
"Ah sial, kenapa disaat begini malah ketemu mereka?", tanya Siska.
" Aku juga gak tahu dodol", jawab Fikri sambil berlari sekuat tenaga.
"Oy berhenti!!", seru mereka yang terus kejar-mengejar.
ππ¨π¨ππ¨π¨ππ¨π¨
" Hah hah hah, capek", ujar Siska sambil menghela nafas.
"Ketangkap juga kalian, hah hah hah", kata cowok berbaju putih.
" Kenapa kalian mengejar kami?", tanya Fikri.
"Eh lu itu kemana sih? Dan Siska ketemu dimana pacar kamu yang tiba-tiba ngilang ini? ", tanya cewek yang agak tomboy.
" Kita istirahat dulu, Mona capek nih", kata Siska.
"Ok"
π¬π¬π¬π¬π¬
Saat ini mereka di kafe dekat kampus lama mereka.
"Jadi mengenang masa lalu ya hahaha", kata cowok berbaju putih, Argan.
" Btw, jadi kalian gak sengaja bertemu di kafe sekalian bertemu dengan Faisal", kata cowok berbaju biru, Zibran.
"Iya", Siska menyetujui ucapan Zibran.
" Eh kapan-kapan ayo reuni-an hanya Fikri dan Faisal nih yang gak pernah datang kali ini datang ya", mohon cewek yang berkacamata, Milka.
Siska menatap Fikri dan Siska bisa merasakannya aura gak mengenakkan dari Fikri.
"Tidak ah kami gak ada waktu tapi mungkin bisa kami pikirkan lagi", kata Siska sambil menggandeng lengan Fikri takut dia marah.
__ADS_1
" Oh iya, mau kemana? ", tanya Argan.
" Aku ingat masih mau ke suatu tempat dah sampai jumpa", kata Siska.
"Ah iya hati-hati", kata Milka.
" Kalian gak ngerasa gerak-gerik Siska aneh", curiga Mona.
"Aneh gimana? ", tanya Milka dengan tampang polosnya.
" Kau ya jangan terlalu polos bahaya", kata Zibran sambil menyentil dahi Milka.
"Aduh sakit", gerutu Milka sambil mengusap dahinya.
" Aneh aja kayak menutupi sesuatu", kata Mona.
"Kau benar, apalagi misteri keluarga Fikri yang nama belakangnya gak ada satu pun guru berani menyebutnya", kata Argan.
" Hah kita tak punya bukti apa-apa sudahlah ayo pergi", kata Mona.
Di supermarket
"Anisa", panggilnya.
"Ya"
"Akhirnya aku mencarimu ke mana-mana akhirnya aku sudah menemukanmu", katanya sambil memeluk Anisa.
Sungguh Anisa rindu sosok laki-laki yang memeluknya tapi ia ingat kalau dia sudah memiliki Arfan, suaminya selama 26 tahun ini.
"Daniel aku mohon lepaskan pelukanmu kalau dilihat Rosa gimana", kata Anisa.
" Ah aku minta maaf atas kejadian 27 tahun lalu", kata Daniel.
"Daniel", panggil seorang perempuan yang tak lain adalah Rosa.
" Anisa, maafkan aku. Aku dan Daniel mencarimu ke mana-mana selama ini kemana kau selama ini? ", mohon Rosa sambil berlutut di hadapan Anisa.
__ADS_1
" Berdirilah Rosa, aku dan Arfan pergi meninggalkan Indonesia 27 tahun lalu", jawab Anisa.
"Oh iya, gimana dengan Arfan? ", tanya Daniel.
"Dia? Baik-baik aja sekarang malah umur pernikahan kami baru aja lusa kemarin memasuki 26 tahun", kata Anisa senang mengingat hadiah apa yang diberikannya kepadanya.
" Oh ya selamat ya", kata Rosa.
"Hm, aku harus pergi dulu udah ditungguin sama menantuku", kata Anisa.
" Loh gak bareng Arfan? ", tanya Daniel.
" Gak dia sakit semalam udah ya bye", kata Anisa berjalan ke kasir.
"Kita harus gimana? ", tanya Daniel.
" Ntahlah aku juga bingung mau gimana kalau bertemu dengan mereka", kata Rosa merasa bersalah atas perilakunya pada Anisa dulu.
Penyesalan selalu datang di akhir dan tak dapat di perbaiki kesalahan yang sudah dilakukan hanya tinggal memperbaiki ikatan yang dirusak.
"Ibu ada apa? ", tanya Vincet.
" Tidak ada Vincet ayo pulang", jawab Anisa.
Vincet tahu ibu mertuanya ini menahan amarah karena tadi ia melihat dua orang itu.
"Harus bicara sama Ryan nih", pikir Vincet sambil menjalankan mobilnya.
Hello up lagi nih mumpung lagi ngalir ide
Di atasβ tuh foto Arfan dan Anisa dan nih juga bonus foto keluarga merekaπͺ
Next Ryan dan Mauraπͺ
See you..π
__ADS_1