
Balik lagi ke 1 minggu yang lalu
"Tuan muda ada pesan dari Vero Yahya, tuan Vero ingin bertemu dengan anda di kafe dekat rumah sakit milik keluarganya minggu depan hari kamis tuan pukul 2 siang", kata salah satu penjaga yang di pekerjakan oleh Reyhan.
"Baiklah sampaikan pada tuan muda Yahya aku menerima pesan nya silakan kembali", kata Reyhan.
"Baik tuan", ujar penjaga pamit undur diri.
Reyhan bersandar di kursi nya sambil menghela nafas panjang.
"Apa yang di rencanakan oleh Vero? Harusnya dia tidak tahu aku sepupunya tapi kenapa ia meminta ketemuan kenal aja kagak kan aneh", kata Reyhan menutup matanya capek karena kerjaan nya makin bertambah.
"Kalau capek pergi istirahat sana jangan memaksakan dirimu mau berakhir seperti kak Ryan?", kata Rena tiba-tiba muncul entah darimana datangnya.
"Tentu saja tidak kalau aku sakit kau mau ke mana kita cuma berdua di satu atap gak mungkin kan kau datang ke Ayah atau ibu bilang 'ayah, ibu ini Rena putri kalian yang hilang' ya gak mungkin kan", kata Reyhan sambil mempratekkan gerakan dan emosi nya tapi menurut Rena itu benar-benar membuatnya jijik dan mual.
"Gak cocok kau berekspresi seperti itu geli aku liatnya image kamu dingin tiba-tiba seperti itu yang ada orang-orang menjauh di kira kamu orang kesurupan", kata Rena menatap geli saudara gila yang tak tertolong itu.
"Kau tahu kan aku berbeda juga dingin nya dengan kak Ryan", kata Reyhan dengan menunjukkan wajah memelasnya.
"Iya tahu!! Kak Ryan dingin tapi jahil sedangkan kamu dingin tapi gila tak tertolong itu aja", kata Rena emosian tak tahan lagi dengan kelakuan kakak gila nya itu.
"Dan kamu tahu apa bedanya kamu dan Reyna?", tanya Reyhan.
"Gak", jawab Rena sewot karena di buat emosi oleh Reyhan si manusia gila.
"Kamu itu ratu mulut ember sedangkan Reyna ratu gairah ahahahaha", jawab Reyhan dengan tawa yang keras sekali.
Mata Rena terbalalak seperti mau keluar ia langsung pergi mengambil sapu dan tanpa aba-aba memukul Reyhan.
"SINI GAK LO?! TARIK LAGI UCAPAN KAMU!!! HEY!!! REYHANA ADIPUTRA QARIB MAHESA!!!", teriak Rena marah sambil berlari mengejar Reyhan.
"Gak mau ble, Rena Audiya Cahya Mahesa", kata Reyhan sambil menjulurkan lidah nya mengecek Rena terus.
"Assalamualaikum apa kabar? Eh ALLAHU AKBAR", kata seseorang yang baru saja masuk terkejut karena Reyhan dan Rena saling kejar-kejaran di ruangan itu.
"Inilah namanya umur tak mencerminkan kedewasaan", ujar seorang cewek menatap anak kembar di hadapannya tak tahu lagi mau berbuat apa lagi.
__ADS_1
Seorang cowok menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskankannya dan ia pun berteriak sangat kencang.
"KALIAN BERDUA BERHENTI!!!!", serunya hingga ruangan itu bergetar.
"Kalian berdua kenapa sih? Ingat umur dong", ujar sang cewek.
Akhirnya mereka berdua di ceramahi habis-habisan setelah di teriakin.
"M-maaf", kata mereka berdua sambil terduduk menunduk seperti anak kecil yang sudah di marahi oleh ibunya karena sudah melakukan sebuah kesalahan.
"Huft"
"Kevin, Yeli kalian ngapain di sini?", tanya Reyhan mengganti topik.
"Kenapa gak boleh? Toh kalian cuma tinggal berdua di rumah gede ini", kata Yeli, si cewek.
"Benar, btw sepupu kalian Vero kami dengar minta ketemuan buat apa itu?", tanya Kevin, si cowok.
Yeli dan Kevin sahabat Reyhan dan Rena sejak sd kelas 2.
"Hah?! Kok aku gak tahu?!", teriak Rena histeris kaget.
"Jadi kau akan datang?", tanya Yeli.
"Tentu saja aku akan datang sendiri nanti kalian tidak usah ikut campur hal ini jika ada hal janggal silakan lakukan sesuka hati kalian", kata Reyhan sambil tersenyum menyeringai.
"I,iya"
Beberapa hari setelah nya sebuah surat dan utusan dari Vero datang kepada Ryan.
"Hah? Dari siapa?", tanya Ryan memastikan lagi jika ia tak salah mendengar.
"Dari tuan Vero Yahya untuk tuan Ryan", jawab sang utusan.
"Baiklah akan ku pikirkan undangan nya silakan pergi sebelum ada yang datang", kata Ryan.
"Baik tuan semoga lekas sembuh", kata sang utusan pamit dan pergi setelah nya.
__ADS_1
Ryan menatap utusan itu dingin dan menatap suratnya.
"Kenapa ia sampai repot-repot mengirim utusan jika dia bisa mendatangiku? Tapi buat apa ia sampai mau bertemu denganku? Ini sangat aneh", pikir Ryan.
Tak lama kemudian Maura masuk Ryan cepat-cepat menyembunyikan suratnya.
"Apa itu?", tanya Maura curiga.
"Gak ada kok lupakan saja hp aku doang tadi habis main", jawab Ryan sambil mengeluarkan hp nya dari tangan yang ia sembunyikan.
"Oh yaudah", kata Maura acuh setelah itu mereka bercerita banyak.
Kembali ke waktu sekarang
"Jadi apa tujuanmu ingin bertemu dengan kami?", tanya Ryan menatap tajam Vero saat ini.
"Mudah saja katakan padaku semua informasi kalian dan aku akan memberikan informasi yang kalian inginkan dariku yang tak bisa kalian tolak jika tak percaya om Arfan juga tak apa tahu hal ini selama tante Anisa tak terlibat cuma kita saja yang tahu hal ini", kata Vero berusaha bernegoisasi dengan Ryan dan Reyhan.
"Oke deal jangan ingkar janjimu", kata Ryan langsung terima.
"Kok kamu langsung oke aja?!", tanya Reyhan tak terima.
"Aku punya rencana jika ni anak suatu saat berkhianat sekalipun kita keluarga", jawab Ryan menatap Vero penuh waspada.
"Hah, baiklah terserah aku juga akan begitu dan akan ku buktikan jika aku tidak akan berkhianat", kata Vero.
"Ya akan ku nantikan hari itu tiba", kata Ryan dengan dingin nya menatap Vero.
"Huft, baiklah tapi jangan bilang ke ayah soal keberadaanku dan Rena aku belum mau keluar dari persembunyian", kata Reyhan.
"Baiklah", kata Ryan pasrah.
"Makasih kak", kata Reyhan sambil tersenyum lebar.
"Hah, kenapa aku di kelilingi adik-adik berbagai macam?", pikir Ryan.
Semoga suka ya Jangan lupa vote dan komen ya dan terus support terus ya🥰🤗.
__ADS_1
See you