Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
59


__ADS_3

Hai balik lagi nih🙋


Maaf lama banget sengaja hehehe.... Walau ke depannya bakal jarang update lagi krn sibuk ujian sekolah maklum sudah kelas 12 dan doakan lulus ya dan lulus di perguruan tinggi 👌.


Ok tanpa kita basa basi lagi ini dia kisah kelanjutan dua sejoli kita.


"Halo Faisal"


"Halo kak Ryan ada apa? ", tanya Faisal sembari menjawab telepon sang kakak.


" Hubungi ayah aku ada keperluan kau urus kerjaanku di kos", kata Ryan.


"T-tapi kak-"


"Gak ada tapi-tapian kau urus semua nya aku mau keluar dan gak balik nanti mungkin pokoknya semuanya harus beres nanti aku pulang kalau kerjaanmu bersih uang jajan mulu aku naikkan 2x lipat", kata Ryan yang membuat Faisal semakin semangat.


" Ok kak siap laksanakan"


Sambungan telepon pun terputus dan Ryan segera bergegas pergi.


Di hotel yang sama dulu dan nomor kamar yang sama dengan 26 tahun lalu(awal mulanya Arfan dan Anisa dulu)


"Beres sisa menunggu laki-laki datang", kata seorang cewek dengan senyuman licik.


" Nona Putri ada mangsa di sana"


"Lakukan cepat dan kita akan segera meninggalkan hotel ini", kata Putri.


Segera suruhan Putri menangkap cowok misterius tersebut yang tak lain ialah Ryan sendiri.


"Masukkan dia ke kamar dan sudah kalian membius nya? ", tanya Putri.


" Sudah"


Mereka membawa Ryan masuk kamar yang di dalamnya sudah ada Maura yang kelihatannya mabuk.


Iya mereka dibuat mabuk dengan obat bius tersebut.


"Kerja bagus ayo"


Mereka meninggalkan hotel tersebut tanpa tahu ada yang melihat kejadian tadi.


"Bodoh, cewek bodoh beraninya bermain dengan keluarga Mahesa", katanya dengan tatapan membunuh.


Keesokan harinya


" Ugh, apa yang terjadi? Hah?! Apa yang ku lakukan di sini?! Bersama-"


Maura hanya bisa diam melihat dengan siapa ia lakukan.


"Mampus gue diterkam sekeluarga Mahesa nih gue harus buru-buru pergi pasti papa cari lagi", batin Maura cepat-cepat meninggalkan Ryan sendiri di kamar 199.


Ryan yang sebenarnya sudah bangun melihat Maura meninggalkannya sendiri di kamar.


" Jadi di sini ayah dan ibu dijebak. Hei masuklah", kata Ryan santai.


"Kakak ini semua beres dan rapi jangan lupa ya janji nya", kata Faisal.


" Kerja bagus nih pake ini dulu aku akan urus sisanya", kata Ryan beranjak dari kasur sembari memberikan kartunya.


Faisal merasa senang sekali karena bisa mengajak pacarnya jalan-jalan nanti.


(Iya, pacarnya Luna bukan kayak kita yang jomblo) huh iya aku jomblo😊.

__ADS_1


Balik ke inti cerita kenapa malah curhat//plakk.


Ryan kembali ke kos dengan membaca laporan dari Faisal adiknya itu.


"Putri Maharani kah? Huh dasar kegatelan tunggu saja akan ada kiriman buatmu dan sekarang aku harus memastikan keadaan Maura apa ia hamil anakku? Haish, demi mendapatkan informasi aku harus merelakan masa depanku seperti ayah", kata Ryan.


Di rumah Maura


" HAH?! AKU HAMIL?! BAGAIMANA INI?! JIKA PAPA TAHU PASTI AKAN MARAH?! "


Maura ketakutan ia tidak ingin melibatkan keluarga Mahesa.


"Apa yang harus kulakukan? "


Di tempat Ryan


"Tuan muda"


"Ya pak Leo?"


"Saya mendapat informasi nona Maura positif hamil", kata Leo.


" Oke kembali ke pekerjaanmu"


Pak Leo pergi meninggalkan Ryan di ruangannya.


Saat ini ia berada di villa keluarganya menikmati pemandangan sore hari.


"Aku harus bicara dengan keluarga Djafar tapi sebelum itu kenapa Maura tidak merespon ku?", kata Ryan bingung karena Maura tidak membalas chat darinya.


