
Hai semua nya balik lagi nih🙋
Gimana kabar semua? Baik? Sehat? Semoga begitu.
Saya juga sehat dan baik dan kalian semoga masih setia menunggu cerita ini karena saya mulai bersemangat dan mulai serius dengan cerita ini walau jarang update.
Dan satu lagi saya sudah menyiapkan ending yang benar-benar akan membuat kalian mati penasaran(tertawa jahat)
Selamat berpikir eh salah selamat membaca.
Arfan menunggu di luar sambil berdoa proses operasi Anisa berjalan lancar.
"Ayah makan", kata Ayna dengan mata puppy nya.
" Bisa-bisanya Ayna seimut ini ", pikir Arfan geleng-geleng kepala tidak kuat dengan keimutan Ayna, putrinya.
" Ya udah Ayna mau makan apa? ", tanya Arfan sambil menggandeng tangan mungil Ayna.
" Udang goreng yang kayak restaurant kemarin ", jawab Ayna senang.
" Arfan? Tidak mungkin dia ada di sini", kata seseorang yang lewat.
1 jam berlalu
Operasi berjalan lancar dan Anisa melahirkan 3 anak kembar.
(Napa jadi 3? Mana saya tahu saya kan ikan//plak plak)
(Nanti ada penjelasan nya kenapa oke tunggu saja)
"Arfan", panggil dokter Angga.
" Ya? ", sahut Arfan.
" Dari hasil tes darah mereka bertiga anak kandungmu", kata dokter Angga.
__ADS_1
"Dan satu lagi Ryan yang memintaku melakukan tes nya 5 bulan lalu", kata dokter Angga.
" Juga-"
"Juga? ", tanya Arfan menekankan.
" Anisa sudah hamil duluan sebelum kejadian di hotel yang artinya anak itu adalah anak mu", kata dokter Angga.
"Begitu ya, ya udah", kata Arfan tenang.
" Dasar malah senyam-senyum sendiri kalau gitu permisi", kata dokter Angga.
Betapa bahagia nya Arfan hari itu dan Anisa juga selepas sadar dan mendengar hal itu.
Sementara itu
"Ngapain termenung? ", tanya Reyna.
" Reyna", panggil Ryan.
"Ya ada apa? ", tanya Reyna lagi sambil menatap langit-langit.
Reyna paham maksud perkataan kakak kembarnya merujuk kepada siapa mereka.
"Padahal mereka belum melihat dunia ini lebih lama seperti kita", kata Reyna dengan mata berkaca-kaca.
Ryan memeluk erat tubuh Reyna dan Reyna yang menangis sejadi-jadinya.
Malam itu di Jerman adalah malam penuh misteri dan kebahagiaaan serta malapetaka bagi mereka.
" Ayo kita temui mereka", kata Reyna di ikuti tangisannya.
Di Sisi lain rumah sakit
"Apa kau taking itu dia? ", tanya seorang gadis.
__ADS_1
" Iya aku yakin", kata orang yang lewat tadi.
"Ayah, ibu ayo pulang", kata seorang gadis yang memakai kalung permata berbentuk hati.
" Ayo Maura", kata perempuan itu yang kelihatannya seumuran dengan Anisa sambil menggandeng tangan gadis kecil itu, Maura.
"Ayo pulang makan sayang", kata laki-laki itu.
Mata Maura dan Ryan bertemu walau sementara saja.
" Jangan cuman begong Ayo lihat adik kita yang baru lahir", tarik Reyna.
"Perasaanku atau apa? Seperti pernah bertemu", pikir Ryan dan Maura.
" Sayang jangan melamun nanti jatuh", kata perempuan itu.
"Baik mama", kata Maura.
Dunia itu luas namun ke mana pun engkau pergi suatu saat pasti bertemu lagi.
2 tahun berlalu
Di Tokyo
" Maaf lama ya dek kakak menyesal tidak menjaga kalian", kata Ryan menangis di antara dua makam kecil.
Di kedua batu nisan itu tertulis nama Rika Oliv Mahesa dan di samping nya Reyhan Anggara Dwi Mahesa.
"Rika, Reyhan, kalian berdua yang tenang ya di sana lihat kalian punya adik lagi", kata Anisa sambil menangis tidak tahan dengan apa yang sudah terjadi pada kedua anak nya yang berujung kematian.
Arfan pun begitu dia sungguh menyesal dan memeluk batu nisan milik Reyhan.
" Kakak mereka akan membayarnya suatu hari nanti", kata Faisal lirih dengan raut wajah tidak dapat di artikan.
Hm? Jadi tambah penasaran? Kenapa lahir 3 kembar? Siapa Reyhan dan Rika? Siapa mereka? Dan kenapa ada Maura? Apa yang sudah terjadi?
__ADS_1
Selamat berpikir wkwkwk
See you👀👀👀