Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 48(s2)


__ADS_3

Balik lagi nih udah penasaran kelanjutannya? Maaf kalo gak memuaskan ya🤗.


Selamat membaca...


Di rumah sakit


"Gimana hasilnya?", tanya Anisa setelah Arfan berbicara dengan dokter.


"Ryan cuma demam dan kecapean gara-gara kerjaan selebihnya gak papa", jawab Arfan.


"Syukurlah", kata Anisa merasa lega.


"Apa Maura bisa jaga Ryan?", gumam Maura ragu.


"Kamu bisa nak, percaya dirilah kalau kamu butuh bantuan pintu rumah terbuka untukmu sayang", kata Anisa sambil mengelus punggung Maura dengan lembut.


"Iya makasih ibu", kata Maura. "Sama-sama sayang kamu kan bagian keluarga ini jadi jangan ragu ya", kata Anisa lembut.


"Iya"


"Ayo bawa anak kutub itu pulang kali ini kalian tinggal dirumah kami sampai anak itu sembuh bukannya ayah gak percaya kamu tapi kamu juga nanti kerepotan dia anak keras kepala ditinggal bentar aja udah ngilang", kata Arfan dingin nan tegas.


"Anak sendiri dipanggil kutub ngaca dong kamu juga kutub", kata Anisa geram dengan kelakuan suaminya itu.


"Rasanya ingin bogem muka tampannya itu", gerutu Anisa dan Maura hanya tertawa kecil melihat mertuanya.


"Kadang aku malu dan iri liat keromantisan mereka yang mirip anak remaja tapi disisi lain aku juga senang kok karena keluargaku harmonis", kata Reyna.


"Kamu benar andai aku juga seperti begitu nyatanya seperti tom and jerry hahaha tetapi mereka saling mencintai walau kadang seperti kucing ngereong hehehe", kata Maura sambil terkekeh.


"Ayo jangan menggosip para wanita", kata Vincet seketika mengahancurkan khayalan Reyna.


"Apa?"

__ADS_1


"Eh?


"Sayang siapkan dirimu sebentar dirumah akan ada perang dunia", kata Reyna dengan senyuman mengerikannya yang membuat Vincet bergidik ngeri.


"WAH TOLONG ADA GODZILA", teriak Vincet berlari masuk ke kamar inap Ryan.


Reyna berlari mengejar Vincet dan Maura berjalan dibelakang sambil geleng-geleng kepala.


Di kamar


Pintu terbuka lebar dan Vincet berlari kebelakang Arfan bersembunyi.


"Kenapa lagi kalian berdua?", tanya Arfan.


"Dia duluan ayah", kata Reyna nunjuk Vincet.


"Lah? Aku kan ngajak masuk", kata Vincet dengan tampang polos.


"Udah ya kalian itu sudah besar sudah punya anak jangan kek anak kecil ya kalau ada masalah silakan bicara di rumah atau ditempat lain jangan disini", kata Arfan tegas.


Maura berjalan mendekati Ryan di bangsal.


"Gimana keadaanmu? Masih ada dirasa sakit atau pusing?", tanya Maura lembut.


"Hanya pusing sedikit kok", jawab Ryan sambil memengang kepalanya yang pusing.


"Makan dulu ku suapin ya", kata Maura sambil mengambil piring di mapan di meja.


"Buka mulut aa", kata Maura sambil menyodorkan sendok makan ke mulut Ryan ala ibu menyuapi anaknya.


"Pintar lagi ya", kata Maura sambil melakukan hal yang sama terus ke Ryan.


"Kami tinggal dulu ayah mau urus pembayarannya", kata Arfan diikuti Anisa dibelakang.

__ADS_1


"Baiklah"


"Kami juga pamit pulang aku ada urusan sama pria satu ini", kata Reyna sambil menatap tajam Vincet dan Vincet sudah keringat dingin.


"Habislah diriku dengan berbagai lemparan piring terbang", kata Vincet sedih meratapi nasibnya dirumah.


"Semangat", kata Ryan.


Raut wajah Vincet semakin sedih merasa ingin menangis namun tidak ada air mata yang keluar.


Setelah semuanya keluar di kamar tersebut tersisa Ryan dan Maura berdua saja.


"Rasanya canggung ketika berdua padahal sebelumnya tidak begini", pikir Maura malu.


"Gak usah malu wajar kita begini karena sebelumnya bertengkar ini juga bukan yang pertama kalinya jadi jangan takut ataupun merasa canggung denganku berdua", kata Ryan.


"I-iya eh?", Maura terkejut wajah Ryan sangat dekat dengannya sampai bibir mereka nyaris bersentuhan.


"Boleh?", tanya Ryan. "B-boleh kok", jawab Maura malu dengan rona merah di pipinya.


Semakin dekat, dekat, dan makin dekat jarak mereka sampai....


BRAK


"Hello kakak-kakak tercinta gimana kabar kalian lihat aku bawa apa?", kata seseorang sambil membuka pintu dengan keras.


Maura refleks mendorong Ryan kebelakang.


"Sakit sayang", gerutu Ryan dingin. "Maaf sayang", kata Maura panik saat melihat Ryan terjungkal kebelakang.


"Eh? Eeeeeeeehhhhhhhhhhh??????!!!!"


Segini aja ya nanti lain kali lagi maaf menggantung kalian ohiya ingat besok senin senin senin🤸‍♀️.

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komen serta dukungannya ya.


See you....


__ADS_2