
Di saat yang bersamaan tempat Ryan.
"Proyek ini harus berhasil rencana ku tergantung keberhasilan proyek ini jika gagal maka keluarga kita akan hancur tak tersisa", kata Ryan sambil memimpin meeting tertutup.
"Ada yang keberatan atau keluhan?", tanya Ryan sambil menatap sangat tajam para anggota meeting tertutup ini.
Mereka saling menatap satu sama lain sambil bergumam kecil.
"Tidak ada ya? Kalau begitu aku tutup rapat tertutup hari ini bubar", kata Ryan sambil menutup meeting.
Semua orang berjabat tangan satu sama lain.
"Proyek ini pasti berhasil tuan muda kami sangat menantikan nya", kata salah satu dewan atau bisa di sebut petinggi perusahaan.
"Iya kami juga menantikan keberhasilan proyek kali ini"
"Terima kasih pak saya tidak akan mengecewakan kalian atas proyek kali ini", kata Ryan ramah.
Selesai saling berjabat tangan para dewan bubar meninggalkan ruangan dan yang tersisa hanyalah Ryan, Vero, dan Reyhan di dalam ruangan.
Sunyi, keheningan menyelimuti mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
15 menit kemudian
"Reyhan jika ada kebocoran soal keberadaanmu itu bukan aku melainkan ayah aku memang bisa menipu ibu dan yang lain tapi beda cerita jika itu bersangkutan dengan ayah jadi kau harus tetap waspada dan bersiaga terhadap ayah dia bisa melakukan apa saja untuk mengorek informasi orang yang menurut nya mencurigakan dan ia tak akan berhenti sampai menemukan petunjuk dalam bentuk apa pun", jelas Ryan sambil menatap serius nan tajam Reyhan.
"Akan ku ingat memang ayah tidak bisa di lawan walau sekuat apa pun kita ayah tak bisa kita kalah kan kita bertambah kuat maka ayah juga semakin kuat pula", kata Reyhan dengan mimik wajah sangat serius.
"Masa depan keluarga kita ada pada keberhasilan proyek ini aku juga sudah muak dengan keluarga seperti ini jika di biarkan maka tak ada masa depan di keluarga ini karena itu kita tak boleh mundur dan terus melangkah ke depan tanpa rasa takut", kata Vero dengan semangat yang membara.
"Semangat nya ya ampun", kata Reyhan sambil geleng-geleng kepala tak habis pikir tingkah sepupu nya yang siapa pun melihat nya akan mengira dia sudah kehilangan akal sehat nya.
"Biarkan saja ni anak memang rada ada gila nya yang tak ketolong jadi maklumi saja ya dek", kata Ryan sambil terkekeh.
"Ah-hm baiklah aku mengerti", kata Reyhan sambil berusaha menutupi mulut nya dengan tangan nya tak kuat menahan tawa nya ingin rasa nya tertawa terbahak-bahakĀ namun harga diri lebih tinggi dan Reyhan memang tipe yang berusaha menutupi perasaan nya walau kadang ia tak kuat menahan nya lagi dan akhir nya ia tertawa begitu sangat keras dari yang lainnya.
"E-enggak kok-", kata Reyhan namun Ryan langsung memotong percakapan Reyhan.
"Ups, ketahuan ya adik sepupu ku ini ternyata peka dan sadar ya gak bisa di tipu ahahaha", kata Ryan sambil tertawa kecil.
"KAKAK", teriak Reyhan kage ternyata kakak nya tidak berniat menyembunyikan nya.
"Kenapa?", tanya Ryan sambil menatap Reyhan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Tidak apa kok kakak", jawab Reyhan sambil tersenyum dan menekankan kata 'kakak'.
"Oh"
"'Oh' doang?! Dasar kakak dakjal memang minta di tabok mungkin tapi bukankah aku yang bakal kena balik ya", pikir Reyhan kesal karena respon Ryan yang datar.
"Ada satu hal yang ingin ku katakan sekali saja tak ada pengulangan jadi pasang telinga", kata Ryan sambil tersenyum misterius.
"Oke katakan saja", kata Vero santai.
"Aku terlahir dengan kemampuan membaca pikiran orang jadi berhati-hatilah jika mau berpikir paham?", kata Ryan dingin.
"P-paham", jawab Reyhan dan Vero bergidik ngeri menatap mata Ryan yang saat ini menatap mereka seakan ingin melahap mereka brutal.
"Oke kita sudahi hari ini ayo makan siang aku traktir", kata Ryan.
"Ayo"
Jangan lupa vote dan komen ya juga share ke teman atau sosmed kalian yang lain.
Salam dari author
__ADS_1
See you..