
Hi maaf lama lagi saya benar" sibuk dan setiap mau buat eps baru terkendala tgs kuliah dan kegiatan lainnya dan terima kasih kalian yang sudah mengikuti cerita ini dari s1 tahun 2020 sampe saat ini di s2.
Semoga eps kali ini mengobati rasa penasaran kalian apalagi eps sebelumnya ku gantung Maura di depan kantor Ryan🤣 nah selamat menikmati....
...Sampai kapan kau akan seperti ini? Hati ini rasanya seperti di remas ...
...Kala.....
...Melihatmu memalingkan wajahmu dariku...
...Perasaan ini...
...Tak dapat...
...Di...
...Tahan lagi...
...Jangan.....
...Kau menghindariku lagi...
...Cukup..cukup sudah...
...Kita sudahi ini semua...
...Dia.....
...Yang telah pergi...
...Tak akan...
...Kembali lagi ...
...Selamanya......
...~Maura Djafar~...
Di depan kantor milik Ryan
"Ayo berperang", kata Maura sambil menghela nafas dan memutuskan masuk ke dalam.
Di dalam
Maura di buat terkagum-kagum karena dekorasinya sangat elegan dan estetik.
"Sumimasen, nanika otetsudai dekiru koto wa arimasu ka?", tanya seseorang kepada Maura yang masih terpana oleh keindahan dekorasi kantor suaminya itu.
Orang itu lagi-lagi menanyakan pertanyaan yang sama sampe 3x kepada Maura.
"A, gomen'nasai", kata Maura yang terkejut dan orang itu tersenyum dan menyayakan pertanyaan yang sama lagi.
"
CEO-san wa isogashīdesu ka? Watashi wa kare ga hitsuyōna no", kata Maura.
"Mōshiwakearimasenga, CEO wa genzai isogashī tame, yoyaku o shite kara modotte kite kudasai", katanya sambil menuntut Maura berjalan keluar.
__ADS_1
"No, Watashi wa machimasu, soshite watashi wa yoyaku o suru hitsuyō wa arimasen", kata Maura kekeuh tidak ingin pergi.
Karyawan itu juga terus meminta Maura keluar dan meminta tolong satpam untuk membawa Maura pergi.
"Suimasen okotowarishimasu!", kata Maura tegas.
Akhirnya mereka dan para karyawan terus mendesak Maura pergi.
"Kon'nichiwa, sumimasen, saisho no wakai masutā no ofisu de sawagi ga arimashita"
"..."
"Shōchi itashimashita"
Beberapa menit yang lalu
Di dalam ruangan ceo
"Maaf tuan di lantai bawah ada keributan dari nyonya", kata salah satu pengawal.
"Begitu ya", kata Ryan lalu ia membuang semua berkas-berkas di tangan maupun di mejanya.
"Tuan?"
"Aku sendiri yang akan mengurusnya sebelum ayah datang", kata Ryan.
"Baik"
Kembali di waktu sekarang
"Lepasin!!", kata Maura tepat Arfan, Anisa, dan lainnya datang.
"Ada apa ini?", tanya Arfan dingin.
"Maaf kami akan segera menyele-" "nyonya maaf saya terlambat seharusnya anda menghubungi saya jika ingin datang".
"N-nyonya?", semua orang terkejut dan mulai bergemetaran ketakutan.
"Aku tidak punya waktu untuk itu urusanku hanya dengan Ryan itu saja ayah jangan ikut campur", kata Maura sambil menatap tajam laki-laki yang baru saja keluar dari lift.
"Ada ap-" tiba-tiba Maura sudah di hadapan Ryan menatap laki-laki itu sangat tajam.
"Kita perlu BICARA BERDUA", kata Maura penuh penekanan dalam kata-katanya.
"Baiklah", Ryan membawa Maura masuk ke lift.
Reyna yang ingin menyusul di tahan oleh Arfan.
"Jangan biarkan mereka berdua menyelesaikannya dulu kalau gak berhasil biar ayah yang mengurusnya", kata Arfan sambil mengelenggkan kepala.
"Baiklah", kata Reyna pasrah. Vincet yang melirik Reyna langsung mendekapnya dalam pelukannya.
