Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 35


__ADS_3

Hai semua aku balik lagi🙋 terima kasih sudah setia menunggu cerita pernikahan dini dan support nya semua.


Hanya mengatakan sedikit kata-kata sebelum masuk ke cerita.


Buat kalian yang membaca cerita ku ini dari awal hingga sekarang terima kasih banyak dan aku sudah menyiapkan konflik besar antara keluarga konglomerat ini yang akan memainkan emosi kalian(saya pun emosi juga setiap mengetik) sambil mendengarkan musik di resso eh kenapa malah promosin? Ya sudahlah.


Dan ini bukan lagi flashback lagi kita akan kembali ke waktu semula.


Selamat membaca😁


Di kediaman Mahesa(kediaman utama)


Sekedar info aja kediaman Mahesa banyak di mulai dari rumah yang ditinggali Arfan dan Anisa yang merupakan kediaman lama atau bangunan lama. Lalu rumah orangtua Arfan merupakan kediaman tengah. Kediaman utama yang ditinggali oleh kakeknya Arfan atau ayahnya Andhika.


"Di mana mereka Andhika? ", tanya tuan muda besar Mahesa, Hamzah Ali Mahesa.


" Tunggulah sebentar lagi ayah", kata Andhika yang sudah berkeringat dingin.


"Di mana anak sial itu? ", pikir Vivian kesal pada putranya.


" Assalamualaikum permisi", kata seseorang di depan pintu.


Semua orang menatap orang itu dan betapa terkejutnya Hamzah dan Dewi, istri Hamzah.


"Mirip Arfan", kata Dewi tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Tak lupa dari keluarga Djafar hadir di Sana.


" Nak, di mana Maura? Kamu pasti Ryan kan?", tanya kakeknya Maura, Tristan Djafar.


"Iya aku Ryan dan Maura ada di belakang ku", jawab Ryan datar.

__ADS_1


Terlihat Maura mengintip dari punggung Ryan.


" Maura ke sini sama kakek", panggil Tristan.


Maura menatap Ryan dan berjalan pelan ke Tristan.


"Kau membuat semua orang khawatir oh ya kau masih memakai kalung itu? Sahabatmu itu belum kembali? ", tanya Tristan sambil memengang kalung permata berbentuk hati yang di pakai Maura.


" Ini? Dia sudah kembali dan menempati janji nya kok", kata Maura sambil tersenyum manis.


"Aku yang memberikannya dulu di Tokyo", kata Ryan tiba-tiba.


Tristan terkejut mendengar kata-kata Ryan yang tiba-tiba.


"Ehem... Di mana orangtua dan saudaramu yang lain Ryan? ", tanya Agus.


"Itu mereka", jawab Ryan dengan tampang polosnya menunjuk ke belakang Vivian dan Dewi.


Dan ternyata mereka sudah di dalam rumah.


" SEJAK KAPAN?! KALIAN DI DALAM DAN DUDUK?! KOK KAMI GAK SADAR?!", seru mereka.


"Sejak tadi", jawab Arfan tanpa began dan dosa sambil meneguk jus nya.


Andhika masih menatap putranya dengan tatapan horornya.


" Oh ya kenapa matamu bengak Anisa? Jangan-jangan Arfan melakukan KRDT?! ", heboh Vivian dan Rani.


Seketika Arfan tersedak saat minum jus nya gara-gara perkataan ibu nya dan ibu mertuanya.


" HAH?! ENGGAK KOK", elak Arfan.

__ADS_1


"Jangan bohong kamu", bentak Andhika dengan wajah menyeramkannya menatap Arfan.


" Enggak kok ayah Andhika ini soal anak kami yang lain", kata Anisa sambil mengusap air mata nya.


"Anak kamu? Apa yang sudah terjadi? Mereka baik-baik saja kan? Gak terluka kan? ", tanya Dewi khawatir.


" Mereka lebih baik-baik saja mungkin sudah tenang", jawab Arfan dengan tatapan kosong.


Mereka menatap Ryan meminta penjelasan detail nya.


"Sebenarnya kami bukan 13 bersaudara tapi sebenarnya 16 bersaudara", kata Ryan dingin dengan tatapan kosong.


Tentu saja semua nya terkejut mendengarnya.


" Jadi ke mana sisanya? ", tanya Hamzah khawatir kalau pemikirannya salah.


" Mereka sudah tidak ada, mereka sudah tidak ada di dunia ini, mereka sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik", jawab Ryan dengan nada sama dan tatapan yang sama.


"Arfan maafkan ayah mu ini tidak percaya pada mu dulu kalau saja, kalau saja ayah percaya pada mu mereka tidak akan berakhir seperti ini", kata Andhika menyesal sampai terduduk di depan Arfan.


" Lupakan saja aku sudah memafkan kalian", kata Arfan sambil memeluk ayahnya erat.


"Lagian kematian tidak bisa dihindarkan ini sudah takdir kita hanya perlu membiarkannya istirahat dengan tenang dan ikhlaskan saja", kata Ryan dengan tatapan kosong.


" Apa yang sudah terjadi pada mu sejak hari itu...... Ryan Adinata Mahendra Mahesa", pikir Maura khawatir.


Gimana menurut kalian? Jangan lupa vote dan komen ya terus support supaya aku cepat update insyallah.


Bentar lagi apa yang akan terjadi? 😏 coba tebak😁.


Semangat 💪 buat kalian semua.

__ADS_1


See you👀


__ADS_2