Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 57(s2)


__ADS_3

Maaf banget kalau ada banyak perubahan dari season 1 tapi saya usahakan ceritanya nyambung ya walau udah gak nyambung sih tapi inti konflik cerita gak berubah. Dan untuk nama-nama tokoh mohon maaf banget kalau ada yang berubah misal putri dari dokter Angga yang merupakan pengkhianat aku sendiri lupa namanya😔 jadi mohon pengertiannya aja dari kalian cerita ini udah jalan 3 tahun dan saya mau cepat-cepat menamatkannya walau jalan masih panjang. Karya ini akan menjadi karya yang memakan waktu dan sangat panjang prosesnya yang pernah ku buat. Jadi, sekali lagi mohon pengertiannya saya juga gak bisa berhenti di tengah-tengah atau revisi lagi. Karena jika saya revisi sama aja ulang dari awal dan ceritanya akan berubah total dari ini.


So, selamat membaca...


Kejadian yang menimpa Faisal membuat Arfan memperketat dan menutup koneksi mereka dari luar dan dalam ini mencegah tidak ada pihak musuh menyerang lagi. Pembunuhan yang dilakukan Fikri juga tidak ada yang tahu karena bangunan tempat ia membunuh terpencil dan semua mayat itu dibuang dan di bakar di paling dalam hutan dimana tidak ada yang berani memasuki wilayah itu.


"Sekarang kita harus membesarkan ketiga bayi ini btw mereka manis dan lucu sekali", kata Ayna sambil memerhatikan ketiga bayi yang ada di dalam tempat tidur bayi.


"Nama yang bagus buat mereka apa ya?", tanya Alma yang juga ikut berpikir.


"Neisha, Syifa, dan Haris itu nama mereka", jawab Fikri lalu mengendong salah satu dari mereka.


"Yang mana Neisha dan yang mana Syifa?", tanya Ayna.


"Yang di gendong Kiki namanya Syifa sedangkan si kecil cantik ini namanya Neisha", kata Ryan yang datang-datang langsung mengendong Neisha yang ada di tempat tidur.


"Siapa yang memberikan nama mereka?", tanya Alma sambil menganggu Haris yang tidur.


"Ibu yang memberikan nama mereka lalu Alma jangan usil ke Haris biarkan dia tidur", kata Ryan jengkel saat melihat Alma yang usil menganggu Haris.


"Ada nama Haris dan ada nama Harun besok-besok pasti tertukar tuh nama", kata cowok yang langsung menerobos lalu sengaja mendorong Alma hingga jatuh.

__ADS_1


"HARUN SAKIT NJIR LO DORONG ADIK DURHAKA", seru Alma meringis kesakitan di bagian punggungnya.


Harun tak merasa bersalah dan cowok itu melirik ke Alma sambil menjulurkan lidahnya lalu pergi membawa Haris dalam gendongannya.


"WOI HARUN DIA LAGI TIDUR LO BAWA LARI SINI GAK LO, HARUN", teriak Alma sambil berlari mengejar Harun yang sudah berlari jauh meninggalkan kamar bayi.


"Baru juga umur mereka 2 minggu udah ribut aja ni mereka", gumam Fikri dan Ryan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik-adiknya.


"Kakak gak apa-apa?", tanya Fikri pada Ryan yang masih mengendong Syifa.


"Apanya?", tanya balik Ryan. Sudut mata Fikri menatap tangan Ryan yang bergemetaran.


Ryan diam seribu bahasa lalu tiba-tiba suara keras seperti benda jatuh diiringi tangisan bayi di penjuru rumah.


"HARUN!! ALMA!! SUDAH AYAH BILANG JANGAN BERLARI DI DALAM RUMAH SAMBIL MEMBAWA HARIS!! SINI HARIS SAMA AYAH KALIAN BERSIHKAN VAS PECAH YANG KALIAN JATUHKAN!! SEKARANG!!", teriak Arfan dari lantai satu terdengar sampai ke lantai 3.


"Ayah kenapa? Teriakannya sampai ke lantai 3", kata Layla yang baru turun ke lantai 2 dari tangga menuju lantai 3.


"Biasa Harun dan Alma kejar-kejaran sampai vas pecah", kata Fikri sambil menenangkan Syifa dan Layla hanya berdeham lalu kembali ke lantai 3.


"Ngapain di lantai 3? Berenang? Menjemur? Berjemur? Bermain? Atau apa?", tanya Fikri heran melihat Layla datang dari lantai 3.

__ADS_1


"Berenang dan berjemur mau ikut?", jawab Layla lalu Fikri dengan cepat menolak dan Layla kemabali ke lantai 3.


Fikri melihat Ryan yang terus terdiam entah apa yang ia pikirkan. Karena merasa bersalah Fikri meminta maaf dan meminta Ryan melupakan obrolan mereka tadi.


"Kemana?", tanya Ryan saat Fikri meletakkan Syifa di box bayi dan berjalan pergi.


"Ada yang ingin ku urus kak", jawab Fikri lalu pergi meninggalkan kamar bayi.


"Ayo bicara sayang", kata seseorang yang berdiri di depan pintu. Ryan menoleh ke arah suara dan terkejut.


"Maura", gumam Ryan kaget.


Bersambung....


Btw dari awal eps season 2 ini sebagai info hanya flasback yang tidak di ceritakan dengan detail di season 1 hingga episode ini.


Sesuai janjiku di season 1 jika semua kejadian yang tidak di ceritakan di season 1 akan di ceritakan di season 2 jadi bersabarlah walau ini flashback ini mungkin akan panjang lagi sebelum masuk ke timeline di akhir season 1 sebelumnya.


Jadi nikmati saja prosesnya karena rasanya kepalaku mau pecah mikirin alur cerita ini ketimbang cerita/karyaku yang lain mau yang tamat atau belum tamat alias on going.


Itu aja, see you next time...

__ADS_1


__ADS_2