Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 24(s2)


__ADS_3

Terima kasih support nya ya makin semangat lanjutin nih🥰.


Pada penasaran kan sama sosok di chapter sebelumnya(setelah saya revisi ulang) itu waktu si kembar Reyhan dan Rena berbincang-bincang pokok nya waktu itu saat akhir chapter gitu.


Nah di sini saya akan menguat siapa dia oke? Kita langsung saja selamat membaca....


"Akhirnya Ryan bisa pulang setelah berlama-lama di rumah sakit", kata Citra kayak gak sabar akan sesuatu.


"Hehehe iya", kata Maura dan Ryan menatap Citra penuh curiga.


"Kamu itu kek orang gak sabar akan sesuatu saat aku keluar dari rumah sakit jujur mau apa kamu?", kata Ryan marah dan penuh curiga.


"Kau mah gak berubah amat jadi orang curigaan amat, Iya-Iya ku kasih tahu nih aku berniat mengajak kalian ke acara reuni sekolah ketemu teman-teman gitu kata om Arfan boleh tuh harus juga gak ada kok orang-orang tahu si Ryan dari keluarga mana", jelas Citra.


"Oke karena ayah ku juga sudah kasih izin maka kita pergi tapi jika terjadi sesuatu maka kami pulang Kau tidak usah ikut campur", kata Ryan penuh penekanan sambil menatap tajam ke Citra.


"Oke deal", kata Citra menyetujui nya sambil melompat kegirangan.


"Stress, bisa-bisa nya aku kenal orang macam orang gila", kata Ryan menatap Citra penuh rasa jijik.


"Lah? Aku juga kok bisa ya mau-mau temenan orang modelan kek kamu Maura cerain aja cowok burik kek dia", kata Citra sewot sambil menunjuk Ryan.


"Hah?! Enak aja kamu suruh Maura cerai aja yang ada aku yang kena semprot lagi", seru Ryan tak terima.


"Hah?! Kamu yang enak aja dasar burik", kata Citra juga tak terima.


"Sudah cukup kalian berdua bikin aku sakit kepala aja, Citra plis deh stop kelakuan kami kek anak kecil dan kamu Ryan! Baru keluar rumah sakit jangan cari penyakit emang kamu mau masuk lagi Hah?! Bilang aja nanti aku bicara sama ibu buat di urus kan paham?!", kata Maura penuh penekanan setiap kata-kata nya.


"Tapi Ra-", belum sempat Citra berbicara ia sudah mendapat tatapan membunuh khas Maura dan Ryan.


Tatapan itu seolah mengatakan "diam gak!! Kalau gak diam kamu bakal kami tebas leher kamu".


Citra menelan ludah ketakutan "kira cuma Maura ternyata Ryan juga mereka serem memang ya jodoh itu cerminan diri kita", pikir Citra takut sambil berjalan mundur.


BRUK


Citra terjatuh bersama seorang cewek seumuran nya.


"Aw, sakit", kata cewek itu meringis sakit sambil mengusap bagian belakang nya yang sakit.


"Aduh, maaf ya kamu gak apa-apa?", tanya Citra kaget melihat ke belakang nya ada orang.


"Iya gak papa makasih", kata cewek itu sambil berdiri di bantu seseorang.


"Kamu ngapain di sini? Keluyuran mulu kerjaannya", kata Ryan yang seperti khawatir terlihat di wajah nya.


"Enak aja, aku di sini mau jengukin kamu tapi kamu nya yang pulang hari ini jadi aku mau bantu-bantu kasian Maura sendiri ngurus kamu", jelas cewek itu khawatir juga.

__ADS_1


"Kek akrab banget si Ryan dengan si cewek ini ada hubungan apa mereka?", gumam Citra penuh rasa penasaran nya.


"Udahlah kalian berdua dari dulu debat mulu sih Reyna tenang aja ada kok teman aku bantuin", kata Maura melerai dua anak kembar ini supaya masalah gak di perpanjang lagi, entar dia yang repot lagi.


"Cih, siapa juga butuh bantuan kamu dasar kebo", cibir Ryan.


"Aku juga malas sebenarnya kalau bukan keinginan ibu ogah aku dasar kulkas berjalan", kata Reyna tak terima.


"Hei sudahlah kalian nanti aku lapor loh ke ayah", ancam sosok cowok di belakang Reyna.


"Ih Vincet mah gitu", rengek Reyna.


"Maaf menyela kamu siapa? Kok sok akrab dengan Ryan? Asal kamu tahu ya Ryan itu milik Maura sampai kapan pun paham?", kata Citra sambil mendorong tubuh Reyna pelan.


"Jadi kamu teman mereka ya siapa namamu?", tanya Reyna dengan sombongnya berjalan mendekati Citra tanpa rasa takut.


"Kenalin Citra kalau kamu wahai cewek genit?", kata Citra tak kalah sombong nya.


