NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU

NAFKAH TAK LAYAK DARI SUAMIKU
Pengalaman Mistis Ridwan


__ADS_3

Kembali pada Ridwan.


Disebuah pertunjukan sirkus, disinilah Ridwan mencari cuan untuk melangsungkan hidupnya.Awalnya ia sangat kaku namun lama kelamaan ia terbiasa juga dengan profesi baru yang ia geluti saat ini. Saat ini kebutuhan perut mengalahkan segalanya.Sempat terbesit dibenaknya untuk mengulang masa-masa kejayaanya dulu, jika saja dia tidak menuruti kemauan Ibunya dan menuruti hawa nafsunya mungkin dia adalah laki-laki yang paling bahagia saat ini, karir yang cermerlang, istri yabg cantik anak yang pintar tapi semua itu, sudah menjadi milik orang lain, bahkan untuk melihat sang putra saja ia harus sembunyi-sembunyi karena ia merasa tak pantas untuk putranya.


"Wan...acara sudah selesai mari kita pulang, sebulum larut malam" ucap Budi.


"Ok...rasanya gue juga sudah lelah sekali,"ucap Ridwan.


Kemudian Ridwan dan rombongan meneruskan perjalanan, mobil yang ditumpangi Ridwan terus melaju meninggalkan kota menuju kampung halaman mereka, kini mereka melewati hutan kecil untuk memasuki kampung halaman mereka.


"Wan, pesan gue buat elu ini adalah perjalanan kamu yang pertama ditengah malam. Jaga ucapanmu ketika kita memasuki hutan larangan" ucap Budi memperingatkan Ridwan.


"Hallah elu!, masih aja percaya gituan ini jaman modern.Sejak kecil gue lahir sampai gue punya belum pernah tuh ketemu hantu, jadi stop nethink.Kita hidup dijaman modern hal semacam itu sudah nggak ada, jadi elu tenang aja" ucap Ridwan.


"Serah lu!, yang penting gue udah ingetin!" ucap Budi.


Mobil terus melaju ditengah perjalanan Budi merasa kelaparan. Ia clingak-clinguk cari warung makan.


"Ngapain elu, clingak-clinguk kek gitu.Elu lihat hantu" ucap Ridwan setengah mengejek Budi.


"Jaga mulutmu!" ucap Budi.


"Cemen lu!" Arman kembali meledek Budi.


"Gile...ditengah tegalan kek ini ada cewek cakep juga" celetuk Ridwan.


"Hush...bisa diem nggak sih mulut lu?" bentak Budi.


"Oh....rupanya mbaknya kewarung, rupanya dia seperti kamu sedang kelaparan, " ucap Ridwan.

__ADS_1


"Bisa diem nggak! Gue sumpal mulut loe pake sendal" maki Budi.


Tiba-tiba mobil yang ditumpangi Ridwan dan rombongan mogok persis di depan bengkel dan warung makan.Semua warung disekitar sudah pada tutup semua, hanya dua warung ini yang masih beroperasi dengan pencahayaan seadanya.


"Sialan pake mogok lagi mobilnya"maki Ridwan.


Dengan terpaksa Ridwan dan rombongan turun, mereka memperbaiki mobil sendiri namun ternyata mobil tidak bisa jalan lalu akhirnya mobil di bawa ke bengkel didepanya.Sambil menunggu mobil selesai dibenerin Ridwan dan kawan-kawan mampir di warung makan, budi memesan makanan sedangkan yang lainya hanya pesan kopi.


"Mbaknya sendirian aja?" goda Ridwan pada gadis didepannya, namun gadis itu tak menyaut sama sekali.


"Sariawan ya mb? dari tadi diem aja" goda Ridwan.Gadis itu tetap tidak bergeming ia terus menikmati makanannya.


"Bu, makanan dan kopi buat kita kok lama banget perasaan kita pesan sudah dari sejak tadi" protes Budi. Namun hal yang sama juga dilakukan Ibu pemilik warung ia tetap diam dan melanjutkan aktifitasnya mencuci piring, gelas dan peralatan dapur lainya.Tak lama kemudian gadis itu selesai makan, lalu ia kebelakang ketempat Ibu-ibu tadi.


