Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 55(s2)


__ADS_3

Selamat membaca...


...Aku benci......


...Benci......


...Dulu saat kita bermusuhan kau selalu ada untukku dikala diriku sedih...


...Namun...sekarang......


...Saat perasaan cinta ini muncul...


...Dikala aku sedih ...


...Kini.....


...Kau pergi ntah kemana...


...~Siska~...


Kabar tentang Luna hamil langsung ditentang keluarga besar Yahya, Djafar dan Mahesa.


"Dulu Maura sekarang kamu?! Oma gak nyangka sama sekali sekarang pilih gugurkan janin itu atau pergi dari sini?!", seru nyonya besar keluarga Djafar, Dewi.


"Oma tidak oma aku tidak akan menggugurkannya janin ini tidak bersalah", ujar Luna di sela-sela isakannya sambil memegang perutnya.

__ADS_1


"Jadi kamu memilih pergi dari keluarga ini?!", seru Dewi dan Luna mengangguk.


"LUNA YAHYA KAMU TAHU SEKARANG KAU AIB KELUARGA YAHYA KAKEK GAK NYANGKA KAMU JADI BEGINI?! SIAPA COWOK BRENGSEK ITU?! MALAH LARI DIA SETELAH APA YANG IA PERBUAT", teriak Agung, tuan besar keluarga Yahya.


"Siapa namanya?", tanya Yuki, nyonya besar keluarga Mahesa.


"Faisal nyonya kalau lengkapnya Luna kurang tahu maaf", jawab Luna.


"Faisal ya kembaran pacar Siska bukan? Fikri namanya apa kembarannya mengatakan sesuatu padamu Siska?", tanya Yuki ke Siska.


"Fikri juga tiba-tiba menghilang nyonya dam aku tidak tahu kabar apapun tentang keberadaan mereka", jawab Siska sambil menunduk tak berani ia menatap nyonya besar keluarga Mahesa.


"Mereka menghilang?! Lalu kalian sekarang mau bagaimana?! Masih sama keputusanmu Luna?!", hardik Agung dengan suara lantang.


"KELUAR KAU DASAR AIB", titah Agung tegas.


"Agung kita tak boleh begini tidakkah kita mempertahankannya? Tak ingatkah kau apa yang terjadi pada Arfan, Anisa, dan Maura? Mereka menghilang setelah kita usir?! Jika kita melakukan kesalahan yang sama lagi Luna juga tidak akan kita bisa temukan lagi", pinta Yuki kepada Agung.


"Tidak ada lagi alasan silakan angkat kakimu gadis kotor kau bukan lagi bagian dari keluarga Yahya dan keluarga besar Mahesa dan Djafar lagi", kata Agung sambil menarik tangan Luna dengan kasar.


"Jika Luna pergi aku juga pergi selamat tinggal", ujar Siska dingin dan Agung mempersilahkannya. Tentu hal ini di tentang Yuki namun tak digubris oleh Agung sedangkan Dewi hanya diam seribu bahasa.


Luna dan Siska meminta izin mengemas barang setelah itu mereka pergi dari rumah bersama.


"Kalian akan menyesali ini suatu saat", kata Siska saat di ambang pintu dan mereka benar-benar pergi. Hilang.

__ADS_1


Suasana rumah menjadi sunyi dan atmosfernya mendadak dingin.


Di sisi Luna dan Siska


"Kita mau kemana sekarang?", tanya Luna dan Siska menjawab tidak tahu hingga muncul dua sosok berjalan menghampiri mereka.


"Siapa kalian?!", tanya Siska sambil melindungi Luna.


"Kami-"


Di sisi lain


"Mereka sudah menemukan mereka ternyata bagus berikan apa yang sudah ku siapkan untuk mereka sampai masalah Luna dan Faisal ku selesaikan", kata Fikri setelah itu tak lama kemudian sambungan telepon terputus.


"Maaf tuan, kita sudah sampai di lokasi orang-orang hari itu disekap", ucap seorang pria*memakai bahasa inggris*


Fikri mengangguk dan mereka berbincang dalam bahasa inggris sepanjang jalan hingga mereka tiba di lokasi.


Terlihat pintu besar dibuka lebar menampakkan beberapa orang yang ditahan. Ruangan tersebut bernuansa putih, tak ada jendela maupun ventilasi, serta dingin walaupun tak ada ac.


Fikri duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya menatap orang-orang di hadapannya dalam keadaan tangan dan kaki terikat duduk di kursi.


"Selamat malam semuanya, selamat datang di ruangan siksaan, aku mulai darimana ya permainan ini", kata sambutan dari Fikri sambil menyeringai.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2