Di rumah Maura


" APA?! KAMU HAMIL?! MAURA JANGAN BERCANDA SAMA PAPA JAWAB PAPA!!! SIAPA AYAH ANAK ITU?!", teriak Joshua marah.


Maura hanya bisa menunduk malu tapi mau gimana lagi ia tak bisa lari kalau aborsi pun ia tak tega membunuh darah dagingnya sendiri.


" Dia gak ada kaitannya ini salah Maura karena ceroboh ", jawab Maura walau ia terpaksa berbohong.


" Diam kamu!! Keluar dari rumah ini dan jangan datang lagi", kata Joshua.


Maura dan Ayu syok mendengar perkataan bapak-bapak satu ini.


"Sayang jangan gitu anak kita sedang mengandung kalau ia tiba-tiba hilang gimana? ", tanya Ayu takut.


Cukup sahabat terdekatnya hilang tiba-tiba tidak dengan putrinya.


" Diam kamu!! Sana masuk kamar "


Joshua benar-benar marah besar kali ini.


Maura dengan berat hati meninggalkan rumahnya tempat ia lahir dan dibesarkan.


Dengan tangisannya sambil menarik kopernya berjalan meninggalkan rumah.


Ryan yang melihat hal itu marah dan sedih.


"Apa ini yang pernah ibu rasakan? Aku harus membawa Maura pulang kalau gak bisa di gantung terbalik aku sama ayah karena lari dari tanggungjawab", kata Ryan sambil mengejar Maura.


Maura merasa dikejar langsung berlari kencang.


" Hoh mau main kejar-kejaran? Baiklah"


Mereka terus saling kejar-kejaran sampai menimbulkan keributan di beberapa tempat.

__ADS_1


Dari jalan raya, pasar malam, pantai, sampai pelabuhan.


Beberapa jam kemudian


" Maura"


Merasa dipanggil Maura menatap siapa yang memanggilnya.


"Ryan?!", reaksi Maura menunjukkan ia kaget Ryan bisa mengejarnya.


"Lupakan aku kuat kok kau pulanglah tenang saja anakmu tidak akan ku bunuh", kata Maura dengan tersenyum.


" Kau tidak aman di luar ikut aku meninggalkan Indonesia ", ajak Ryan dan lagi-lagi Maura menolak lalu pergi meninggalkan Ryan.


Ryan awalnya hendak mengejar lagi tapi terhenti karena sebuah telepon masuk.


" Halo ayah ada apa? ", tanya Ryan.


"..... "


"APA?! iya, Ryan akan urus tapi masalah ku dengan Maura? "


".... "


"Baiklah"


Ryan terpaksa menyelidiki kasus di pesawat tapi ia khawatir dengan Maura walau Faisal yang akan mengawasinya.


Akhir pekan Ryan akhirnya pergi meninggalkan Jakarta dngan berat hati.


Sementara itu, Maura agak merasa bersalah mau gimana pun bayi yang ia kandung juga anaknya.


3 jam kemudian


Saat ini kendali pesawat diambil alih oleh seseorang.


"Siapa kau?! Apa tujuanmu?! ", tanya Ryan marah kepada seseorang yang memakai kerudung.


"Tidak ada hanya ingin membunuhmu hahhaa ayo mati bersama TUAN MUDA MAHESA PERTAMA", katanya sambil menekan tombol dan seketika pesawat meledak dan jatuh ke laut.


Tak butuh waktu lama kecelakaan pesawat itu menjadi berita hot saat itu.


" Kok perasaanku gak enak? ", pikir Maura khawatir.


2/3 bulan kemudian


Faisal mendatangi rumah kontrakan Maura.


" Assalamu'alaikum "


"Waalaikumsalam, siapa ya? ", tanya Maura ketika membuka pintu.


" Ah, saya belum mengajarkan proyeknya", kata Maura kalang kabut.


"Kak Maura aku datang ke sini dengan maksud lain", kata Faisal.


" Apa itu? ", tanya Maura penasaran akut.


" Aku adiknya Kak Ryan ayah dari anakmu selama ini aku mengawasimu maaf saya lancang tapi apa Kak Maura mau ikut saya? ", tanya Faisal.


"Ke mana? ", tanya Maura. Jujur saja Maura terkejut mendengar jika Ryan memiliki seorang adik pantas saja ia mendapatkan pekerjaan.


" Rumah sakit kakak akan tahu saat sampai", jawab Faisal.

__ADS_1


Bagaimana? Karena sudah membuat kalian menunggu lama jadi aku buat panjang semoga suka 💓


See you 👀


__ADS_2