
**Hai yo balik lagi nih mumpung lagi rajin buat dan ide pada nglir di otak yah sekalian aja daripada ide nya hilang lagi di otak, masa cari ide dan inspiratif lagi hadeh😪
Nih ku buat khusus buat kalian double extra sekalian kisah flashback Arfan & Anisa setelah kabur dari Jakarta dan bersekolah di Yogyakarta. Tapi, bakal panjang nih dan dikarenakan pasti pada bingung wanita yang dibahas sebelumnya sampai mereka gak suka nah di kisah mereka sewaltu sekolah mari kupas kembali.
Langsung aja kita mulai dari yang percakapan terakhir di chapter sebelumnya.
Selamat membaca, para readers😊**
"Jadi, kau kesini ada apa? Tumben langsung ke perusahaanku biasanya juga ngajak ketemu di kafe biasa", kata Faisal serius.
"Yah aku kan bilang aku tuh bosan duduk diam aja tapi-", kata Chandra sambil menjeda perkataannya.
"Tapi apa?", tanya Faisal penasaran.
"Aku menemukan hal menarik loh, sebenarnya", kata Chandra sambil mendekat ke telinga Faisal.
Faisal yang dibisiki sesuatu seketika mengebrak meja kerjanya sambil berdiri dari kursinya.
"Kau serius?", tanya Faisal memastikan kata-kata Chandra.
"Astaga, kapan aku membohongimu selama ini? Gak pernah loh", kata Chandra.
"Bahkan Wira melihat dia bersama wanita itu untuk apa aku berbohong hal ini", tambah Chandra.
"Kau tahu kan? Dalam dunia bisnis dan mafia kaulah yang paling ditakuti seluruh dunia, ingat SELURUH DUNIA", kata Chandra menekankan kata seluruh dunia.
"Lebay", kata Faisal dengan menunjukkan wajah datarnya.
"Apa-apaan itu wajahmu gak ada ekspresi lagian aku dan Wira mana berani membohongimu yang ada sebelum kami menikahi kedlua adik kembarmu kami duluan yang mati tercekik olehmu", kata Chandra sambil mempratekkannya.
"Tahu diri juga, oh ya di mana Wira saat ini? Maksudku lokasinya sekarang?", tanya Faisal sambil duduk kembali ke kursinya.
"Wira saat ini ada di bandara Singapura", jawab Chandra.
"Heh, Chandra katakan pada Wira dan orang-orang mafia elang naga untuk bersiap perang lagi", kat Faisal sambil mengambil pistolnya dan hal lainnya.
"Kita tunjukkan pada seluruh dunia bangkitnya elang naga setelah 12 tahun menghilang", tambah Faisal lengkap dengan senjatanya.
__ADS_1
"Baik"
Sementara di bandara Singapura
"Tuan Wira, tadi ada pesan dari tuan muda Chandra perang akan segera datang dan pergerakan dia dan wanita itu saat ini menuju ke Jakarta pusat", kata salah satu pengawal keluarga abubakar.
"Bagus mereka masuk perangkap akhirnya Kak Ryan pasti puas akan hasil akhir dari perang yang dimulai kembali 26 tahun lalu", kata seorang cowok memakai kacamata hitam.
"Anu tuan muda", kata pengawal lagi.
"Katakan", katanya.
"Nona muda Anya menelpon tadi", kata si pengawal sambil menunduk.
"Sambungkan", katanya.
Telepon pun tersambung dan terdengar suara perempuan di seberang sana.
"Wira, maaf tadi aku sibuk", kata Anya melalui telepon.
"Gak papa syg, aku juga baru sampai di bandara Singapura lagi nunggu penerbangan selanjutnya tunggu aku ya syg", kata cowok itu tak lain dia adalah tunangan Anya, Wira Sakti Abubakar.
"Iya syg waalaikumsalam", jawab Wira dan sambungan telepon pun terputus.
"Ayo penerbangan selanjutnya, Jakarta", kata Wira melanjutkan jalannya diikuti 7 pengawal(orang kaya mah bebas// iri bilang bos).
Sementara itu di Jakarta, kediaman Mahesa (Arfan & Anisa)
"Oh ya ayah mau tanya sama kalian", kata Andhika serius.
"Soal apa?", tanya Anisa sambil menyiapkan teh dan cemilan ringan.
"Kalian dulu sekolah? Dua-duanya?", tanya Andhika ragu.
"Iya", jawab Anisa antusias.
Seketika mereka melongo habisnya bukankah dilarang seorang pelajar dengan status menikah dan memiki anak dilarang ya.
__ADS_1
"Kenapa wajah kalian begitu?", tanya Ryan melihat wajah kakek dan neneknya begitu.
"Bagimana bisa? Bukankah dilarang?", tanya Rani.
"Apa yang tak bisa kulakukan, saat itu aku turun langsung ke dunia mafia elang naga lalu berhenti saat pertengahan semester kuliah digantikan oleh Ryan", jawab Arfan santai.
Seketika Andhika mematung.
"Kenapa aku gak kepikiran soal elang naga sih", pikir Adhika habisnya dia sendiri sudah lama meninggalkan dunia mafia.
"Lalu siapa sekarang mengambil alih elang naga atau sudah berhenti?", tanya Vivian.
"Faisal", jawab Ryan agak dingin namun dalam katanya tersirat kata-kata yang membuatnya agak ketakutan.
"Anak sama ayah sama aja", gumam Andhika.
"Ahahaa... like father like son", kata Anisa dan Vivian sisanya geleng-geleng kepala.
"Apa yang kau takutkan dari adikmu hingga membuatmu merinding?", tanya Andhika hati-hati.
"Faisal adalah seorang pischopat dan lihai memainkan pisau, pedang, dan pistol seperti kakek lihat tadi Faisal bukan tandingan siapa pun", jawab Ryan.
"Sejak Faisal ambil alih elang naga dan masuk mafia saat itulah kehidupan Faisal berubah serta sifatnya semakin dingin seperti es batu", kata Arfan.
"Diantara kami bersaudara yang masuk mafia dulu, Faisal lah yang paling ditakuti seluruh dunia bahkan dia mampu membuat para musuh memilih mati atau rekan dan kebanyakan memilih menjadi rekan tapi gak sedikit yang mati juga nama Faisal sudah sangat terkenal dalam mafia paling gelap dia bahkan merupakan ceo paling termuda dalam sejarah perusahaan FYM Group", jelas Fikri panjang lebar.
"Mungkin kalian lebih mengenalnya sebagai Boy pycho black blood atau pria berdarah dingin", tambah Mutia.
Mendengar dua julukan itu seketika hawa di ruangan itu menjadi dingin semuanya diam membisu.
Laki-laki yang terkenal akan kekejaman tiada ampun ternyata seorang Faisal Mohammad Ahlan mahesa.
"Sedikit orang yang tahu nama aslinya dan sosok Faisal sebenarnya", kata Ryan lebih dingin lagi.
**Oke sampai sini dulu ya capek nih
Jangan lupa vote dan komen di bawah ya
__ADS_1
See you.....👋👋👋👋**