
Balik lagi nih maaf jika ada salah kata ya bagi kalian yang bingung ni cerita agak gak nyambung silakan baca dulu cerita pertama nya dengan judul yang sama kok nikah muda bedanya yang ini nikah muda 2 merupakan cerita kedua dari nikah muda. Kisah romansa Ryan dan Maura juga misteri yang belum terungkap. Maka di series/ sequel kali ini saya akan membahas masalah itu yang belum terjawab.
Langsung saja ya terus dukung ya😁
Selamat membaca
Nikah muda 2
"Kenapa kamu termenung? Lagi mikirin apa sayang?", tanya Ryan menghampiri Maura yang sedang melamun di depan tv.
"Ah, g-gak papa kok sayang", jawab Maura kaget karena Ryan tiba-tiba memeluknya.
Jarak di antara mereka cukup dekat bahkan Maura sendiri bisa mendengar suara nafas Ryan.
Seketika Maura memalingkan wajah dari laki-laki di hadapannya ini. Bisa-bisa ia mati karena jantungan melihat Ryan.
"Gak mau bicara ya awas minta sesuatu ya Jangan datang padaku", bisik Ryan dengan nada mengancam Maura.
"Peka amat nih cowok pengen sentil deh tuh ginjal", pikir Maura emosi.
"Aku tahu kau mikir apa sayang lupa ya aku anak Indigo sekaligus terlahir memiliki kekuatan magis dari leluhur keluarga ayah", kata Ryan geram karena Maura mikir macam-macam soal ia ingin menyentil ginjal nya.
"Hah, sudah tahu aku punya penyakit masih aja mikir macem-macem sudah aku masih punya kerjaan", kata Ryan menghela nafas berminat pergi namun ia di cegat oleh Maura.
"Apalagi?", tanya Ryan dingin menatap Maura tak suka.
"Um, m-maaf deh kamu jangan ancam aku lagi lalu soal penyakitmu mengingatnya aku sudah ketakutan waktu awal kita nikah", kata Maura sembari memegang ujung baju Ryan gemetar.
Maura masih ingat dengan jelas kejadian 4 tahun lalu saat malam pertama mereka yang kacau saat itu.
Tak di sadari Maura menitikkan air mata ia tak tahan mengingat kejadian hari itu yang membuatnya setengah ketakutan takut kehilangan Ryan di hari pertama mereka menikah.
"A-aku takut kehilangan kamu Ryan habis nya hari itu adalah hati kita menikah dan penyakitmu malah kambuh saat itu, kau bahkan tak mengatakan apapun soal penyakitmu juga soal menghilangnya dirimu saat semua orang tak menerima kehadiran saat itu aku putus asa ingin rasanya mati aku tak tahu harus berbuat apa lagi hiks hiks aku-", Maura menatap Ryan dengan air mata nya yang sudah membanjiri wajah nya.
"AKU SADAR AKU MENYESAL HARI DI MANA SEBELUM KAMU MENGHILANG TANPA JEJAK AKU SADAR DAN MENYESALI NYA TAK IKUT BERSAMAMU AKU SUNGGUH MENYESAL", teriak Maura tak kuat menahan emosi, perasaannya, isi hati, dan penyesalan terdalamnya selama ini.
Ryan hanya mendengar terus setiap perkataan Maura.
"Jadi aku, eh?", Ryan tiba-tiba memeluk Maura sangat erat.
__ADS_1
"Maaf, maafkan aku yang tiba-tiba pergi meninggalkan kamu saat kamu susah saat itu maaf aku memang bodoh tapi aku gak tahu harus berbuat apalagi saat tau kamu gak mau ikut dengan ku jadi aku hanya bisa minta tolong pada Haris dan Faisal saat itu berada di Jakarta maaf aku memang lelaki brengsek maaf huk huk", kata Ryan yang juga menyesal atas perbuatan nya.
"Kamu kenapa? Sakit?", tanya Maura khawatir dengan kesehatan Ryan belakangan ini.
"Gak papa kok huk huk hoek", kata Ryan yang mulai mual lagi.
