
Balik lagi nih apa kabar minna? Sehat? Baik? Saya baik kok🙇‍♀️.
Tidak kerasa satu tahun cerita ini berjalan hingga hari ini.
Semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannya hingga sequel dari cerita ini yang masih berhubungan konfliknya dan munculnya musuh baru(kayaknya🤔) baca aja jika ingin tahu dan terus dukung ya dan juga vote dari kalian sekian.
"Devan ayo berangkat nanti telat kampus", ajak Mutia yang sudah siap.
"Iya-Iya, sabarlah kak ini Devan lagi pakai sepatu", kata Devan.
"Kami berangkat ayah ibu assalamualaikum", kata Andra.
"Waalaikumsalam"
Di perjalanan
"Devan", panggil Andra yang sedang menyetir.
Biasa Andra naik motor berdua dengan Mutia tapi sekarang ada Devan jadinya naik mobilnya.
"Ya kak?", sahut Devan.
"Jangan lupa yang kakak katakan semalam", kata Andra.
"Iya kak", jawab Devan.
Andra tahu Devan akan di bully lagi hari ini tapi ia tahu arwah Diandra maupun saudara lainnya selama ini melindungi Devan.
Mutia mengajak Devan bercanda tawa bersama sedangkan Andra fokus menyetir mobil.
"Terima kasih Diandra", gumam Andra.
Di kampus
"Devan", panggil seorang gadis dengan rambut ikalnya.
"Kenapa Sarah?", tanya Devan sambil memakan nasgor kesukaannya.
"Kau ada hubungan ya sama kakak tingkat yang terkenal mereka pacaran?", tanya seorang cowok berkacamata.
"Mereka gak pacaran Rey mereka anak kembar", jawab Devan risiko dengan dua sahabatnya yang kepo itu.
"Lalu kenapa kau dekat dengan mereka?", tanya seorang cewek yang terkenal karena status keluarganya dan kecantikannya sekaligus cewek yang menolong dan di sukai Devan.
"Cia soal itu mereka kakakku", jawab Devan jujur.
"Bukankah kamu selama ini sebatang kara?", tanya Reylond.
"Kalian tahu kan? Aku sudah terpisah dari ortu kandungku sejak lahir? Aku aja kaget saat tahu punya kakak seperti mereka", kata Devan.
"Oh syukurlah kalau kau sudah menemukan mereka hidupmu bakal terjamin ke depannya", kata Ciara.
"Iya"
"Mereka dari keluarga mana kalau boleh tahu? Rumor sih keluarga Mahesa? Apa benar? Keturunan siapa? Kok gak di umumkan?", tanya Sarah.
"Ih kan cuma rumor", kata Rey.
"Benar itu kau juga Sarah banyak tanya amat", tambah Cia.
Devan hanya bisa tersenyum melihat kelakuan ketiga sahabat kecilnya.
"Jadi? Dari keluarga mana?", tanya Cia juga.
Mereka nampak penasaran dan Devan gak tahu mau jawab apa, ia berharap ada menolongnya.
"Ya memang sih itu benar terserah kalian mau percaya atau gak", jawab Devan pasrah karena ia gak bisa bohong juga ke sahabatnya.
"Bohong kan?", tanya Rey memastikan.
Devan menggeleng kepalanya dan menatap mereka serius.
"Aku selesai ke toilet dulu", kata Devan pergi begitu aja.
"Jika itu benar kok Devan bisa kepisah dengan orangtuanya sejak lahir?", pikir Cia.
Andra dan Mutia mendengar percakapan mereka dan pergi menyusul Devan dan tanpa di sadari ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Di toilet
"Apa yang harus kulakukan jika bertemu Andra?", tanya Devan pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba Devan ditarik keluar dari toilet dan dilempar oleh seseorang.
__ADS_1
"Kalian mau apalagi?!", tanya Devan muak dengan kelakuan mereka.
"Tidak hanya ingin menyadarkanmu dari mimpi"
"Maksudmu apa?", tanya Devan lagi.
"Maksudnya mimpi itu jangan ketinggian!! Mana mungkin orang sampah kek kamu keturunan keluarga Mahesa ya kan teman-teman?"
"Iya hahahaha"
Devan dipukul habis-habisan hingga
"Berhenti kalian!!"
"Lihat nona keluarga ke 8 datang"
"Eh Nurul Ciara Arviz jangan sok lo mentang-mentang dari keluarga konglomerat aja lo"
"Iya tuh sok pahlawan kesiangan aja hahahaha"
"Sini maju jika berani", kata Cia.
"Jangan Cia", kata Devan.
"Gak papa kok Devan", kata Cia.
"Kalian maju habis cewek murahan itu"
Dan Cia pun dipukul habis-habisan oleh mereka hingga Cia pun nyaris pingsan.
Raya, ketua pembully tiba-tiba melempar pisau ke arah Devan namun.
"CIA", Devan melihat Cia terluka akibat lemahnya dia.
"Ah kita terlambat", kata Mutia.
"Ini gara-gara kamu tadi pake acara boker segala", kata Andra menyalahkan Mutia.
"Eh apa itu sinar di tubuh Devan?", tanya Mutia.
"Bukankah itu energi magis yang hanya dimiliki keturunan Mahesa?", kaget Andra melihat kekuatan tersebut keluar.
"Ini gawat aku harus hentikan Mutia telpon kak Ryan", kata Andra.
