
"Kamu habis darimana tadi? Bikin khawatir aja"
Ryan kembali sambil membawa minuman pesanan nya.
"Kamu itu ngomel-ngomel gak jelas tahu udah liat aku juga udah bilang habis dari kafe tadi beli minilum haus sekalian cari toilet", kata Ryan sambil menyeruput minuman nya.
"Bukan es kan?", tanya Maura penuh curiga akan gerak-gerik Ryan akhir-akhir ini yang menurutnya aneh.
"Ya bukanlah", jawab Ryan cepat.
"Ih di tanya kok gitu jawab nya kamu mah gitu kalau di manjain", kata Maura sebel akan tingkah Ryan.
Maura berjalan lebih cepat meninggalkan Ryan di belakang sendiri.
"Kenapa itu? Kalian bertengkar?", tanya Vincet yang sedaritadi memerhatikan interaksi Ryan dan Maura.
"Lebih baik kau urus masalah rumah tanggamu sendiri gak usah ikut campur urusan rumah tangga orang", jawab Ryan dingin dan berjalan lebih cepat meninggalkan Vincet yang kebingungan.
"Apa salahku? Mereka kenapa? tak seperti biasa nya"
Pikiran Vincet penuh pertanyaan, bingung kenapa sohib nya tiba-tiba seperti cewek pms.
"Napa bengong di tengah jalan?", tanya Reyna tiba-tiba menepuk pundak Vincet.
"Ah, itu Ryan dan Maura kenapa? Tadi mereka baik-baik aja kok sekarang kayak orang bertengkar", jawab Vincet sambil menunjuk dua insan di depan mereka yang biasa nya bergandengan tangan mesra tiba-tiba berjalan menjauh.
"Iya ya biasa nya mereka kek lem gak mau berpisah lah ini? Kek tom and jery", kata Reyna membenarkan sambil mengangguk-angguk.
__ADS_1
"Woi pasutri!!! Menggosip terus!! Di tinggal ya!!", seru Citra dengan suara melengking nya.
"Eh? Tungguin!!!"
Mereka berdua berlari kecil menyusul.
"Siapa suruh menggosip", ledek Citra sambil menjulurkan lidah.
"Huh, kalau kau tahu apa yang kami bicarakan pasti kau ketagihan juga", kata Reyna menyindir Citra.
"Emang apaan?", tanya Citra kepo.
"Ih kepo amat", kata Vincet.
"Apaan sih? Beritahu aku juga", rengek Citra terus memohon kepada duo pasutri ini.
"Apa itu? Cepat katakan padaku aku suka gosip yang real bukan yang hoax", kata Citra tidak sabar lagi.
"Lalu tadi katain kami menggosip mulu dasar", cibir Reyna sambil memayunkan bibir nya.
Citra hanya terkekeh menanggapinya sambil menggaruk bagian belakang kepala nya karena malu.
"Cepat katakan saja syarat nya", kata Citra tak tahan lagi.
"Oke, mudah saja kau hanya perlu bantu kami ada apa dengan pasangan itu", bisik Reyna sambil menunjuk Ryan dan Maura.
"Memang mereka kenapa? Baik-baik aja tuh gak ada masalah", kata Citra yang mengikuti arah jari telunjuk Reyna.
__ADS_1
"Baik darimana!! Tadi Maura kayak ngomel-ngomel gak tahu apa setelah itu Maura berjalan lebih cepat lalu di susul Ryan, kan Vin?", jelas Reyna ngengas.
"Iya, tadi aku tanya malah Ryan tiba-tiba marah-marah gak tahu kenapa lalu pergi gitu aja", tambah Vincet.
"Lalu?", tanya Citra sambil memiringkan kepala nya.
"Pake nanya lagi tentu saja pasti terjadi sesuatu tadi jadi ayo selidiki bersama", kata Reyna dengan semangat dan jiwa membara.
"Tadi Ryan pergi gak tahu ke mana", kata Citra sambil mengingat-ingat kejadian beberapa menit lalu.
"Nah kan, ini bisa menjadi petunjuk", kata Reyna dengan pose berpikir.
"Tadi juga aku lihat Ryan kembali dengan membawa minuman", kata Vincet.
"Itu juga bisa menjadi petunjuk jadi jawaban nya Ryan habis dari suatu tempat dekat sini ayo selidiki", kata Reyna bersemangat.
"Ayo"
Semoga suka ya jangan lupa vote dan komen ya.
Terus dukung ya karya-karyaku aku tak akan mengecewakan kalian semua para readers.
^^^Follow juga^^^
^^^Ig: friska_pikachan^^^
^^^Seeyou^^^
__ADS_1