Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 5(s2)


__ADS_3

Hi minna...


Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu dan tetap beribadah puasa ya..


Selamat membaca....


Di rumah sakit


"Kenapa kau tidak pernah bilang kau adiknya Ryan? ", tanya Maura penasaran.


" Dasar hilangin rasa penasaran akutmu itu kak Maura", cibir Faisal.


Maura hanya tersenyum dengan tatapan meminta jawaban.


"Hadeh aku heran bisa-bisanya kakakku itu jatuh cinta kek kamu. Kalau aku mengatakan yang sebenarnya bisa-bisanya besok aku tidak ada di Jakarta malah ada di Amerika dan kau akan segera tahu siapa kami", jawab Faisal sambil membuka pintu kamar.


Maura terkejut melihat siapa terbaring lemah dengan tatapan kosong.


" R-Ryan?! Apa yang sudah terjadi? ", tanya Maura sambil berjalan mendekati Ryan.


"Kakak tidak bisa menjawabmu", kata Faisal.


" Kenapa? ", tanya Maura.


" Setelah operasi kak Ryan tidak bicara sama sekali", jelas Faisal.


(Note: maksud Faisal ialah Ryan sadar tapi tidak bisa bicara).


Maura menatap Faisal tidak percaya namun ia tidak menemukan kebohongan di mata laki-laki di depannya ini.


Maura terduduk lemas sambil terisak dan Faisal berusaha menenangkan Maura.


Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu sudah tapi Ryan tetap tidak bicara sepatah kata pun.


"Aku akan mengikutimu sekarang kemana pun pergi tapi mohon jawab aku", kata Maura terisak di samping ranjang Ryan yang masih terdiam.


Maura merasa ada yang membelai rambutnya lembut.

__ADS_1


Ia kaget melihat Ryan tengah tersenyum sambil menatapnya lembut.


" Ryan?! Akhirnya kau bergerak dari kemarin kau tak menjawab pertanyaan ku", kata Maura sedih.


"M-maaf su-dah membuat-mu khawatir", kata Ryan masih terbata-bata.


Setelah itu di panggil dokter Angga untuk memeriksa kondisi Ryan.


" Sudah lebih baik dari sebelumnya oh ya soal kejanggalan Ryan diam terus tidak bicara atau pun bergerak sebenarnya ini karena saat kecelakaan pesawat itu sudah membakar setengah tubuh Ryan sampai kerongkongannya", jelas dokter Angga.


"Tapi bisa selamat dari kematian benar-benar sebuah keajaiban karunia Tuhan", tambah dokter Angga lalu pamit undur diri.


Maura menatap Ryan tak percaya laki-laki di hadapannya ngapain sampai berkorban seperti itu.


" Jangan tanya untuk sekarang lebih baik fokus dengan anak kita dan lagi aku akan menikahimu setelah aku keluar dari rumah sakit ", kata Ryan dan Maura hanya bisa menuruti.


" Keluargaku? ", tanya Maura.


" Iya tapi jika mereka tidak merestui biarkan saja aku juga tidak bisa membiarkan orang lain tahu keberadaanku sampai aku menemui keluarga Mahesa dan Rahman", kata Ryan dingin.


"Kau anak tuan muda Arfan dan nona muda Anisa? ", tebak Maura seketika Ryan menatap tajam.


Ryan menceritakan semuanya dan tujuan dia di sini.


" Ah, janji kita di Tokyo dulu iya kau benar-benar menepati janji Ryan arigatou ", kata Maura sambil memeluk Ryan erat.


" Iya Terima kasih juga sudah mau menungguku"


Beberapa hari kemudian


Mereka pergi mengunjungi keluarga Maura namun mereka mendapat perlakuan tidak baik.


"KAU SUDAH MENJADI AIB DI KELUARGA INI SILAKAN ANGKAT KAKI DARI RUMAH INI DAN JANGAN HARAP DAPAT WARISAN KAMU MAURA", teriak Joshua sambil mengusir mereka.


Begitulah akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah.


" Sekarang bagaimana? Maaf merepotkanmu", kata Maura.

__ADS_1


"Tentu saja menemui keluarga ku di Tokyo Faisal sudah urus semuanya ayo", kata Ryan sambil membawa Maura ke suatu tempat.


Di kos Ryan


" Faisal gimana? ", tanya Maura.


" Biarkan saja dia toh dia di sini untuk sekolah dan ia memiliki perusahaan nya", jawab Ryan.


Memang sih benar jadi buat apa khawatir tuh anak nanti kelaparan.


"Tapi sekolah kita? ", tanya Maura lagi.


Ryan hanya tersenyum tapi Maura merasa ada sesuatu.


" Senyum-senyum sendiri ntar kerasukan", cibir Maura.


Ryan hanya tertawa kecil sambil menarik tangan Maura ke suatu tempat.


Ternyata Ryan membawa Maura ke toko baju wanita hamil dan bayi.


"Terlalu cepat ini", kata Maura namun ia sudah ditarik masuk.


Begitu banyak yang dibeli dan Maura heran sekarang Ryan yang membayar semua belanjaan.


" Uang darimana tuh? ", tanya Maura setelah selesai belanja.


" Gini-gini aku juga punya perusahaan tapi di luar negeri", kata Ryan sombong.


"Aduh sombongnya calon ayah", ledek Maura tapi hal itu malah tambah membuat Ryan semakin menjadi.


" Oh ya? Ini baru awal setelah menikah kau akan terkejut calon ibu", bisik Ryan nakal.  Hal itu membuat Maura salting.


"IHHH RYAN", geram Maura dan Ryan tertawa puas melihat ekspresi Maura yang salting.


Segini dulu aja😊


Semoga suka ya? 👌

__ADS_1


See you 👀


__ADS_2