"Wan...rupanya gadis yang kau goda tadi, Anak Ibu tadi.Buktinya dia kebelakang mungkin dia mau bantu menyiapkan pesanan kita" kata Budi.


"Syukurlah...akhirnya, kita dilayani juga" ucap Ridwan.


"Bu, makanan dan kopinya dari tadi kok nggak selesai-selesai.Temen saya sampai kelaparan loh" ucap Ridwan.


Perlahan-lahan Ibu tadi menoleh kearah Ridwan dan Budi.Budi dan Ridwan sama -sama terkejud melihat wajah Ibu-ibu tadi matanya hanya satu,hidungnya hanya tulang saja dan mulutnya lebar sampai batas telinga.Ridwan dan Budi sama-sama ketakutan mereka berusaha lari namun kakinya seolah lengket dengan tanah yang mereka pijak.Mereka benar-benar tidak bisa lari dari tempat itu.Semua doa yang ia kuasai ia keluarkan semua.


"Allahuma bariklana..." ucap Budi belum selesai merapalkan doa sudah dipotong oleh Ridwan


"Itu doa makan Bambank!" maki Ridwan ia juga tidak bisa berpikir jernih dalam pikiranya bagaimana caranya ia bisa lari dari tempat ini.


"Allahuakbar, Allahuakbar" bibir Ridwan terus komat kamit


"Elu ngalapain adzan disini" teriak Budi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat keduanya bisa lari dari tempat ini lalu mereka lari diikuti rombongan kedepan bengkel dimana mobil mereka diperbaiki.


"Pak...hah...hah...hah, sudah selesai belum hah...hah..hah" tanya Ridwan yang masih ngos-ngosan.


"Kenapa pada lari begitu?" tanya bapak itu tanpa menoleh kearah mereka.


"Di...disana ad...ada makluk menyeramkan" ucap Budi mendadak tergagap.


"Menyeramkan bagaimana?" tanya Bapak-bapak tadi masih membelakangi mereka sambil membetulkan mobil mereka.


"Ya pokoknya serem pak" ucap Ridwan.


Lalu Bapak-bapak tadi berbalik dan berkata" Apakah seperti ini" ucap Bapak -bapak tadi sambil memperlihatkan wajahnya.


Wajah bapak-bapak tadi datar sama sekali tidak ada mata, hidung dan mulutnya.Ridwan dan Budi serta rombongan langsung ambil langkah seribu meninggalkan tempat itu termasuk mobilnya.Namun mereka hanya berputar-putar tempat itu saja hingga menjelang pagi mereka menyerah dan duduk kemudian tertidur.Begitu mereka sadar mereka tengah tertidur disebuah pemakaman.


"Dimana ini" Ridwan begitu bangun badanya terasa sakit semua.Dilihatmya sekitarnya ternyata mereka tertidur disebuah pemakaman.


"Bud...Bud....bangun!" ucap Ridwan membangunkan temanya.


"Dimana ini?" tanya Budi.


"Kita ketiduran disebuah pemakaman, bangunkan yang lainya. Kita harus segera pergi dari tempat ini" ucap Ridwan. Lalu mereka meninggalkan tempat itu dan mereka langsung menuju mobil mereka yang terparkir didepan Makan. Dan ajaibnya mobil mereka bisa jalan normal.


Dalam perjalanan pulang mereka semua diam karena larut dalam pikran masing-masing.Ia adalah pengalaman mistis pertama bagi Ridwan.Setelah mandi dan sarapan Ridwan menemui Budi untuk meminta maaf karena ia tak mendengarkan peringatanya.


"Bud, maafin gue! Gue bener-bener nyesel nggak pernah mau dengerin elu


Sekarang gue percaya bahwa dunia lain itu memang ada" ucap Ridwan menyesal karena tidak mau mendengar peringatan Budi.

__ADS_1


"Gue udah lama malam melintang di daerah-daerah kaya gitu Wan, jadi kejadian semalam itu hal yang biasa.Pesen gue sama elu satu, dimanapun bumi dipijak disitu langit dijunjung" ucap Budi.


"Iya gue mengerti sekarang, ini akan menjadi pelajaran yang berharga buat gue kedepanya." ucap Ridwan.


__ADS_2