Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 32


__ADS_3

Hi balik lagi nih🙋


Masih setia kan? Cuman bilang aja bilang aja cerita pernikahan dini ini bakalan panjang dan aku masih mikirin ending yang cocok Hadi support terus ya tanpa kalian apalah jadinya cerita ini😭.


Dan sekedar info aja nih nanti ku buatkan cerita khusus Ryan dan Maura tapi masih rahasia kapan rilis nya(ini aja belum kelar) tapi insyaallah Ada kok pas pertengahan chapter cerita ini doakan aja seh at selalu dan kalian juga para readers tercinta jangan bosan-bosan ya baca nya.


Dan satu lagi kalau nanyak kenapa cerita lain gak update2 aku gak Ada ideas buat lanjutin tapi di usahakan kok.


Ok kita kembali ke cerita semula👍👏


Beberapa bulan kemudian


" Tuan muda", panggil pak Leo.


"Ya ada apa? ", tanya Arfan.


" Nyonya muda pingsan", kata pak Leo.


Seketika Arfan khawatir dan pergi bergegas menemui Anisa takut kenapa-kenapa.


Di rumah sakit


"Ayah", panggil Alma sambil memeluk Arfan.


" Kenapa sayang? ", tanya Arfan.


" Ibu kenapa? ", tanya Alma dengan wajah imutnya.


" Gak kenapa-kenapa sayang", kata Arfan sambil tersenyum kecil.


Ryan yang melihat ayahnya khawatir juga karena ayahnya belakangan ini kerja lembur.


60 menit kemudian terdengar suara pintu di buka dan muncul sosok seorang dokter dan suster.


"Dokter Angga gimana? ", tanya Arfan khawatir.


Kalian tanya kenapa dokter Angga Ada di Jerman? Karena tugas nya memang sedang di luar negeri, Jerman.


" Anisa baik-baik aja hanya butuh istirahat total", jelas dokter Angga.


"Kalau begitu permisi", pamit dokter Angga di susul para suster.


Arfan memasuki ruangan itu yang bernuansa Putih.

__ADS_1


" Ar", panggil Anisa.


"Hm? "


"Anak ini gak bersalah jangan aborsi kau mau kan? Rawat dia bersama-sama? ", tanya Anisa namun tidak di jawab oleh Arfan.


Ryan hanya menyimak orangtuanya bertengkar soal adiknya.


Sedangkan Reyna? Reyna pergi menemani Faisal, Anya, Fikri, dan Alma main di taman.


" Ayah", panggil Ryan.


"Kenapa Ryan? ", tanya Arfan agak dingin.


" Aku keluar dulu mau main", kata Ryan pamit.


"Pergilah", kata Arfan lebih dingin.


Dan Ryan segera pergi meninggalkan ruangan itu.


" Kau jangan dingin pada Ryan", mohon Anisa.


"Kau yang duluan", ucap Arfan dingin dan mental Anisa tajam.


" Jangan", Anisa berusaha mundur Meng hindari Arfan yang sudah mulai gila.


"Kau mau kemana? Urusan kita belum selesai sayang", kata Arfan pelan sambil mendekat kearah Anisa.


" Jangan mendekatiku Arfan kau, KAU BUKAN SUAMIKU YANG KU KENAL!! MENJAUHLAH DARIKU", teriak Anisa sambil menendang itu nya Arfan.


"Akh, dasar kau jangan menjadi istri durhaka Anisa kau mau aku gak bisa memiliki keturunan?! Sini kau!!!", sergap Arfan dan dengan brutalnya menahan Anisa sampai tidak bisa bergerak.


Anisa merasakan Ada yang aneh di bibirnya dan hanya bisa pasrah saja.


Di ruang lab


" Bagaimana? ", tanya Ryan.


" Hanya perlu tunggu hasil saja ", kata dokter Angga.


" Berapa lama sampai hasilnya keluar? ", tanya Ryan lagi.


" Satu minggu", kata dokter Angga yang sudah berkeringat dingin.

__ADS_1


"Baiklah hubungi lagi kalau hasil tes nya sudah keluar", kata Ryan sambil berjalan keluar meninggalkan lab.


" Astaga ku kira aku akan mati", kata dokter Angga lega.


"Akhirnya bisa bernapas Ryan sama persis dengan Arfan", gumam dokter Angga.


Tiba-tiba terdengar ponsel berdering.


" Eh copot, siapa sih? ", tanya dokter Angga kesal.


" Halo kenapa? ", tanya dokter Angga.


" Ayah ini aku", kata orang yang nelpon.


"Ridho, ada apa? ", tanya dokter Angga.


" Aku cuman bilang mereka ada pergerakan terbaru lagi", kata Ridho.


"Bagus tetap awasi saja sampai Arfan menjalankan rencananya jangan bergerak sembarangan", kata dokter Angga memperingati.


" Baik ayah ", kata Ridho dan sambungan telepon terputus.


Beberapa minggu ber lalu


" Ayah ", kata Anya panik.


" Kenapa? ", tanya Arfan.


" Sepertinya ibu mau melahirkan", kata Anya.


Arfan terkejut mendengarnya dan langung pergi mem bawa Anisa ke rumah sakit.


Di rs


"Arfan tenanglah kondisi Anisa saat ini tidak me mungkinkan lahiran normal harus cecar", kata dokter Angga.


" Lakukan apapun asalkan mereka selamat", kata Arfan yang sudah emosian.


"Tenanglah ayah", Reyna berusaha menenangkan Arfan, ayahnya.


Apa yang akan terjadi pada Anisa? Anak siapa sebenarnya yang dikandung Anisa? Apakah Arfan atau Niko? Mari berpikir😁.


See you👀

__ADS_1


__ADS_2