"Ada aku sayang", bisik Vincet sambil mengelus kepala Reyna lembut.
"Ya"
Di lantai paling atas
__ADS_1
Angin berhembus menerpa wajah mereka berdua.
"Kenapa kau datang?", tanya Ryan sambil menatap Maura sendu.
"Apalagi menurutmu. Lihatlah dirimu sekarang kulitmu pucat, berantakan, kurus, mata panda aku.. aku merasa gagal menjadi istri yang baik melihatmu seperti ini", kata Maura dengan mata berkaca-kaca.
Ryan terdiam. Selangkah demi selangkah Ryan berjalan mendekati Maura dan menyudutkan wanit itu.
"M-mau apa kamu?!" Kamu dengar aku gak?!", teriak Maura walau sudah tersudutkan. Tidak ada jarak di antara mereka bahkan Maura bisa merasakan suara jantung Ryan dan nafasnya yang hangat serta parfum khas Ryan melekat di indra penciuman Maura.
"Biar ku tebak kau mau membujukku pulang ya? Maura istriku dengarkan aku", kata Ryan dan Maura terdiam sesaat.
"Aku...akulah yang gagal menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak-anak kita aku takut melukai kalian karena amarahku ku lampiaskan pada kalian", bisik Ryan lemah dengan lembutnya menatap Maura.
"Maafkan aku sayang aku gagal maaf", kata Ryan sambil memeluk tubuh kecil Maura.
Tangisan tak dapat ditahan lagi Maura menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Ryan dan ditonton oleh keluarga serta pengawalnya.
"Sepertinya sudah berakhir drama mereka", kata Arfan memerhatikan dari kejauhan.
"Iya"
"Gimana kalau kita seret anak itu pulang mandi, makan, cek kesehatan ni anak kelihatan lagi sakit", kata Arfan tanpa aba-aba sudah di dekat pasutri yang tengah berpelukan.
"Ayah kenapa?", tanya Ryan heran kenapa ada ayahnya dan sejak kapan.
"Ayo ke rumah sakit kau pasti sudah menahan rasa sakit saat ini tak ada penolakan", kata Arfan dan menarik tangan Ryan.
"Eh? T-tunggu a aaayah", kata Ryan merasa kesakitan.
Di belakang Maura hanya tertawa geli melihat interaksi suaminya dan ayah mertuanya.
"Papa, mama, Argan apa kabar? Aku baik-baik saja jadi jangan khawatir aku akan pulang suatu saat nanti sampai hari itu jagalah kesehatan kalian", pikir Maura sambil menatap langit-langit.
"Kakak ipar ayo", ajak Reyna.
"Ya"
Karyawan-karyawan yang menghalangi Maura tadi di potong gajinya, ada di turunkan pangkatnya untung saja gak ada di pecat, sebenarnya ada tapi karena bujukan Maura mereka selamat karena itu para karyawan mendadak menjadi penggemar Maura si NYONYA MUDA BERHATI MALAIKAT.
Di sisi lain, di Meksiko
"Kak kapan kita akan kembali ke keluarga?", tanya Rena murung.
"Ini belum saatnya urusan ayah belum selesai dan rencana ayah juga belum matang untuk membalas dendam", jawab Reyhan.
"Jadi kapan?", tanya Rena penasaran.
"Masih beberapa tahun lagi bersabarlah musuh utama masih belum keluar", kata Reyhan sambil menatap papan yang full foto-foto sesuai strategi dan prediksi Arfan selama ini.
Hayo bingung ya😏 saya pun bingung karena jalan cerita s2 ini masih flasback dengan sudut pandang Ryan dll tapi lebih fokus ke Ryan dan Reyhan dulu.
Untuk faisal dan Fikri jangan dulu ini belum panggung mereka belum masuk kisah dan keterlibatan mereka.
Awalnya saya mau buat puncak konflik tapi tidak jadi eh jadi tapi dalam artian puncak konflik sebagai pembuka konflik lainnya gitu ya.
Jadi ini masih panjang jalan ceritanya konfliknya sangat di luar ekspetasi saya dan kalian para pembaca.
__ADS_1
Segitu dulu terima kasih atas supportnya.
See you...