
**Hai para readers yang setia seperti janjiku kali ini update gila-gilaan supaya kalian pada puas dan menikmati membaca pernikahan dini.
Masih menceritakan kehidupan Anisa dan Arfan sambungan yang kemarin.
Maaf kalau gak nyambung ya tapi di usahakan gak lari dari inti permasalahan atau konflik cerita ini.
Di mohon untuk tidak mencopy cerita dan selamat menikmati.
Happy reading my readersđź’—**
Di sinilah mereka menempuh pendidikan SMP tahun tahun terakhir mereka.
"Padahal tinggal satu tahun harus pindah pasti repot ya urus semuanya sendiri", kata Anisa murung.
"Tidak usah terlalu dipikirkan fokus saja sama sekolahmu dan bayi kembar kita", kata Arfan dengan santai berjalan menggandeng tangan Anisa menyusuri koridor sekolah.
Tidak mempedulikan bisikan para siswa dan siswi di sekolah itu.
"Lihat cowok itu ganteng sekali"
"Tapi sepertinya dia sudah punya"
"Iya lihat cewek disampingnya"
"Mereka serasi"
Yah seperti itulah kata-kata mereka sepanjang jalan.
"Dasar apa sih spesialnya gadis itu? Aku lah yang paling tercantik di sekolah dan apa pun yang ku inginkan akan ku dapatkan", kata seorang perempuan yang berpenampilan er... bayangin aja.
"Za, jangan jadi pelakor deh amit-amit", kata salah satu temannya.
"Mereka bukankah tuan muda Mahesa dan Rahman? Ngapain di sini?", pikir salah satu teman dekat perempuan tadi.
Kedatangan Arfan dan Anisa membuat heboh SMP Nusantara di Yogyakarta tapi tak ada yang tahu kalau mereka adalah dua orang yang latar belakangnya gak boleh di anggap remeh apalagi Arfan yang sudah lebih dari 5 tahun terjun ke dunia mafia tepatnya masuk di mafia elang naga pada umur 6 tahun bahkan sekarang dia adalah bos mafia gelap elang naga.
Di ruang guru
"Kami terima kalian berdua sebenarnya ini melanggar aturan karena nak Anisa sudah hamil tapi", kata bu Lona selaku wali kelas mereka dan wali Arfan dan Anisa sambil melirik Arfan takut.
"Iya saya paham terima kasih kami tidak akan mengecewakan anda", kata Anisa berusaha membuat suasana gak kacau.
__ADS_1
Iya, Arfan mengancam para guru bahkan kepsek apalagi yang lebih mengejutkan adalah Arfan bahkan berani sama pemerintah yang ada di Jakarta pusat dan lebih mengejutkan cowok ini mendapatkan izin dari pemerintah pusat.
Membayangkan nya saja membuat Anisa merinding ketakutan, memang beda sekali kalau bos mafia gelap.
Anisa bahkan sempat khawatir dengan calon anaknya yang bakal punya ayah seperti Arfan.
Anisa bertekad akan mengubah 100% sifat dingin Arfan sebelum anaknya lahir takutnya bakal niru sifat Arfan yang seperti es batu bahkan hatinya bagaikan es yang sudah membeku ratusan tahun.
"Kalian akan dibawah perlindungan kami kalau ada apa-apa bilang saja ini juga demi kebaikan kalian berdua dan untuk sebagai pengalaman kalian untuk membangun rumah tangga kalian", kata Bu Lona menasihati.
"Dan ibu salut sama kalian lebih memilih berumah tangga biasanya anak seperti kalian lebih memilih aborsi daripada berumah tangga", tambah Bu Lona.
Dan setelah nasihat dari Bu Lona mereka pergi ke kelas dan tentu mereka sekelas karena permintaan Arfan secara paksa
Pihak sekolah pasrah aja dengan putra ahli waris keluarga Mahesa satu ini turuti aja kemauannya dan sekolah aman dan damai.
"Oke anak-anak kita kedatangan dua murid baru", kata Bu Lona.
Langsung seisi kelas ricuh soal murid baru.
"Apa dua orang tadi?"
"Aku berharap bisa diajak sebagai satu geng kita", kata seorang cowok yang tak lain adalah Dimas.
"Setuju ae", kata seorang cowok yang auranya humoris banget.
"Tapi, kalau kulihat mereka bukankah dari keluarga Mahesa dan Rahman? Arfan dan Anisa?", tanya seorang cowok yang memiliki sifat kepo akut.
"Ih, udah diam itu mereka", kata seorang cewek sambil menampol kepala cowok kepo akut.
"Aduh syg sakit", katanya manja.
"Sayang-sayang gigimu", katanya garang.
"Itu mereka tadi", kata seorang cewek loli yang tak lain Nanda sambil menunjuk dua orang yang masuk ke kelas yang tak lain adalah Anisa dan Arfan.
"Silakan perkenalkan nama kalian", kata Bu Lona.
Arfan dan Anisa memperkenalkan mama mereka tapi nama belakang mereka samarkan supaya gak ketahuan.
"Oke silakan duduk di bangku kosong di belakang Anisa dan Arfan kita lanjut materi kemarin", kata Bu Lona sambil menulis di papan tulis dan Arfan dan Anisa duduk di kursi belakang Nanda dan Dimas.
__ADS_1
Bel istirahat pun berbunyi dan para murid keluar berbondong-bondong ke kantin.
Sedangkan Anisa dan Arfan masih duduk di bangkunya.
"Hai, salken namaku Ratna Calista", kata seorang cewek kacamata.
"Anisa dan ini Arfan", kata Anisa membalas jabatan tangan dari Ratna.
"Nanda Putri panggil aja Nanda", kata Nanda.
"Dimas Syahputra", kata Dimas di sebelah Nanda.
"Arif Abubakar", kata Arif, cowok kepo akut.
"Rara Yulanti", kata seorang cewek yang menampol Arif.
"Vioni Ayu Lestari", kata seorang cewek yang hampir mirip Anisa tapi lebih pemalu.
"Aldi Putra Zeinaldi", kata seorang cowok yang memiliki aura yang sama dengan Arfan.
"Wah-wah semua ahli waris Keluarga yang dapat setara dengan keluarga Rahman dan Mahesa berkumpul ya mungkin aku gak ragu mengatakan siapa aku sebenarnya", kata Arfan dengan senyum smriknya.
Seketika atmosfer menjadi semakin dingin dan mereka tahu persis siapa di hadapan mereka sekarang.
"Sepulang sekolah kita main di rumahku dan ku ceritakan sesuatu yang menarik", kata Arfan dengan tatapan tajamnya dan dinginnya.
"Tapi, Arfan wanita yang mengikuti kita dari bandara Jakarta ada di sekitar rumah kita sekarang tidak tahu mau apa dia", bisik Anisa takut.
"Aku tahu, dia adalah orang yang sudah membuat kita pergi dari keluarga kita sendiri", jawab Arfan marah.
**Hai para readers ini yang terakhir kapan-kapan lagi aku update double capek ngetik nih hanya buat kalian para readers setia
Kalau kalian perhatikan lagi nih di atas teman-teman baru Arfan dan Anisa itu mereka adalah ortu tunangan Ayna dan Alma coba perhatikan lagi🤔
Dan sengaja anak Dimas dan Nanda belum muncul-muncul karena belum kepikiran namanya tapi dia seumuran sama Andra dan Mutia nanti muncul kok.
Tinggalkan jejak
Jangan lupa vote dan komen di bawah ya
See you**......
__ADS_1