
Langsung ketakutan dan tidak berani menatapnya.
"Kau takut? Jika iya, maka jawablah semua yang kau ketahui setelah itu aku akan melepasmu pergi," kata Reyhan sambil tersenyum tipis menatap pria itu.
Pria itu tertunduk lesu. Ia mengigit bibirnya dan tubuhnya bergemetaran.
Reyhan menatapnya datar sambil berkata dengan sinis. "Jika kau ingin mati silakan saja aku takkan menghalangimu tapi ketahuilah kematianmu bukan halangan bagiku untuk mendapatkan apa yang ku mau".
Pria itu terdiam. Ia mengangkat kepalanya menatap Reyhan penuh ketakutan.
"Kau akan membiarkanku hidup setelah ini?," tanya pria itu dan Reyhan mengangguk tanpa keraguan.
Pria itu bertanya apa yang diinginkan Reyhan darinya dan Reyhan menjawab lokasi bosnya.
Pria itu awalnya ragu menjawab namun Reyhan menatapnya seakan siap membunuh atau membuangnya entah dimana akhirnya ia menjawabnya dengan jujur.
Setelah mendapatkan informasi Reyhan menempati janjinya dan membawa pria itu keluar kota beserta keluarganya secara diam-diam.
Pria itu berterima kasih dan berpamitan ke Reyhan di bandara setelah urusan Reyhan selesai terdengar suara dering hp di kantong celananya. Segera ia merogoh sakunya mengambil gadgetnya dan mengangkat telepon.
Dari seberang terdengar suara berat khas pria bertanya jika urusannya sudah selesai?.
Reyhan menjawab "semuanya beres kak, sisanya adalah rencana terakhir."
Terdengar suara tawa kecil sambil memuji Reyhan dan menyuruhnya segera pulang karena ibu menunggunya.
__ADS_1
Reyhan hanya melongo tak percaya jika orang yang menelponnya tadi adalah Ryan bahkan kakaknya yang jarang memuji orang itu tadi memujinya.
"Sepertinya sebentar lagi kiamat," gumam Reyhan sambil geleng-geleng kepala saking tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.
Daripada pusing memikirkan hal ajaib tadi Reyhan segera berlari ke parkiran dan pulang.
Butuh 30 menit Reyhan sampai di rumah dan ia masuk ke dalam rumah dengan hebohnya membocorkan apa yang ia alami belum lama ini.
Seketika mata tertuju kearah Ryan yang sedang melototi Reyhan. Tatapan itu seakan mengatakan kau takkan bisa hidup setelah ini, adikku yang manis.
Reyhan hanya menelan air ludah dan berjalan mundur bersembunyi dibelakang Reyna.
Reyna seketika panik dan menyuruh Reyhan pergi karena mereka sama-sama takut dengan Ryan.
Sedangkan, orang-orang di rumah itu hanya tertawa melihat kelakuan kakak-kakak tertuanya.
Arfan hanya tersenyum melihat pemandangan yang selama ini jarang terjadi.
Malamnya, semua penghuni rumah sibuk masing-masing di dalam kamarnya. Kecuali dua orang yang berada di balkon di lorong.
"Kenapa ayah gak tidur?," tanya Ryan yang sedang menatap langit malam penuh bintang.
"Dasar kau ni peka sekali. Bisakah kau terkadang kurang peka?," jawab Arfan sambil terkekeh.
"Itu tidak mungkin. Omong-omong, Ayah, sebentar lagi mimpi buruk ini akan berakhir," kata Ryan sambil membalikkan badan menatap Arfan dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Arfan mengerti arti tatapan itu dan langsung memeluk erat putra sulungnya. Iya, Ryan manja hanya dari arti tatapannya.
Tak lama kemudian suara wanita berdeham membuat ayah dan anak menoleh ke sumber suara.
"Anisa, ada apa?," tanya Arfan sambil menggaruk-garuk bagian lehernya.
"Sudah larut ayo, masuk ke kamar dan tidur kau juga Ryan, istrimu sudah menunggumu di depan pintu kamarmu," kata Anisa sambil menarik tangan Arfan pergi meninggalkan Ryan sendirian.
Ryan menghela nafas lalu berjalan sambil berkomat-kamit tidak jelas.
Sesampainya di kamarnya, Ryan disambut dengan wajah senyuman Maura.
"Padahal dia tersenyum tapi kok aku merinding?" Pikir Ryan bergemetaran ketakutan.
Malam itu terasa panjang bagi Ryan karena diamuk oleh sang istri tercinta.
Setelah itu, hari-hari dilewati seperti biasanya hingga hari yang dinanti telah tiba.
"Saatnya pembalasan balik dan mengakhirinya."
Bersambung....
Yey..sebentar lagi cerita ini tamat setelah 3 tahun ini. Sejak tahun 2021-saat ini(2023) lama juga dan cerita ini merupakan karya paling terlama ku kerjakan entah suatu saat ada juga karyaku yang proses pengerjaannya bakalan lama dari cerita ini? Aku tidak tahu.
Terima kasih sudah mengikuti dan mendukungku hingga saat ini.
__ADS_1
See you...