"Sudah minum obat gak? Atau mau ke rumah sakit cek?", tanya Maura gelisah karena kesehatan Ryan yang tiba-tiba memburuk.
"Sudah kok", jawab Ryan berusaha berdiri namun ia terjatuh saat mencoba berdiri.
"Kita ke rumah sakit saja sayang sini ku bantu", kata Maura membantu Ryan berdiri dan mencari ponsel nya.
"Assalamualaikum ada apa kak?", tanya Yudith.
"Waalaikumsalam Yud datang ke rumah kakak sekarang Ryan kambuh", kata Maura khawatir.
"Oke-oke Yudith ke sama sekarang", kata Yudith.
Sambungan telepon pun terputus dan Maura mencoba membantu Ryan berdiri.
Tak lama kemudian Yudith datang dan segera membawa Ryan ke rumah sakit.
"Syukurlah kakak hanya kelelahan saja tapi tetap jaga kesehatan ya kak", pesan Yudith yang juga khawatir dengan kondisi Ryan saat ini.
"Iya makasih dek", kata Ryan yang terbaring lemah saat ini.
"Untuk sementara kata dokter kamu di rawat di rumah sakit dulu", kata Maura yang mulai agak tenang tapi masih gelisah.
Ryan hanya bisa pasrah saja kali ini kalau jika ia menolak maka habislah sudah ia di ceramahi oleh ibunya.
"Kalau gitu aku pulang dulu kak sebentar lagu aku masuk sekolah", kata Yudith.
"Hm"
"Ayah dan ibu bakal datang setelah ini", kata Yudith.
"Ya"
Perasaan Ryan agak gak tenang jika di sangkut paut kan oleh orangtua nya.
__ADS_1
Dan benar dugaan nya saat ini ibunya menceramahi habis-habisan Ryan dan ayah nya hanya diam tak membantu seperti biasa.
"Kamu boleh kerja tapi kesehatan juga di utamakan kamu itu sifat kamu kok turun dari ayah kamu sih", kata Anisa marah-marah.
"Namanya juga ayah dan anak kok ibu", kata Arfan membela.
"Kalian berdua sama aja dasar ayah dulu awal nikah kek kulkas setelah bertahun-tahun udah kek cowok biasa nya ya nyebelin mana lagi kamu papa muda saat itu", kata Anisa geram sambil menjewer telinga Arfan.
"Aduh aduh sakit sayang malu di liatin sama anak menantu", kata Arfan berharap Anisa melepas jeweran nya.
Nyatanya pun tidak bahkan Anisa semakin menjewer telinga Arfan hingga membiru bukan lagi memerah.
"Sudah ya awas lagi kamu kalau gitu ibu dan ayah ke kantin dulu ya Maura nitip?", kata Anisa.
"Iya sushi ya", kata Maura seperti orang ngidam.
"Sip kalau gitu permisi", kata Anisa mendorong Arfan keluar.
Dan tersisa Ryan dan Maura. Suasana agak canggung setelah pembicaraan mereka di rumah tadi.
"Soal tadi gak usah di bahas lagi itu hanya masa lalu jadikan pelajaran saja untuk masa depan", kata Ryan.
"Iya omomg-omong kata dokter jenis kelamin nya bakal ketahuan bulan depan", kata Maura bersemangat.
"Menurutmu jenis kelamin nya apa? Aku sih cowok", kata Maura menebak.
"Kalau gitu aku cewek", kata Ryan. "Bertaruh?", tawar Ryan dengan senyuman licik nya.
"Oke siapa menang permintaan nya bakal di kabulkan oleh yang kalah deal?"
"Deal"
Tahu kan siapa anak yang di kandungan Maura? Sudah mulai nih dari sini ya.
Soal misteri lainnya dan apakah kembaran Ryan dan Reyna masih hidup atau gak bakal lama sih ungkap nya tapi saya usahakan lebih cepat lagi update nya lagi.
Jangan lupa vote dan dukungannya ya terus support ya.
See you Next time
__ADS_1