
Hanya kisah sampingan yang tidak ku masukkan dalam inti cerita.
Selamat membaca
"Ryan", panggil Maura sambil memeluk tubuh Ryan dari belakang.
"Apasih? Lagi kerja juga", kesal Ryan merasa terganggu dengan kehadiran Maura.
"Kamu ah gitu kalau sibuk kerja istri nya di lupain", ngambek Maura sambil melipat kedua tangan nya di dada.
Ryan menutup laptop nya sambil menghela napas lelah dengan kelakuan istrinya yang tiba-tiba manja. "Efek lagi hamil muda ya" pikir Ryan begitu.
Ya Maura sedang hamil dan umur pernikahan mereka masih 1,4 tahun.
"Anak-anak di mana? Kamu tinggalin mereka gitu aja?", tanya Ryan capek plus pusing dengan tingkah Maura seperti anak kecil.
"Ya mereka juga lagi pulas tidur kok", jawab Maura sambil menatap manja Ryan.
"Terus mau kamu apa datang ke ruang kerja ku?", tanya Ryan dengan tatapan mengitimidasi.
Maura menelan ludah melihat tatapan Ryan yang tidak biasa nya.
"Itu- anu, aku hanya ingin kita balik ke Jakarta untuk sementara aja kok aku rindu aja sama Indonesia", jelas Maura dengan nada bicara ketakutan.
Maura sudah keringat dingin takut ia tidak bisa pergi, jika iya maka ia hanya bisa pasrah saja.
"Jika tidak tidak apa-" belum sempat selesai bicara Ryan memotong nya "Baiklah aku juga ada kerjaan di sana bersama Vincet jadi kau ada teman pergi jalan-jalan"
"Sungguh? Terima kasih sayang", kata Maura sangat gembira sambil memeluk erat Ryan tanpa ia sadari wajah Ryan memerah.
"Sayang kenapa wajahmu merah? Kamu demam?", tanya Maura khawatir jika Ryan sampai sakit maka tujuan nya batal.
"E-enggak kok", jawab Ryan sedikit menjauh.
"Kamu salting ya ku panggil sayang? Waktu itu aja kamu panggil aku sayang masa aku enggak? Hihihi salting foto ah hal langka nih liat seorang kulkas kek kamu salting", kata Maura sambil mengambil foto Ryan wajah nya masih merah.
"JANGAN", seru Ryan namun Maura sudah terlanjur mengirim nya ke Reyna serta saudara lainnya.
"Rasanya tidak ingin keluar rumah", kata Ryan dengan suara kecil.
"Hahaha belum lama ku kirim sudah seheboh ini hahahaha", kata Maura tidak bisa menahan tawa nya.
Reyna P Mahesa
Hahaha kocak habis wajah Ryan kek gitu
^^^Kiki Ahlan^^^
__ADS_1
^^^Kak Ryan tuh? Ngakak habis mukanya kek kepiting rebus^^^
Ibu
Aduh si sulung malu-malu kucing hahahaa
^^^Faisal Ahlin^^^
^^^Ahhaahhaha muka kakak tertua lucu banget sih ^^^
Ayah
Sudah itu kasian Ryan memang kalian jomblo? Kurang kerjaan amat
Setelah itu tidak ada balasan lagi dan Maura yang bosan menyimpan hp nya dan mendapati Ryan yang tertidur di pangkuannya.
"Gak tega membangunkan nya tidur di sini aja deh", kata Maura sambil membelai lembut kepala Ryan.
"Makasih udah mau nerima aku apa adanya sayang", kata Maura sambil mencium kening Ryan dan memilih tidur bersandar di sofa.
Keesokan harinya Maura terbangun mendapati diri nya sudah di kamarnya dengan terbalut selimut.
"Ryan di mana? Jam berapa sekarang?", Maura bertanya-bertanya bingung tidak menemukan Ryan.
Setelah mandi Maura menuju dapur mendapati anak laki-laki nya, Fadli asyik nonton tayo.
"Ya ibu?", nyahut Fadli yang masih asyik nonton.
"Ayah dan kakak-kakakmu ke mana?", tanya Maura berjalan mendekati Fadli.
