
Hanya flashback sebelum kecelakaan Ryan terjadi dan sebelum tro twin lahir. Yah untuk hiburan semata jadi jangan di ambil hati ya.
Untuk tokoh perusak hubungan silakan cek chapter 2 bagian akhir.
Selamat membaca
Nikah muda 2
"Heh lo?!", teriak salah satu cewek yang terkenal pembully di sekolah.
"Saya? Ada apa?", tanya Maura berbalik badan dengan wajah bingung.
"Iya siapa lagi selain lo", jawab nya sombong.
"Ada apa ya?", tanya Maura lagi.
"Ada apa ada apa mata lo yang ada apa!! Gue peringati ya awas lo dekat-dekat lagi sama Ryan hidup lo yang berakhir di tangan gue ingat itu ayo girls kita pergi", ancam cewek itu dengan mendorong keras Maura hingga terjatuh.
"Emang lo siapa nya Ryan?! Ngatur-ngatur aja dasar mbak ondel-ondel pake make up ke sekolah mana lagi tebal nya kek tepung Hahaha eh ups", sindir Maura tanpa beban.
"APA LO BILANG!!! INCES ZASHA CANTIK SEPERTI BIDADARI INI LO BILANG KEK ONDEL-ONDEL?! AWAS AJA LO GAK BAKALAN GUE LEPAS LIHAT SAJA AKAN KU BUAT KAU DI PERMALUKAN HABIS-HABISAN", teriak Zasha murka.
Tentu saja Maura tidak takut akan hal itu kan Zasha bukan siapa-siapa nya Ryan jadi dia gak ada hak buat larang-larang.
"Gue pacar nya Ryan puas lo?! Lo aja yang kegatelan caper ke ayang Ryan ku", kata Zasha sok imut.
Rasanya Maura ingin muntah mendengar nya.
"Hoek, jijik amat deh kayak Ryan mau aja sama kamu bukti nya Ryan gak pernah samperin kamu jadi jangan geer deh", kata Maura semakin memanasi Zasha.
"APA LO BILANG?!"
"Zasha ayo pergi aja daripada ngurus rakyat jelata kek dia", ucap salah satu geng nya.
"Lo benar ayo awas aja lo berani sekali lagi lo bakal di permalukan satu sekolah", gumam Zasha penuh dendam amarah.
Maura acuh tak acuh dan langsung pergi meninggalkan koridor yang mulai sepi.
Tak ada satu pun yang menyadari jika ada yang memperhatikan daritadi di pojok koridor.
__ADS_1
"Kau memang belum berubah Maura", ucap cowok itu.
Setelah kejadian itu Zasha berusaha memperlakukan Maura namun semua rencana nya gagal total.
Selalu ada yang membela Maura karena status Maura yang tinggi dan di pandang baik semua orang apalagi dia adalah nona muda dari keluarga Djafar.
"Bagaimana ini?", tanya Lesti, salah satu teman geng Zasha.
"Tidak ada cara lain kita harus melakukan cara itu", jawab Zasha.
"Apa?! Tidak Bagaimana jika kita ketahuan melakukan nya?!", kata Devi tidak setuju.
"Tidak ada cara lain lagi kita benar-benar harus menyingkirkan Maura dengan cara ini dengan begitu Ryan menjadi milikku sentuh nya tidak ada lagi penghalang bagiku ahahaha", kata Zasha yang mulai serakah.
"Jika ini berhasil ayo berpesan girls", ajak Zasha.
"Ya", semuanya bersorak gembira denganĀ tawa yang menggelar.
Seorang cowok mendengar dan merekam pembicaraan mereka.
"Tidak semudah itu Zasha hidup mu lah yang akan hancur sebentar lagi"
Dan iya Zasha dan teman-teman nya melakukan aksi nya dengan menculik Maura dan Ryan menyusul nya.
"PERGI KAU DASAR CEWEK HARAM"
"HANYA BISA MEMPERMALUKAN KELUARGA SAJA"
"JANGAN DATANG LAGI CEWEK CENTIL YANG ADA KAMU GODAIN DAN JADI PELAKOR"
"PERGI"
Berbagai hinaan di terima Maura ia sudah sangat capek dan frustasi juga merasa tertipu serta menyesal.
Maura menyesal karena tidak ikut dengan Ryan waktu itu dan sekarang tinggal penyesalan yang ada tanpa melakukan sesuatu.
"Apa lebih baik aku mati saja?", tanya Maura putus asa.
Ia bangkit dan segera melompat namun seseorang mencegah nya melakukan hal gila itu.
__ADS_1
"Jangan sia-siakan hidup mu masih ada yang membutuhkan dirimu jadi bertahan lah dan hidup lah demi anakmu juga", kata cowok itu menahan tangan Maura yang hendak terjun dari jembatan.
"Siapa kamu?! Ngapain melarang ku?! Lagian aku udah gak guna buat hidup kok", kata Maura menitikkan air mata.
"Namaku Haris aku cuma kebetulan lewat saja dan aku tahu tempat di mana kamu bisa di terima kerja datang lah ke perusahaan ini jadilah asisten pribadi orang itu dia bisa menuntut kamu bertemu dengan ayah dari anakmu itu aja permisi", kata Haris meninggalkan Maura yang masih bengong menatap kartu perusahaan yang sedang naik daun itu.
Maura yang tersadar kembali tak menemukan sosok Haris.
"Kenapa cowok itu memberikan aku ini?! Menjadi asisten pribadi orang itu?! Siapa?!"
Maura di biarkan dengan segala kebingungan yang ada namun ia teringat jika orang itu bisa menuntut nya bertemu dengan Ryan.
Jadi Maura memutuskan datang ke perusahaan itu.
"Tuan muda nona Maura sudah tiba"
"Bagus silakan dia masuk", kata cowok itu dengan senyuman.
"Ini tuan muda"
"Iya silakan keluar", kata bos perusahaan itu.
"Jadi tugas saya apa tuan?", tanya Maura hati-hati.
"Ini kartu kredit nanti kamu gunakan buat kehidupan kamu sehari-hari dan simpel aja tugas kamu hanya melakukan pekerjaan asisten pribadi seperti biasa sampai sore", kata cowok itu lembut.
"Baiklah saya mengerti kalau begitu saya akan sediakan teh tuan", kata Maura hendak keluar.
"Namaku Faisal ingat itu perihal ayah dari anakmu aku masih mencari tahu jika sudah ku temukan nanti ku kabari lagi", kata Faisal mengingatkan.
"Baik terima kasih tuan Faisal", kata Maura dan segera pergi meninggalkan Faisal.
"Kakak kamu di mana? Segera pulanglah kak Maura menderita di sini hanya ini yang bisa ku bantu kak Ryan ku mohon angkat telepon nya", kata Faisal berusaha menghubungi Ryan namun tidak bisa.
"Sal, kenapa kamu gak memberitahu jika kamu adik nya kakak?", tanya Fikri yang bersembunyi di ruang lain.
"Tidak sekarang Kiki kak Maura untuk sementara biarlah tidak tahu nanti akan ku beri tahu saat kita menemukan kak Ryan", jawab Faisal.
"Terserah kamu sal", pasrah Fikri geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Bagi yang menunggu konflik nya sabar dulu ya nikmati dulu romance Ryan dan Maura.
See you Next time