Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
84


__ADS_3

Beberapa menit sebelum Reyhan menelpon Ryan.


Di kediaman(rumah Ryan).


Di kamar Maura


"Lelah nya, kamar sudah rapi bersih, anak-anak juga sudah tidur sekarang tinggal santai deh", kata Maura sambil merengangkan kedua tangan nya sembari melihat sekeliling nya yang bersih, perabotan tersusun dengan rapi.


"Kan gini enak"


BRAK


"Astagfirullah", ujar Maura kaget sambil memengang dada nya.


Keila mengdombrak pintu kamar Maura dengan sangat keras.


"Kak Maura!!!"


Teriak histeris Keila tiba-tiba sudah masuk kamar tanpa izin.


"Huft, Keila kira ada apa deh bikin terkejut saja ada apa? Ketuk bisa kan?!", kata Maura marah sambil berkacak pinggang menatap sangar Keila.


"M-maaf kak aku gak bermaksud begitu itu ada hal penting yang kami temukan", jelas Keila takut menatap Maura.


"Hal yang penting?", tanya Maura bingung.


"Iya kak", jawab Keila.


"Apa itu sampai kau merusak pintu kamarku", kata Maura menatap sinis Keila.


Keila menghadap ke belakang menatap pintu kamar yang hampir copot.


"Jika Ryan sampai tahu aku yang harus berhadapan dengan nya tahu aja tuh cowok serem nya gimana kalau marah besar mana pintu itu di pesan khusus dari italia di tambah di lapisi baja dan kaca untung lapisan kaca nya gak retak karena di lindungi lapisan baja. Jadi, katakan hal penting apa sampai kau merusak pintu kamarku?", jelas Maura panjang lebar.


"A-anu, itu kak soal tentang kak Ryan tapi sebelum itu kami minta maaf sudah ikut campur masalah rumah tangga kakak karena hal penting yang akan ku sampaikan berkaitan dengan masalah kak Maura dan kak Ryan baru-baru ini maaf sekali lagi atas kelancangan kami habis nya kami kepo setelah ini kami tak akan ikut campur", mohon Keila sambil meminta maaf membungkuk ke arah Maura.


"Jadi kalian mencari tahu apa yang terjadi di antara aku dan Ryan?", tanya Maura memastikan dengan nada bicara dingin.


"I-iya kak", jawab Keila ketakutan karena ia di tatap sinis oleh Maura.


Maura menghela nafas panjang berulang kali.

__ADS_1


"Apa yang kau dapatkan informasi penting? Apa informasi itu untung atau rugi bagiku?", tanya Maura.


"Pikirkan saja setelah mendengarnya", kata seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Keila.


"Reyna?" Maura terkejut Reyna tiba-tiba muncul tapi itu tak berlangsung lama Maura kembali serius menatap kedua orang di hadapan nya saat ini.


"Katakan", kata Maura dengan tampang serius nya.


"Hari di mana Ryan keluar rumah sakit dia pergi kan?", tanya Reyna.


"Iya"


"Keila sudah menyelidiki nya ternyata ia pergi ke kafe dekat rumah sakit dan Keila mendapatkan rekaman cctv kau mau ikut menonton nya?", jelas Reyna.


"Tentu saja masih kau tanya lagi ayo kita melihat nya", jawab Maura dengan api membara semangat.


Mereka pun memutar rekaman itu di kamar Maura dan Ryan.


Selang beberapa kemudian baik Maura, Reyna, dan Keila terdiam sejenak menatap laptop di hadapan mereka.


"Pada akhirnya kita tak tahu apa yang mereka bicarakan lalu sosok pria yang sepertinya seumuran dengan kita Maura dia sangat misterius", kata Reyna menatap sosok cowok asing di rekaman cctv.


"Kau benar tapi sepintas mirip Ryan juga apa perasaanku saja? Karena ini hal tak mungkin saudara kembar kalian sudah meninggal kan?", kata Maura menatap Reyna penuh tanya.


"Iya tapi ayah dan ibu sepertinya menutupi sesuatu soal Reyhan dan Rena", kata Reyna.


"Apa itu menjadi masalah besar?", tanya Keila.


"Tergantung", jawab Reyna.


"Ini benar-benar rumit akan sulit mengintrograsi Ryan", gumam Maura.


Pada akhirnya mereka tak menemukan jalan keluar namun itu tidak membuat mereka menyerah.


Beberapa hari kemudian


Citra mendatangi Maura dan Ryan di rumah.


"Asaalamualaikum permisi", kata Citra saat masuk rumah.


"Waalaikumsalam cari siapa?", tanya Laila.

__ADS_1


"Ryan dan Maura ada?", tanya Citra.


"Oh ada silakan duduk dulu ya", kata Laila.


"Iya makasih", kata Citra sembari berjalan ke salah satu sofa.


Ia pun duduk sembari menunggu. Citra melihat sekelilingnya, matanya menyipit saat menangkap foto paling besar dan di samping-samping nya.


"Ebuset si Ryan banyak banget saudaranya omong-omong Ryan anak ke berapa?", kata Citra menatap foto keluarga Mahesa.


"Aku anak pertama apalagi yang mau kau tanya".


Suara khas berat serak terdengar familiar di telinga Citra.


"Astagafirullah bikin kaget aja si lo Ryan", kata Citra loncat karena laget.


"Santai aja neng", kata Ryan memutar bola mata malas.


"Jadi ada apa?", tanya Maura to the point.


"Hadeh dasar pasangan tanpa basa-basi. Tujuanku adalah menagih utang kalian jadi kalian udah fix ikut reuni?', kata Citra sambil menghela nafas.


"Karena kau mau bantu kami dan aku gak mau berutang budi kami ikut kapan reuni nya?", kata Ryan.


"Asyik eh? Mau lihat dong dedek bayi dong", kata Citra girang sambil melompat-lompat.


"Ayo kalai gitu tapi jangan berisik ya", kata Maura menatap sangar nan tajam Citra.


"I-iya"


Mereka pergi ke kamar Ryan dan maura bermain dan beecanda tawa namun mereka tidak akan mengira hari itu akan menjadi hari akhir bagi mereka bersenang-senang.


Hari H


"Lihat!! Cewek itu centil ke Ryan!! Maura cerai aja dari Ryan kamu berhak bahagia juga!!"


"Gak!! Kalian tak akan mengerti!!! Citra kami pulang!! Maaf atas kekacauan ini nanti aku ganti"


"Maura!!! Ryan!!! Tunggu!!"


Jangan lupa vote dan terus dukung ya🙋‍♀️🥰.

__ADS_1


Semoga suka ya 🙇‍♀️.


__ADS_2