"Kak Lifki dan Kak Fila bermain di kamar lalu ayah keluar menemui kakek di taman sebelah", jawab Fadli.
"Ok ibu tinggal ya", kata Maura sambil beranjak pergi meninggalkan Fadli yang masih asyik nonton tv.
Maura pergi ke taman sebelah tidak jauh dari rumah. Jarak rumah Maura sekarang hanya di depan komplek perumahan keluarga Mahesa, iya perumahan milik keluarga suami nya.
Di taman
Maura melihat Ryan tampak serius membicarakan sesuatu dengan ayah mertua nya itu, tak lain ialah Arfan.
Maura tidak enak kalau ke sana nanti malah mengganggu mereka tapi ia juga penasaran apa yang mereka bicarakan.
Ia memutuskan lebih mendekat dan memilih bersembunyi di balik semak-semak.
"Ayolah ayah sekali aja kok kita ke Jakarta", bujuk Ryan namun Arfan tetap tidak mau.
"Kau ke sana aja ayah gak ikut resiko kau tanggung sendiri", kata Arfan tegas tanpa bantahan.
__ADS_1
"Ayolah ayah ibu juga mau banget ke Jakarta mau sampai kapan ayah gak balik ke sana? Sekali-sekali kita semua pergi liburan dong jangan di luar negeri aja yah", mohon Ryan namun Arfan tetap tidak mau.
"Atau ayah tidak bisa melupakan tragedi di Palembang? Atau ayah mau aku sebar kalau ayah selama ini belum terima kematian- hmph", belum sempat Ryan selesai ngomong mulut nya sudah di bungkam oleh Arfan.
"Iya-iya kita pergi tapi hanya satu bulan saja lalu kita pulang ke Tokyo oke?", kata Arfan muak atas kelakuan putra sulung nya yang sama keras kepala seperti ibu nya.
"Hore"
Kalian pasti berpikir itu Ryan kan? Tapi bukan itu Maura yang tiba-tiba melompat kehilangan.
Arfan menatap sangar Maura sedangkan Ryan geleng-geleng kepala melihat istrinya itu.
Maura merasa malu "m-MAAF SAYA PERMISI", teriak Maura malu.
"Ryan", panggil Arfan dingin.
"Ya?"
"Urus istrimu itu sebelum ayah turun tangan", kata Arfan dengan tatapan yang tidak biasa.
"B-baik yah", kata Ryan ketakutan melihat tatapan ayahnya itu. Menurutnya sangat menyeramkan.
Malamnya keadaan Maura sudah normal namun ia masih merasa malu karena bertingkah seperti tadi siang di taman.
"Masih memikirkan kejadian tadi siang?", tanya Ryan sambil membawa teh hangat.
"Iya aku benar-benar merasa malu aku sudah tidak punya muka ketemu ayah", kata Maura sambil menutup wajahnya dengan tangannya.
"Gak usah di pikiran ayah udah gak marah lagi kok udah ya sayang", kata Ryan sambil mengusap punggung Maura.
"Tapi tetap aja aku kan istri dari putra pertama tuan muda Arfan dan nona muda Anisa", kata Maura sedih.
"Udah ya gak usah cemas besok ku temani ya ketemu ayah ada ibu juga kok", bujuk Ryan.
"Lagi hamil loh gak baik banyak pikiran udah tidur ya kalau kamu masih gak mau dengerin aku jangan harap kita ke Jakarta", ancam Ryan menatap Maura dingin.
"Iya-Iya ini aku tidur kok kamu juga cepat tidur gak baik begadang walau kerja", kata Maura sambil menarik selimut membungkus dirinya dengan selimut.
"Iya kok", kata Ryan yang masih sibuk dengan dokumen-dokumennya di temani teh hangat.
Episode spesial nih jangan sampai melewatkan nya ya.
Jangan lupa vote dan dukungan nya ya
Bagi yang mau kelanjutan nya mereka bakal ke Jakarta ada di sequel nya nanti dengan judul CINTA ABADI atau silakan cek di bio ku udah ada walau baru 6 chapter mungkin itu aja.
Bye bye
__ADS_1