Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
epilog(s2)


__ADS_3

Di sebuah gedung tua jauh dari pusat kota tiba-tiba terjadi ledakan besar hingga menewaskan ribuan orang.


Terlihat seorang pria tua berumur 70 lebih terlihat marah menatap pria yang tengah tersenyum sinis kearahnya.


"ARFAN MAHESA KAU AKAN MATI HARI INI KARENA TELAH MENGUSIKKU," serunya marah. Sedangkan Arfan berjalan santai kearahnya sembari berkata- "kaulah yang akan mati hari ini, Pak Vitran." Bersamaan dua kubu saling menyerang tanpa ampun.


Arfan hanya tersenyum sinis dan dari belakang muncul Ryan yang sedang mengendong Rifki dan satu tangannya memegang sebuah liontin berbentuk bulan.


Melihat kalung liontin tersebut Vitran, dialah dalang dari tragedi selama ini ia berteriak- "BERIKAN KALUNG ITU PADAKU DAN AKAN KU HABISI KALIAN SEMUA DISINI SEKARANG."


"Coba rebutlah jika bisa, pak tua," kata Ryan sambil melempar kalung itu ke langit.


Tiba-tiba muncul cahaya dan sosok pria yang mirip dengan Ryan seperti sedang merapalkan sesuatu dan Vitran berlari berusaha mengambil kalung tersebut namun ia tak sempat menggapainya karena tiba-tiba cahaya itu menghilang dan kalung itu hancur tak tersisa.


Vitran terjatuh. Ia merangkak mengumpulkan serpihan-serpihan kalung tersebut.


"Tidak, ini tidak mungkin terjadi..." ucapnya tak percaya dan tak lama serpihan-serpihan tersebut perlahan menghilang bagai buih.


"Ketahuilah liontin itu sudah seperti kutukan bagi semua orang bukan kami saja," kata Arfan.


Beberapa saat lalu di sisi lain gedung, Riko dan dua orang*dua orang yang sudah membawa lari Arfan & Anisa(aku lupa namanya)*


"Dek, semuanya akan berakhir disini serahkan dirimu pada polisi," katanya.


"Gak bakal," kata Mitha tak terima.

__ADS_1


"Riko, teganya kau melakukan ini ke kakek?," tanya Gio namun Riko menatapnya dingin sambil berkata- "kau duluan kakek. Kau telah membunuh ibuku, putrimu sendiri bahkan ayahku pun kau bunuh jadi, tebuslah semua perbuatanmu di dalam penjara." Bersamaan muncul sebuah cahaya selama 40 detik dan setelah itu muncul banyak polisi yang langsung mengamankan mereka semua.


***


Pihak polisi segera menangkap Vitran beserta para bawahannya.


"Terima kasih, Kak Reza," kata Arfan dan Reza menjawab sudah tugasnya dan menyruuh Arfan pulang karena sebentar lagi hari mulai malam dan Arfan pun mengangguk.


Sambil melihat orang-orang sibuk membereskan tempat tersebut Arfan menatap langit yang menampakkan matahari terbenam sembari berkata- "akhirnya semuanya berakhir."


Ryan dan Reyhan berjalan mendekati Arfan mengajak sang ayah untuk pulang.


Sepanjang perjalanan Arfan hanya menangis sambil dipeluk oleh kedua putra tertuanya sedangkan Faisal dan Fikri duduk di depan, Fikri yang mengendarai mobil serta Faisal sebagai petunjuk arah atau map.


Note: terkadang Fikri buta arah dan Faisal yang selalu kesusahan karenanya.


Hari itu merupakan hari yang melegakan bagi mereka dan semua keluarga berkumpul untuk pertama kalinya.


"Hari ini belum berakhir loh, malam ini masih ada acara yang spesial," kata Alma sambil melirik Fikri sedangkan cowok itu tersenyum percaya diri.


Semua orang tertawa dan masuk ke dalam rumah bersiap untuk malam ini.


****


Malam telah tiba semua orang berkumpul di gedung tempat acara tahunan*yang di s1 bagian mendekati eps terakhir*

__ADS_1


"Kenapa aku harus memakai gaun ini?," tanya Siska terlihat risih dengan gaunnya karena membuatnya susah bergerak.


"Hanya untuk malam ini saja," bisik Maura dan Luna.


Acara sudah dimulai dari pembukaan terlihat meriah hingga Fikri naik ke atas panggung sambil memegang mic musik pun dilantunkan. Cowok itu pun mulai bernyanyi anehnya lirik lagunya seolah mengajak seseorang menjadi istrinya dan ibu dari anak-anaknya.


Di pertengahan musik Fikri berjalan mendekati Siska sambil mengulurkan tangan. Maura dan Luna mendorong Siska kearah Fikri yang mau tak mau Siska ikut Fikri.


Di waktu jeda Fikri berlutut dan mengeluarkan kotak cincin sambil berkata- "will you marry me?."


Siska menatap Fikri tak percaya dan hanya mengangguk. Semua penonton bersorak saat Fikri memasangkan cincin di jari manis Siska dan membawanya ke atas panggung samnbil melanjutkan lagunya.


Sejujurnya, Siska merasa ini mimpi tapi beberapa kali ia mencubit dirinya itu terasa sakit dan ia tak bermimpi. Rona merah terukir jelas di pipi Siska dan perempuan itu tambah tersipu malu saat Fikri berbisik "ia cantik."


Malam itu merupakan acara tahunan yang tak terlupakan oleh banyak orang dengan penutupan pesta kembang api.


Sambil bergandengan tangan dengan mesranya Ryan dan Maura menonton acara pertunjukkan pesta kembang api yang merupakan acara favorit Ryan.


Semua orang terlihat berbahagia tanpa beban apapun lagi. Hanya senyuman terukir di wajah mereka.


"Akhirnya semua sudah berakhir, Sayang," kata Arfan dan Anisa setuju sambil bersandar di bahu Arfan.


Tak lama kemudian Faisal, Ayna, Fikri, dan Alma menikah di hari yang sama.


Sebagai penutupan mereka semua berfoto.

__ADS_1


...Waktu cepat berlalu walau mimpi buruk mengejar namun di akhir selalu ada kebahagiaan yang menanti...


...~THE END~...


__ADS_2