sisca.
"Kamu kenal sama Dinda?" tanya Sisca
"Yaelah bukan kenal lagi, dia ini tetanggaku dulu dia dan neneknya beserta Ibunya hobby banget bikin keributan tapi untunglah sekarang keluarga itu sudah pada minggat jadi kupingku sedikit tenang.Lebih baik kamu bawa dia pulang aja dari pada bikin keributan disini bikin malu tau?" ucap Mira.
"Dia sekarang jadi anakku, aku jamin dia nggak bakal ada keributan, Dinda sekarang beda dengan Dinda yang dahalu" Ucap Sisca.
"Gimana ceritanya? Elu adopsi dia gitu? Adopsi, si adopsi tapi liat-liat juga kali" ucap perempuan tadi.
__ADS_1
"Iya rencananya aku mau adopsi dia, secara sah agar tidak ada yang mengambilnya dari kami" ucap Sisca.
"Anak kaya gitu dipiara, keluarganya aja pasti juga ogah miara dia" ucap temanya Sisca.
"Mir, kamu jangan berkata seperti itu, walau bagaimanapun dia sekarang anakku tolong jangan berkata yang tidak-tidak tentang dia" ucap Sisca.
"Iya, iya, aku mengerti" ucap Mira
"Untung Sisca yang jadi Ibu angkatnya. coba, kalau aku yang jadi Ibu angkatnya udah aku pites-pites, aku bejek-bejek muka anak menyebalkan ini" batin Mira
"Oh ya Mir, apa yang sebenarnya dilakukan Dinda kok kayaknya kamu sebel banget sama dia?" tanya Sisca ia ingin tau lebih dalam lagi soal karakter Dinda, agar ia tak salah mendidiknya.
"Si bocah ini ya, tiap hari ada aja dia bikin masalah sama tetangga, entah gebukin anjing tetangga sampai hampir K.O, malakin anak-anak yang lebih kecil dan yang buat aku sebel sama dia, tiap kerumahku selalu aja bikin onar, mana Ibu dan Neneknya selalu aja bela dia. Jadi dia semakin menjadi" ucap Mira.
"Memangnya apa saja yang dilakukan dirumahmu?" tanya Sisca penasaran.
"Nih ya, kalau di warung emak dia suka ngutil kadang ngacak-acak dagangan.kalau dirumah beda lagi ceritanya pernah suatu hari, entah dari mana dia masuk rumah dan tiba-tiba dia buka kran galon terus pergi padahal galon itu habis diganti. Bisa dibayangkan seperti apa suasana rumahku saat itu, bajir dadakan dari galon, bukan hanya itu saja, saat emak lagi masak sayur lodeh ditinggal ketoilet bentar ini anak entah dari mana masuknya, tiba-tiba sudah didapur dan naruh sandal di panci yang buat masak sayur lodeh jadi harusnya lodeh itu bisa buat makan kita terpaksa kita buang karena sudah dicampur sayur sandal" kenang Mira menceritakan kenakalan Dinda.Sisca senyum-senyum sendiri mendengar kisah dari Mira.
"Ngapain kamu senyum-senyum gitu? Kamu pikir itu lucu, gara-gara dia pasti kita apes, lum lagi pas ada yang beli di warung emak dia tiba-tiba datang dan nimpukin pembeli, gila kamu bisa bayangkan seberapa jengkelnya aku sama dia" sewot mira.
"Iya aku mengerti, aku janji Dinda nggak bakal kaya gitu lagi.Aku akan mendidiknya agar menjadi lebih baik lagi" ucap Sisca.
"Serah kamu, yang penting sebagai teman aku udah ngingetin.Jangan nyesel kalau tiba-tiba kamu punya penyakit baru yaitu hipertensi" ucap Mira.
¤¤¤¤
Sementara itu Ridwan kini tengah giat-giatnya menabung, kini ia sedikit lebih pintar uang yang dikasih ke Ibunya, hanya secukupnya lainya ia sendiri yang pegang dengan dalih pendapatan hanya kecil,udah dikasih ke Ibunya semua dan Ibunya percaya begitu aja.
"Ahh...tabunganku sudah lumayan, besuk aku mau ketemu Narayan aku harus beli baju baru agar dia tidak malu bertemu denganku dan aku akan membelikan mobil-mobilan seperti yang pernah aku belikan pada Dinda dulu, sepertinya dulu ia sangat menginginkan benda itu, Ayah akan membelikanya untukmu nak.Sekarang Ayah akan kerja keras untuk membelikanmu mainan seperti yang kamu mau" guman Ridwan.
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like,comment , favorite dan vote ya men temen biar otor semangat nulisnya love u all