Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 31(s2)


__ADS_3

Udah pada nunggu gak? Semoga begitu ya


Selamat membaca....


"Aku serius Ryan Viola mirip banget sama kamu ketimbang aku lihat mata nya ikut kamu juga tapi aku bertanya-tanya selama ini warna mata Rifki kok beda dengan lainnya? Dia ngikut siapa warna mata nya ya?", kata Maura sambil memerhatikan diri nya dan Ryan secara bergantian dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Itu gak penting sayang Rifki anak kita kok percayalah", bisik Ryan sambil mendekatkan wajah nya ke telinga Maura.


Sudah di pastikan wajah Maura seperti kepiting rebus saat ini.


"Berhentilah berbisik di telinga ku!! Geli tahu", teriak Maura tiba-tiba menampar wajah Ryan.


"Aduh sakit sayang", kata Ryan meringis sakit sambil memengang pipi kanan nya bekas tamparan Maura.


"Siapa suruh mesum mana pake berbisik di telinga segala siapa yang gak kaget hah?!", cerocos Maura hinga air liur nya muncrat ke wajah Ryan.


"Air liur mu muncrat tahu ke wajah ku", ucap Ryan dengan wajah datar nya.


"Serah deh", kata Maura acuh sambil membuang muka.


"Dasar istri durhaka", gumam Ryan namun Maura tak mendengar nya.

__ADS_1


"Omong-omong Ryan kok aku lihat sesekali kau melepas sesuatu deh saat mandi dan sebelum tidur apa yang kau lepas Ryan? Jawab aku", kata Maura menatap Ryan penuh tanda tanya.


Ryan termenung sesaat memandang ke sebelah kiri dan kanan nya memastikan sesuatu atau pun jika ada seseorang.


Setelah ia yakin tak ada seorang pun Ryan menatap serius dan tajam Maura.


"K-kenapa sayang?", tanya Maura gugup karena di tatap begitu sangat tajam dan serius.


"Menurutmu kenapa ya apa kau bisa menebak nya bidadari ku?", bisik Ryan mendekatkan wajah nya.


"T-tidak i-ini t-t-terlalu dekattt!!!", pikir Maura sambil berjalan mundur perlahan di ikuti Ryan berjalan mendekati nya.


"Memang kenapa jika terlalu dekat hm? Kau tak bisa lari dari ku selama nya karena kau cinta ku, separuh jiwa ku, bidadari ku dunia hingga akhirat kau hanya untuk ku dan diriku hanya untuk mu sampai kapan pun", kata Ryan sambil membelai lenbut rambut Maura.


"Kau keras kepala sekali ya tapi aku tak akan menjawab nya sekarang suatu hari nanti kau akan tahu jika kau ingin sekali tahu kau harus memiliki keberanian melihat ku saat mandi atau sebelum tidur kau harus tidak tidur duluan sebelum aku tidur", jawab Ryan menatap dingin namun ada arti dari tatapan tersebut yang tidak di mengerti oleh Maura.


"Sudah ya aku masih ada kerjaan lain gak papa kan ku tinggal sama anak-anak?", kata Ryan sambil membereskan berkas-berkas dan flasdishk nya.


"Iya kau lembur?", tanya Maura. "Sepertinya tidak aku pergi dulu assalamualaikum", kata Ryan sambil menyodorkan tangan nya.


"Waalaikumsalam hati-hati ya", kata Maura sambil salim tangan ke Ryan.

__ADS_1


"Iya"


Setelah Ryan pergi Maura mengunci pintu.


"Saat nya membersihkan rumah ayo semangat setelah nya tinggal rebahan", kata Maura sambil mengangkat tangan nya tinggi-tinggi.


Yah, sudah kebiasaan bagi Maura seperti itu dalam keseharian nya jika di tinggal kerja oleh Ryan apalagi lembur.


Di sisi Ryan


"Ini untuk rapat hari ini pak direktur semua nya sudah siap untuk meeting tidak ada yang terlewat", kata asisten kepala manajer sambil memberikan berkas bahan untuk meeting ke depan nya.


"Terima kasih proyek kali ini harus berhasil aku tidak mau klien mengeluh apa pun", kata Ryan dingin dan tegas.


"Baik pak"


"Juga setelah meeting kosongkan jadwal ku aku sudah ada janji dengan tuan muda Vero dari keluarga Yahya dan tuan Reyhan dari kepala agen rahasia terkait proyek ini jangan ada seorang pun masuk larang mereka siapa pun itu", titah Ryan.


"Baik pak"


Jangan lupa vote dan komen ya juga terus support ya apalah satu vote aja kok🙇‍♀️.

__ADS_1


Juga jangan lupa share ke teman atau media sosial kalian ya mari ramaikan cerita ini seperti sebelum nya karena gak kalah seru di jamin gak bakal nyesal kok baca nya.


See you.


__ADS_2