
Hai minna balik lagi nih 🙋 gimana kesan kalian sama kisah romansa mereka? Karena aku mulai serius nih dikarenakan cerita ini penentu sesungguhnya.
Maaf bila aku akan memainkan emosi kalian sepanjang cerita ini ber langsung nanti nya jadi maaf ya😭 jangan marah ya🥺🙏.
Oke kita langsung ke cerita nya selamat membaca semua.
Di kelas
"Assalamualaikum anak-anak kita kedatangan murid baru", kata wali kelas.
" Silakan masuk"
Seseorang masuk ke kelas dengan setelan baju sekolah dengan jaket hoddienya serta tas punggung nya.
"Wah dia ganteng"
"Iya ganteng banget"
"Ayo deketin nanti"
Begitulah respon anak gadis-gadis di kelas termasuk Maura.
(Yah kalian pasti kenal Maura siapa kan? Jangan bilang kalian lupa?! Itu loh nona muda besar keluarga Djafar kalau lupa silakan baca ulang pernikahan dini)
"Cowok itu kayak yang tadi atau perasaanku aja", pikir Maura sambil menatap cook itu.
Cowok itu merasa ada yang memperhatikan nya langsung melirik Maura.
Maura terkejut cowok itu sadar ia memperhatikan nya langsung buru-buru Maura mengambil buku untuk menutupinya.
" Dia tidak pernah berubah sejak itu eh? Dia masih memakai kalung pemberianku ternyata", pikir cowok itu.
"Nak silakan perkenalkan diri mu", kata wali kelas.
" Baik ehem. Hai namaku Ryan pindahan dari Australia ", kata cowok itu yang tak lain adalah Ryan.
(Masih ingat kan? Awas kalau gak ingat kalian!! Aku akan suruh baca ulang pernikahan dini).
__ADS_1
Oke back to topik
" Mama nya kok sama dengan dia? Ah pasti hanya kebetulan doang", gumam Maura.
"Nah silakan duduk di bangku kosong Ryan", kata wali kelas sambil memulai pelajaran pertama.
Mata Ryan dan Maura lagi-lagi bertemu dan Maura merasa deja vu.
" Kok pernah lihat cowok itu apalagi tatapan dingin nya itu tapi kok aku merasa tenang di dekat nya? Padahal dia kelihatannya dingin banget orang nya", pikir Maura.
"Ah!! Apa yang ku pikir kan?! Toh bukan urusanku", gerutu Maura sampai teman sebangkunya terheran-heran.
" Kau kenapa Maura? Sakit? ", tanya teman Maura sekaligus sahabatnya.
" Gak kok Windi", jawab Maura seadanya.
"Aku lihat kau terus memperhatikan murid baru itu kau suka kan? Hayo ngaku", goda Windi.
" Ish gak kok udah nanti ketahuan guru", elak Maura yang sudah merona.
" Aw, sakit dodol", histeris Windi sampai wali kelas mereka yang sedang mengajar langsung memarahi mereka dan di hukum normal bendera di lapangan sampai jam selesai.
"Kamu sih jadi gini", kesal Maura sambil menarik Windi keluar kelas dan seluruh kelas tertawa melihat nya.
" Diam kita lanjut", bentak Bu Inggi.
Ryan hanya memperhatikan Maura dekat jendela tempat duduk nya.
"Hm, benar-benar gadis yang nakal", gumam Ryan sambil tersenyum tipis melihat Maura di hukum di lapangan.
Selesai pelajaran tepat istirahat
" Hahaha.. Kasian amat siapa suruh ribut", tawa seseorang melenggar di lapangan.
"HENDRY!! AWAS KARMA LOH!! NANTI KAU JATUH GIMANA?! ", seru Windi sambil melempar botol air yang ia bawa dari kelas nya.
" Aw, AWAS ya kau Windi!! Sini!! ", kata Hendry sambil mengejar Windi.
__ADS_1
Alhasil mereka saling kejar-kejaran di lapangan.
" Ini buat mu", kata Ryan memberikan botol air mineral.
Maura menatap botol itu lalu menatap Ryan ke atas.
"Aku punya sendiri ini buat mu", kata Ryan sambil menatap ke bawah dan menyodorkan botol air mineral yang ia beli itu.
Maura sungguh malu-malu sambil menerima botol air itu.
" T-terima k-kasih Ryan oh ya namaku Maura salam kenal", kata Maura malu-malu.
Maura malu-malu bukan karena menerima botol air tapi ia malu-malu karena tinggi nya beda jauh dari Ryan bisa di katakan Ryan lebih tinggi dari Maura yang membuat Maura merasa malu-malu.
"Kau tidak mau membawaku keliling sekolah? Aku baru di sini", kata Ryan sambil melihat we keliling sekolah.
" Baik lah Ayo ku bawa keliling ", kata Maura sambil menggandeng tangan Ryan.
" Sensasi ini sudah lama Maura apa kau tidak mengingat nya? ", pikir Ryan tapi ia memiliki firasat buruk untuk ke depan nya.
" Aku akan menempati janji ku pada mu", pikir Ryan.
Di sisi lain koridor
"Berani sekali Maura awas saja dasar gadis kampungan akan ku buat kau tak punya muka lagi di kota ini lagi", kata seseorang di balik tembok.
" Girls lakukan apapun untuk menyingkirkan Maura dari Ryan", kata nya.
"Baik nona"
Gimana menurut kalian? Semakin seru gak? Aku mengharapkan komentar kalian tentang perkembangan cerita ini dan support nya ya makasih💪😁.
Wow siapa ya dia kira-kira? Mau apa dia? 😳😱😯
Di sinilah jawabannya tapi untuk bagi yang gak paham silakan baca cerita sebelum nya, pernikahan dini sebelum membaca cerita ini walau belum tamat😁.
See you 👀
__ADS_1