"Sumpah aku gak kenal mereka siapa", pikir Ryan dan Maura menatap mereka berdua suram.


"Oh Citra kenalin adik sekaligus kembaran Ryan, Reyna Putri Mahesa", jawab Reyna dengan sombongnya menatap Citra puas dengan raut wajah nya yang berubah dan salah tingkah karena malu.


"B-bohong? Kamu gak mirip sama sekali dengan Ryan", elak Citra berusaha tak percaya.


"Benar kok cewek kebo ini kembaran aku kalau soal kemiripan kami mirip kok cuma susah memang di lihat tapi jika kau mengenal kami lebih lama pasti kau menemukan nya", jelas Ryan enteng.


"Gak papa, mau berteman?", tanya Reyna sambil mengulurkan tangan nya.


"Tentu saja", kata Citra menyambut uluran tangan Maura dengan senang karena mendapat teman baru.


"Aku di lupain aja  sudahlah aku pulang aja jemput Viko", kata Vincet dengan suram nya berjalan.


"Vincet maafkan aku Viko biarkan saja di rumah bunda kapan lagi kita bisa kencan", bujuk Reyna sambil mengejar Vincet yang jalan duluan.


"Dasar mereka padahal dulu saat kehilangan anak pertama dia begitu sedih tapi Syukurlah ia terlihat lebih bahagia sekarang", kata Ryan yang ikut senang.


"Mereka sudah menikah?", tanya Citra memastikan jika ia tak salah mendengar.


"Iya mereka sudah menikah sejak kuliah 1 tahun lalu", jawab Maura.


"Wow gak nyangka aku tapi aku masih jomblo aja sampai sekarang", ucap Citra sedih.


"Adik aku banyak banget tuh silakan pilih", kata Ryan dengan nada jahil.


"Gak aku gak mau jadi adik ipar kamu sekali pun adik kamu ganteng-ganteng dan goodloking semua mending aku cari lain aja", tolak Citra.


"Terserah kamu", kata Ryan acuh.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan Maura bercanda tawa dengan Citra, Reyna terus membujuk Vincet sedangkan Ryan terus waspada dan melihat sesosok cowok bersembunyi memakai jas hitam dan menutup wajah nya dengan topi nya.


Mata Ryan menyipit saat melihat sosok yang ia lihat bersama cowok itu.


"Aku ke sana dulu", pamit Ryan langsung pergi begitu saja.


"Loh? Ke mana?", tanya Maura tapi Ryan sudah berjalan menjauh.


"Ryan kenapa?", tanya Citra.


"Gak tahu", jawab Maura yang agak khawatir karena kondisi Ryan juga.


Ryan bersembunyi duduk di sekitar mereka berdua.


"Aku ini kenapa sih? Masa cuma lihat dia aku malah lari ke sini", pikir Ryan sambil menyembunyikan kepala nya dengan menu makanan kafe.


"Kenapa kau mau bertemu denganku? Agak aneh seorang Vero Yahya mendatangi orang biasa sepertiku", kata cowok berjas hitam itu.


"Orang biasa? Kita sepupu loh jangan kau pikir aku gak tahu kau itu seorang Mahesa", kata Vero dengan senyuman misterius nya.


Tentu saja cowok berjas hitam dan Ryan terkejut mendengar nya.


"Darimana kau tahu?", tanya cowok marah tak terima.


"Aku nguping pembicaraan kamu dan adik mu di rumah sakit", jawab Vero.


"Jadi gitu. Jadi apa maumu?", tanya cowok itu berusha tenang.


"Mudah saja kau perlu menemui dia kakakmu, Ryan kau tak bisa terus bersembunyi dengan Rena katakan semua nya pada nya mumpung dia di sini aku sengaja hari ini buat ketemuan dan mendatangi Ryan saat di rumah sakit beberapa hari lalu", kata Vero dengan senyuman khas nya.


"Kau benar-benar licik", kata cowok itu mengertakkan gigi.


"Keluarlah Ryan kita perlu bicara soal kembaran mu, Reyhan", kata Vero saat Ryan keluar dari persembunyiannya nya.


"Oh karena ini kau memintaku bertemu saat aku keluar rumah sakit jadi ini adik kembaran ku yang di katakan meninggal ternyata masih hidup", kata Ryan dengan dingin nya.


"Hah, benar-benar deh tapi ini rahasia ayah dan ibu tak perlu tahu dulu soal ini kakak", kata Reyhan dengan santai nya.


"Bagaimana kalau kita bicara sambil minum sesuatu", kata Vero.


"Boleh", kata mereka berdua.


Semakin menarik ya Jangan lupa vote dan komen terus support nya juga jangan lupa share ke teman2 kalian yang lain atau di sosmed ya.


See you Next time


Follow ig: friska_pikachan

__ADS_1


__ADS_2