"Assalamualaikum ada apa? Kakak sibuk loh"
"Waalaikumsalam kak Ryan ini darurat kekuatan Devan lepas kendali ke sini cepat kak sebelum kira semua terdekat akibat kalung ini", kata Mutia.
"A-apa itu?"
"Devan?! Cia?!"
Betapa terkejutnya Sarah dan Rey melihat dua sahabatnya sudah keadaan seperti itu.
Cia masih terbaring tak berdaya dan Devan seperti lepas kendali.
"Mereka terluka Rey coba hentikan Devan aku bawa Cia dari sana", usul Sarah.
"Aku tak izinkan kalian mendekat!!", seru Andra.
"Kenapa? Ini bukan urusan kakak", kata Sarah.
"Ini urusanku Devan adikku temanmu akan baik-baik saja", kata Andra.
Mereka tidak menyangka kata Devan benar soal ia kembali ke keluarga kandungnya.
"Bagaimana Andra? Bisa di dekati?", tanya Mutia.
"Gak bisa sama sekali ini terlalu kuat", kata Andra.
Mereka tak percaya tidak ada harapan untuk menghentikan Devan maupun menyelamatkan Cia.
Tiba-tiba tubuh Cia terangkat dan luka-lukanya pun sembuh begitu pun dengan luka Devan.
"K-kok bisa?", tanya Rey dan Sarah kaget melihat fenomena tersebut.
"Minggir", kata seseorang yang baru saja datang.
"Tuan ada apa datang kemari?", tanya kepsek.
"Siapa dia?"
"Kok pak Kepsek kelihatan ketakutan begitu?"
__ADS_1
"Andra mundurlah yang lain juga biar ku urus kekuatan magis milik Devan", katanya.
"Kak Ryan baiklah", kata Andra mundur begitu juga dengan yang lain.
Ryan seperti meramalkan sesuatu dan kekuatan yang lebih besar muncul menghentikan ajukan kekuatan magis Devan.
Dan keadaan kembali seperti semula.
"Sebenarnya apa yang terjadi?", tanya Rey masih bingung.
"Kalian pernah dengar kan soal kekuatan magis yang hanya dimiliki keturunan Mahesa?, tanya Ryan.
"Iya pernah dengar rumornya", jawab Rey.
"Kekuatan itu seperti tadi", kata Ryan.
Mereka terkejut mendengarnya karena hal seperti itu mereka melihatnya langsung.
"Jadi kakak juga keturunan Mahesa?", tanya Sarah.
"Iya"
"Dia kakak tertua kami namanya Ryan Adinata Mahendra Mahesa putra pertama di keluarga Mahesa", jelas Mutia.
"Sekaligus pemilik tanah berdirinya kampus ini", tambah Andra.
"Jika sudah leluhurnya kaya pasti keturunannya juga", ucap Sarah dengan suara kecil.
"Aku kembali ke kantor dulu sisanya kau urus Andra", kata Ryan.
"Kenapa harus aku?', tanya Andra.
"Karena kau yang paling tua diantara kedua saudaramu di kampus ini", jawab Ryan berjalan pergi.
"Dasar 10001 pintu kulkas mentang-mentang paling tua", cibir Andra.
"Apa liat-liat? Bubar semua ini bukan tontonan", kata Andra.
Sejak hari itu tidak ada yang berani membully Devan lagi dan soal keturunan Mahesa yang hilang pun tersebar dan untuk kasus lepas kendali kekuatan Devan dan terlukanya Cia resmi di tutup demi reputasi keluarga.
Para pembully di skors dan pengurangan nilai.
Cia yang sadar setelah itu pun di beritahu oleh Sarah dan Rey semua yang terjadi.
"Begitu", kata Sarah.
"Oh ya bagaimana dengan Devan?", tanya Cia.
"Devan saat ini gak bakal masuk dulu karena kekuatan yang ia keluarkan terlalu besar jadi belum sadar bahkan kak Andra maupun kak Mutia tidak mau memberitahu keadaan Devan sekarang", jelas Sarah.
"Udahlah nanti Devan bakal balik lagi dan kita akan bersama lagi", kata Rey menyemangati.
"1 minggu lagi kalian akan ketemu dengan Devan", kata seseorang di depan pintu rawat inap Cia.
"Bukankah itu bertepatan dengan hari itu?", tanya Cia.
"Memang itu rencananya sekalian bakal di umumkan keturunan Mahesa lainnya", katanya.
"BTW, kakak siapa ya?", tanya Rey penasaran.
Lelaki itu tersenyum dan mengatakan namanya.
"Namaku Yudithra Rafanza Raja Julian Mahesa aku kakak Devan kalau begitu bye bye", kata Yudith lalu pergi.
"Si Devan berapa saudara banyak amat rasanya", kata Sarah pusing dengan jumlah saudara Devan.
"Kau pusing itu aku pusing soal orangtua mereka siapa? Kok bisa punya begitu banyak anak?", kata Rey ikutan pusing.
"Bukankah anak Tuan muda Andhika ada 4 yaitu 3 cewek dan satu cowok yang menghilang bersama nona muda Rahman 26 tahun lalu", kata Cia.
"Jangan-jangan mereka-"
Di ruangan lain
"1 minggu lagi dan ini semua berakhir"
"Sayang ayo makan dulu daripada kamu belum makan karena jaga Devan"
"Iya"
Suka? Tebak siapa yang bicara di akhir ya? Ku tunggu komen kalian
Jangan lupa vote dan dukungan kalian
__ADS_1
Bye bye