
Yo semuanya sorry lama heheππππ¦
Lagi gabut gak ada ide dan ini ku buatkan kelanjutannya dari kemarin maaf kalau gak nyambung ππππ¦
Dan Terima kasih yang masih setia menunggu ni cerita ππ
Silakan membacaπ
πππππππ
"Lama tak bertemu Wilda dan Avin", kata Faisal sambil berjongkok ke salah satu sel.
" Siapa Wilda dan Avin? ", tanya Ayu agak berbisik ke telinga Anisa.
" Wilda dan Avin adalah para bawahan langsung dari perintah wanita itu", jawab Anisa dengan nada tidak suka.
"Wanita? Siapa dia? ", tanya Ayu lagi penasaran.
Habisnya ia melihat mimik wajah Anisa sangat tidak menyukai sosok wanita itu.
" Kami juga masih menyelidiki dan ini urusan kami dengan wanita itu hal lainnya tidak perlu ikut campur ", jawab Arfan dengan nada yang sama dengan Anisa.
" Mereka kenapa sih? Siapa wanita itu yang mereka maksud? ", pikir Ayu.
" Wanita yang dibicarakan orangtua kami adalah orang yang merupakan dalang kejadian 26 tahun lalu", jelas Ayna sadar akan penasarannya Ayu.
"Dalang kejadian 26 tahun lalu? Kejadian apa? ", tanya Agus yang mendengar penjelasan Ayna.
" Aku tak tahu tapi yang pasti jangan bicarakan hal ini ke orangtuaku, Kak Ryan, Kak Reyna, Kak Faisal, Fikri, Andra, Indah, Zakir, dan Alvin", kata Ayna.
"Kenapa? Apa mereka gak suka? ", tanya Andhika.
" Lebih dari gak suka, hal ini sangat tabu untuk dibicarakan dengan mereka", jawab Ayna.
"Oke2 kami paham, intinya mereka berdua adalah bawahan wanita itu? ", tanya Andhika.
" Iya "
__ADS_1
"Ayna", panggil Fikri.
Seketika tubuh Ayna ber gemetaran saat Fikri memanggil namanya.
" Ya? Ada apa? ", tanya Ayna takut dan gugup.
" SE MENGERIKAN kah kalau membicarakan wanita itu? ", gumam Andhika.
" Wira menelpon mu tadi", kata Fikri.
Ayna merasa lega, ia pikir akan diterkam oleh adik kembarnya ini nyatanya tidak.
"Aku akan menelponnya lagi permisi", kata Ayna.
" Oh ya Ayna, lain kali jangan beritahu pada siapa pun soal WANITA ITU ", kata Fikri sambil mengepalkan tangan kanannya.
" I-iya", jawab Ayna takut.
"Serem", pikir Siska takut dengan sisi Fikri kalau sudah marah.
Tapi, kata saudara-saudaranya itu hanya biasa dan belum seberapa. Alma, Ayna sudah merasakan marahnya Fikri yang seperti bom meledak dan Faisal lah yang dapat menenangkannya walau pake cara kekerasan.
Siska pun jadi sangat penasaran dengan sosok asli Fikri lebih tepatnya ingin segera melangkah ke hubungan serius dengan Fikri.
" Ayo ke ruang utama ", kata Faisal dengan wajah yang sulit diartikan.
" Ada apa dengannya, Arfan? ", tanya Andhika.
" Biarkan saja ayah, dia badmood jangan ganggu dia ", jawab Arfan tenang namun wajahnya tidak tenang.
" Faisal bagaikan kucing yang dibangunkan akan berubah menjadi liar", tambah Arfan yang semakin tidak tenang.
"Kau ya tidak berubah", kata Andhika sambil tertawa kecil.
" Maksudnya apa? ", tanya Arfan.
" Kau ni, umur sudah 30+ sudah punya anak 13 masih tidak paham ", kata Andhika sambil menjitak pelan kepalanya.
__ADS_1
" Jelaskan lebih jelas ayah", kesal Arfan.
Bagaimana tidak Arfan kesal dengan ayahnya? Malah permasalahkan umur dan anak-anaknya.
"Kau itu dari dulu tidak berubah, mulut dan tubuhmu tidak sejalan", jelas Andhika sambil tersenyum kecil.
Arfan paham dengan maksud ayahnya dan berkata.
" Terima kasih ayah", jawab Arfan sambil tersenyum kecil.
Di perusahaan FYM Grub.
"Tuan", kata sekretaris Faisal.
" Kenapa? ", tanya Faisal yang fokus dengan berkas-berkasnya.
" Tuan muda kedua Zeinaldi ingin bertemu ", katanya.
" Oke minta dia masuk saja", kata Faisal yang masih fokus.
"Baik tuan"
Lalu tak lama kemudian seorang laki-laki seumuran dengan Faisal masuk ke ruangan.
"Lama tak berjumpa, Faisal", katanya.
" Hah, kemarin kan kita bertemu ada apa? ", tanya Faisal.
" Tidak ada, aku hanya bosan duduk diam saja lagian syarat mu tuh gak masuk akal sekali memintaku untuk tidak bertemu dengan Alma dan memberitahu namaku, kau jahat jadi kakak Faisal", katanya.
"Aku ingin mengerjai nya sedikit karena tergila-gila denganmu saat kecil, Chandra", kata Faisal dengan dingin.
Chandra hanya tersenyum saja. Namanya Chandra Rahmat Zeinaldi, rival Faisal sekaligus sahabat kecil Faisal dan Alma termasuk Fikri dan Anya.
**Hai balik lagi guys pada rindu gak? Kabar baik? Semoga memuaskan deh kali ini.
Byee π«π¬π**
__ADS_1