Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
61


__ADS_3

Apa kabar kalian semua? Udah pada nunggu gak sama kelanjutan kisah Ryan dan Maura gak? Saya harap begitu demikian karena sekarang kita beralih kisah romansa Ryan dan Maura๐Ÿ’๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ.


Jangan lupa dukung ya terus dan juga bagikan ke teman kalian yang lain untuk membaca ceritaku dan juga kalian jangan lupa baca cerita lainnya itu aja.


Selamat membaca


Saat ini mereka berada di kos milik Ryan.


"Sekarang apa?", tanya Maura menatap bosan Ryan yang tengah menyelesaikan skripsi kuliah s3 nya.


"Tunggu aku menyelesaikan kuliahku lalu kita ke Tokyo", kata Ryan sambil menyelesaikan skripsi nya.


Maura terkejut cowok di hadapannya ini sudah kuliah s3 di umur 17 tahun.


"K-kau sudah lulus sma?! Dan saat ini lagi kuliah s3?!", tanya Maura kaget.


"Iya aku waktu sd lompat kelas", kata Ryan.


"Itu berarti kau sangat pintar?", tanya Maura.


"Iya", jawab Ryan.


"Ajari dong semua yang kau ketahui", kata Maura memohon ke Ryan.


Ryan berhenti mengetik dan menatap Maura sebentar.


"Setelah tugasku selesai sekalian kau kejar paket c aja", kata Ryan melanjutkan tugasnya.


Maura tidak sabar belajar lagi. Ia pikir pendidikannya bakal berhenti di sma kelas 11 ternyata tidak.


1 jam kemudian


Ryan menepati janjinya untuk mengajari Maura semua yang ia ketahui.


"Jadi begitu aku mengerti", kata Maura gembira.


"Kalau begitu kerjakan ini dan ini aku mau memasak", kata Ryan.


"Ok"


90 menit kemudian

__ADS_1


"Makan dulu sana nanti aja kau lanjut kerjakan", kata Ryan.


"Iya ini sudah selesai juga", kata Maura memberikan selembar kertas ke Ryan.


"Yey makan", kata Maura semangat.


Selesai makan siang Ryan langsung menarik Maura ke kamarnya dulu.


"Ada apa? Kok tiba-tiba?", tanya Maura heran dengan kelakuan Ryan tiba-tiba.


"Gak papa hanya saja ingin memberitahumu sesuatu", kata Ryan.


"Soal apa? Eh soal yang tadi belum di periksa?!"


Maura hendak keluar kamar namun di cegah oleh Ryan.


"Kamu kenapa sih?", tanya Maura bingung.


"Pr mu sudah ku nilai semua jadi temani aku sebentar saja", bisik Ryan.


Hal itu membuat Maura salah tingkah.


Keheningan menyelimuti mereka tidak ada memulai pembicaraan di antara mereka.


"Kau ingat janjiku di Tokyo beberapa tahun lalu saat pertemuan kedua kita?", tanya Ryan memulai topik.


Maura diam sambil mengingat kejadian di maksud Ryan.


"Bukankah pertemuan pertama?", tanya Maura.


"Tidak itu pertemuan kedua kita", kata Ryan sambil menatap lekat Maura.


"J-jadi pertemuan pertama kita kapan?", tanya Maura gugur karena jarak mereka terlalu dekat.


Ryan bergeser sedikit dan menjawabnya.


"Di rumah sakit kota Palembang kita bertemu tanpa mengetahui nama", kata Ryan.


Maura ingat pernah bertemu seorang anak laki-laki seumurannya di Palembang.


Waktu itu Maura di sana karena ingin berobat soal penyakitnya.

__ADS_1


"Kau ternyata ya waktu itu tapi bukankah penyakitmu itu tidak bisa sembuh?", tanya Maura kebingungan.


"Sembuh kok hanya penyakit bawaan keturunan tidak saudaraku yang lain juga punya bahkan merenggut nyawanya", kata Ryan mengingat sosok adiknya yang tangguh melawan penyakitnya hingga akhir.


"Aku turut berduka", kata Maura ikutan sedih.


"Gak papa itu semua sudah berlalu juga ia meninggal karena terbakar di dalam rumah sakit", kata Ryan.


Maura jadi teringat dengan semua kasus-kasus yang di sebutkan Ryan.


"Jangan-jangan semua kasus yang di tutup berkaitan dengan keluargamu?", tanya Maura memastikan.


"Iya itu benar ayahku menutup semua kasus demi melindungi kami semua namun semuanya sama aja akhirnya", kata Ryan yang mulai berkaca-kaca.


Maura menyadarinya langsung memeluk Ryan dan tangisan Ryan pecah.


Maura tak menyangka cowok di peluknya ini dari luar kuat tapi dari dalam sangat rapuh.


"Aku akan terus menemanimu Ryan Adinata Mahendra Mahesa", kata Maura lirih.


Dan akhirnya Ryan tertidur dalam pelukan Maura dan tak lama Maura juga ikutan tertidur.


"Ku harap masa depan kalian cerah kakak-kakakku", kata Faisal sambil menutup pintu kamar Ryan.


Terdengar suara dering hp milik Faisal segera Faisal pergi dari sana.


"Assalamualaikum bagaimana?"


"Waalaikumsalam, lancar kok ayah", kata Faisal.


"Setelah urusan Ryan selesai suruh ia pulang ibumu sudah menunggu calon menantunya", kata Arfan.


"Baik ayah nanti Faisal sampaikan kalau begitu Assalamualaikum", kata Faisal.


"Waalaikumsalam"


Jangan lupa ya vote dan dukungan nya


HARUS BACA NI CERITA NTAR KALIAN GAK BAKAL TAHU ENDING SESUNGGUHNYA DARI SERIES PERTAMANYA.


Itu aja sekian

__ADS_1


__ADS_2