
Maaf kalau tengah malam terus update nya ya maklum hp nya di pake sama yang lain
Masih nungguin kelanjutan nya? Penasaran dengan misteri keluarga Mahesa? Simak aja ini dia.
Di sekolah dasar di sebuah kelas
"Anak-anak hari ini kita kedatangan dua murid baru silakan perkenalkan diri kalian", kata bu guru.
"Hai teman-teman nama saya Seila Rafaela Putri Mahesa", ucap seorang gadis imut.
"Nama saya Qatar Quraisy Muhammad Arabia Sultan Defana Ardan Musafir Mahesa", kata Qatar datar.
"Nah silakan duduk Seila dan Qatar", ucap bu guru mempersilakan mereka duduk.
"Baik bu guru"
"Baiklah hari ini kita akan belajar tentang pertumbuhan hewan", kata bu guru sambil menulis di papan tulis.
Jam istirahat
"Nah silakan istirahat kita akan lanjut minggu depan", kata bu guru.
"Baik bu", ucap semua murid.
"Halo", sapa seorang gadis dengan rambut bergelombang terurai.
"Hai", sapa balik Seila.
"Namaku Windi salam kenal dan ini Kelly", kata Windi.
"Omong-omong kok nama belakangmu sama dengan nama neneknya Windi?", tanya Kelly.
Seila hanya membalasnya tersenyum dan Qatar pun menjawab "Kami sepupu"
"Tapi aku gak pernah liat kalian", kata Windi bingung.
"Sepupu apanya Windi kan keponakan kita anak dari tante Vera lalu tante Vera anak dari saudara kakek, nenek Mira", kata Fira marah-marah.
Windi kaget seingat Windi saudara laki-laki neneknya hanya satu yaitu Arfan.
"Benarlah sepupu dasar sudah dia yang lebih tua tapi masih gak ngotak", kata Fadli.
"Ohhhh gitu lupa hehehe", kata Fira sambil garuk-garuk kepala.
"Kalian cucu kakek Arfan? Anak siapa kalian?", tanya Windi masih kaget gak nyangka selama ini ia sekelas dengan saudara jauhnya.
__ADS_1
"Rifki, aku, Fadli anak Ryan anak pertama kakek nenek, lalu Viko siswa populer itu anak kembaran ayahku, tante Reyna lalu adek kelas kita Neisya juga anak tante Reyna, Qatar anak om Revan, Seila anak om Riko, adek kelas kita empat orang Nizar,Nayna, Syifa, Haris anak om Faisal", kata Fira panjang lebar.
"Jadi kakek Arfan punya lima anak ya?", tanya Windi.
"Bukan yang ku sebut tadi udah punya anak aslinya banyak banget aku aja pusing ingatnya", kata Fira.
"Gampamg kok totalnya 25, 5 meninggal sisa 20 lalu 18 anak kandung dan 3 anak angkat", kata Rifki.
Kelly maupun Windi melongo mendengarnya.
"Siapa-siapa itu? Apa ada yang masih sekolah?", tanya Kelly penasaran.
"Ayahku namanya Ryan umur 26 kemarin ultah, tante Reyna juga sama karena kembaran ayahku status sama nikah, om Revan umur 21 tahun 2 bulan lagu ultahnya status nikah, om Riko umur sama 21 tahun status nikah, om faisal umur 20 tahun status nikah, tante Ayna sama status otw nikah akhir bulan ini, om Fikri umur sama status pacaran, tante Alma umur sama status otw nikah bulan depan, om Yudith umur 19 tahun status jomblo dan kerja sebagai komandan angkatan udara, tante Layla umur 19 tahun status mahasiswa bentar lagi lulus, kerja sebagai penerjemah, dan nikah, om Haris umur 19 tahun status jomblo dan kerja sebagai hakim, om Raka umur sama status sama, om Andra umur 19 tahun status mahasiswa dan udah tunangan, tante Mutia umur 19 tahun status mahasiswa dan jomblo, om Devan umur 19 tahun status mahasiswa dan jomblo, tante Keisya umur 16 tahun status pelajar SMA dan jomblo, tante Keila umur sama, status sama, tante Indah umur sama status sama, om Zakir umur sama status sama tapi udah tunangan, terakhir om Alvin umur sama status sama udah itu aja", kata Rifki.
"Detail amat", sindir Fira.
"Tambahan banyak anak kembar yang terakhir 5 kembar ada juga 4 kembar dan dua kembar", tambah Qatar.
"Sebanyak itu ya saudaraku yang sudah bersembunyi ya", gumam Windi dan hanya di dengar oleh Rifki.
Sepulang sekolah
Windi menceritakan semuanya yang dikatakan Rifki dan Fira.
"Gak nyangka ya sedetail begitu penjelasannya", kata Roland, suami Vera.
"Lalu apa-apaan perbedaan umur mereka itu? Ada sama dan ada beda 4 tahun?!", murka Vivian.
"Awas aja tuh anak bikin menantuku sampai kenapa-kenapa gara-gara melahirkan", tambah Vivian.
"Di tambah dengan kemarin ultah Ryan dan Reyna dasar anak itu aaaa", Vivian tambah mengamuk.
"Udahlah sayang", bujuk Andhika.
Di sisi lain
Suara bersin menggema di ruang keluarga membuat semuanya khawatir.
"Kenapa mas? Masih sakit?", tanya Anisa khawatir karena Arfan memaksa pulang dari rumah sakit tadi subuh.
"Gak papa sayang hanya kayaknya ada yang membicarakan diriku di belakang", kata Arfan.
"Ya sudah"
"1 minggu lagi ya", kata Raka.
__ADS_1
"Iya", jawab Haris.
"Gimana kampusmu Devan?", tanya Arfan.
"Lamcar ayah", jawab Devan sambil tersenyum.
"Oh baguslah"
Andra menatap Devan lalu langsung menarik Devan masuk kamarnya.
Di kamar
"Kenapa kau berbohong? Padahal selama ini mereka membullymu", kata Andra gak tega lagi.
"Maaf tapi Devan gak papa kok", kata Devan.
"Bilang padaku atau Mutia ya dan jangan selalu diam jika ditindas lawan mereka", pesan Andra dan keluar kamar meninggalkan Devan.
Devan diam tak berkata setelah Andra pergi.
Kejadian di kampus tadi pagi membuatnya merinding karena kakaknya yang sudah meninggal melindunginya.
Flashback
"Orang kek lo tuh gak pantas hidup tahu gak?!"
"Makan ini dasar miskin"
"Huhu"
Tiba-tiba barang-barang datang menghujam mereka sampai lari terbirit-birit.
"Kau lagi? Siapa kau? Kenapa melindungiku?", tanya Devan melihat sosok gadis cantik mirip Mutia.
Gadis itu tersenyum kepada Devan dan berkata "aku kakaknya Devan, Diandra kembaran Andra dan Mutia sudah kewajibanku melindungimu adikku"
Lalu Diandra pun menghilang Devan masih bengong di sana tak mengerti situasi yang tapi ia tahu kakaknya selalu memperhatikannya.
"Makasih kak maaf sudah membuatmu khawatir", ucap Devan lirih.
Devan tahu kenapa ia bisa melihat makhluk kasar mata itu karena keturunan Mahesa di anugerahkan kekuatan seperti anak indigo namun sedikit keunikan yang mampu mengeluarkan energi kuat dari dirinya sampai ia mampu melintasi waktu(seperti Ryan).
Segitu aja ya dah tengah malam ini
Next bakal tambah seru loh terus dukung ya
__ADS_1
Jangan lupa vote nya ya
Bye bye