Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 30


__ADS_3

Hai semua🙋


Maaf lama ya lgi gak ada ide nih sebelumnya tapi kali ini akan ku lanjutkan yang sebelumnya.


Pasti pada penasaran kan? Tapi ingat ya cerita ini hanya hiburan dan first belakang jadi gak usah dibawa serius ya😏


Dan makasih yang udh me nunggu setia cerita kisah ini yang mungkin ada sequelnya, mungkin aja😏.


Tanpa basa-basi cus lanjut cerita ini dan jangan lupa support nya ya semua.


Selamat membaca🙋


2 minggu berlalu dan Laura dan Raka sering mengunjungi rumah Anisa dan Arfan.


Di kampus


"Laura", panggil Clara.


" Ya"


"Akhir-akhir ini kau ke mana? Setiap aku telpon ada  suara tangisan loh", kata Clara curiga.


Laura bingung mau bilang apa, ia melihat sekelilingnya Anisa tidal ada.


" Itu saudara jauh ku kebetulan ada anak kecil", jawab Laura bohong dan Clara percaya aja.


"Ya udah, ayo ke kantin", ajak Clara.


" Ayo"


Di tempat lain


"Ar", panggil Raka.


" Ya? ", jawab Arfan yang masih fokus di HP nya.


" Apa tidak apa membiarkan Niko mendekati Anisa? ", tanya Raka.


" Selama dia gak ngapain-ngapain Anisa", jawab Arfan yang masih fokus di HP nya.


"Tapi kalau dilihat-lihat Niko bakal rebut Anisa darimu? Aku khawatir dengan kalian", kata Raka merenung.


Arfan yang masih asyik dengan HP nya dan Raka merasa jengkel dengan tidak direspon sama cowok beranak 6.


" WOI BUDEG!! DENGAR GAK SIH?! MAIN HP MULU!! DASAR PAPA MUDA BERANAK ENAM!!! ", seru Raka jengkel.


Seketika Arfan terdiam dan berbalik badan menatap horor Raka.


" DENGAR KOK SITU JOMBLO NGENES KAU TAHU? KALAU NIKO MACAM-MACAM AKAN KU PASTIKAN DIA BAKAL PULANG DENGAN RASA MALU TERDALAM SEPERTI DARI NERAKA AMAT PEDIH DAN MUNGKIN LEBIH SERU BUAT DIA TIDAK ADA MUKA DI NEGARA INI", ucap Arfan dengan nada khas menyeramkannya.


Raka seketika ciut tak berkata-kata karena kata-kata dan tatapan horor khas Arfan.

__ADS_1


"I-iya s-sellow aja b-bro duluan ya ada kerjaan lain", kata Raka dan langsung pergi meninggalkan Arfan sendiri.


" Aku juga khawatir dengan nya", gumam Arfan.


Di kantin


"Di mana Anisa? ", tanya Clara.


" Ntahlah Tiba-tiba hilang mulu tuh anak", kata Laura.


Di toilet


"Uh kenapa ya? Akhir-akhir ini aku mual mulu tapi gak keluar apa-apa? ", bingung Anisa.


" Kayaknya masih Ada tuh alat pake aja kali ya mungkin aja kemarin jadi kan dah beberapa minggu sih", kata Anisa sambil mengeluarkan alat yang ia maksud dan berbalik ke toilet dan mencobanya.


Tanpa di sadari ada sesosok laki-laki memerhatikan Anisa.


"Alat apa tadi di keluarkan Anisa? ", pikir nya.


Di tempat Arfan


" Kok aku khawatir sih? Cari Anisa ah", kata Arfan khawatir dan gelisah.


Di kantin


Terlihat ramai di meja Laura dan Clara ribut.


Dan Arfan menerobos kerumuman orang-orang untuk melihat dengan jelas.


Terlihat Raka ribut dengan Laura dan Clara berusaha melerai.


" Dah dah, Ada apa sih? ", tanya Arfan melerai dengan satu Jitakan di kepala.


" Aku cuman mau gabung di meja ini", kata Raka memelas.


"Sana masih ada tempat kosong! Ngapain di sini?! Hah?! ", sewot Laura.


Dan masih berlanjut mereka ribut lagi dan Arfan yang geram susah tidak tahan dan mengebrak meja.


" CUKUP DIAM SEMUA!! AKU MAU TANYA DI MANA ANISA?! ATAU MAU KU PATAH-PATAHIN KALIAN?! HA?! ", marah Arfan yang sudah kehabisan kesabaran.


" Santai dong dasar papa muda", kata Laura keceplosan.


"Maksudnya apa ya? Arfan sudah punya anak? Tapi dengan siapa? ", tanya Clara penasaran.


Seketika Laura membisu dengan menatap Arfan takut-takut.


" Dasar mulut ember iya aku dah menikah", ngaku Arfan.


Clara langsung terdiam tidak tahu berkata apa.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau masih mendekati Anisa? Anisa tahu ini? Lebih baik kau tinggal kan Anisa biarkan Anisa bersama Niko", kata Clara.


" Clara", panggil Laura.


"Apa? Benar kan? Anisa berhak bahagia juga", jawab Clara.


" Justru Anisa lah istri Arfan mereka dah punya 6 anak sekarang", kata Raka.


"Jadi di telepon suara anak-anak? ", tanya Clara.


" Anak ku", jawab Arfan.


"Kenapa tidak bilang? ", tanya Clara.


" Sengaja, keluarga Mahesa dan Rahman pasti menemukan kami aku tidak mau pisah dari Anisa apalagi meninggalkan anak-anak kami", jawab Arfan.


Clara paham tapi ia khawatir dengan Anisa saat ini karena Niko pasti apa-apain Anisa.


Di toilet


Terlihat Anisa bahagia karena ia positif hamil lagi.


"Ini pasti menjadi hadiah terbaik buat Arfan", gumam Anisa.


Dan saat keluar sosok itu sudah menculik Anisa.


Kembali lagi ke kantin


" APA?! KAU DAN NIKO BERENCANA MEMISAHKANKU DENGAN ANISA?! TAPI KENAPA?! ", seru Arfan marah sambil mengebrak meja.


" Maafkan aku akan ku bantu kau mendapatkan kembali Anisa", kata Clara menyesal.


"KALAU SAMPAI PUTRA TERTUAKU TAHU INI AKU TIDAK AKAN TANGGUNG JAWAB DIA GEBRAK KAU DAN NIKO", ancam Arfan dan pergi meninggalkan kantin.


" Sudah kami akan bantu juga", hibur Laura.


"Jangan nangis nanti akan ku kasih permen", kata Raka dan alhasil mendapat Jitakan Dari Laura.


" Clara bukan anak kecil", geram Laura.


"Ya kan cuman hibur doang", keluh Raka.


" Makasih ya udah hibur aku juga akan membantu malam ini di hotel  A kita bertemu jam 19.00", kata Clara.


Di depan meja mereka terdapat 2 anak kecil.


"Kak gimana? ", tanya sang adik.


" Gimana lagi kalau ibu kenapa-napa mereka akan hancur sampai ke akar-akarnya", jawab sang kakak.


Gimana? Tambah seru gak? Maaf lama seminggu lalu ujian akhir dan di saat mau lanjut nulis hilang mulu ide nya.

__ADS_1


Untuk sementara begini dulu selamat membaca


__ADS_2