Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 23


__ADS_3

Yo guys balik lagi nih benar-benar saya lagi semangat dan rajin mau update jadi update extra nih sesuai saya bilang sebelumnya.


Saya bikin ini malam loh bahkan tengah malam dan di publish saat dapat wifi doang😭


Yah gitu aja kita lanjut lagi oke ini dia.


...Selamat membaca...


Di depan kamar 199


"Daniel", panggil Anisa yang teihat sempoyongan.


"Ya syg?", tanya Daniel yang terlihat tenang.


"Aku kan mau pulang kenapa kesini?", tanya Anisa.


"Aku udah minta izin sama keluargamu dan kau akan istirahat di sini aja", kata Daniel namun Anisa tak percaya.


Anisa berusaha memberontak dan Rosa muncul untuk membantu Daniel membawa Anisa masuk.


"Rosa? Apa maksudnya ini?", tanya Anisa terkejut walau begitu pengaruh obat tetap saja lebih kuat dan Anisa sudah tidak kuat lagi.


Sedangkan Arfan yang berjalan menuju kamar 199 ingin memastikan perkataan Chelsea dan Ridho benar atau tidak.


Ia melihat Daniel dan Rosa berusaha memaksa seorang gadis masuk ke kamar itu dan ia melihat gadis itu tak asing baginya.


"Anisa Rahman? Apa maksudnya ini?", pikir Arfan marah.


Arfan berjalan cepat kearah mereka berusaha menghentikannya namun ia melihat Daniel menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya dan karena tak berdaya ia pun pingsan.


Hal terakhir yang dipikirkan Arfan adalah perkataan Ridho dan ia bertekad akan membalas ini semua berkali berlipat-lipat.


Keesokan harinya


Anisa terbangun dan melihat dirinya tak berbusana dan melihat ke sebelahnya ada seorang cowok tertidur tapi wajahnya tak asing.


Cowok itu terbangun dan Anisa menangis sejadi-jadinya karena ia tak perawan lagi.


(Yah ku skip aja kalian udah tahu pembicaraan mereka dan dikurungnya Anisa).


Malam di mana Arfan membawa Anisa kabur dari balkon kamar Anisa.


"Kita mau ke mana?", tanya Anisa.


"Menemui mereka dan pergi dari kota ini", kata Arfan sambil menggandeng tangan Anisa.

__ADS_1


"Ar", panggil Anisa takut.


"Ada apa?", tanya Arfan.


"Wanita itu bukankah dia adalah musuh bebuyutan keluarga Mahesa?", tanya Anisa takut sambil memengang erat ujung baju Arfan.


"Aku takut Ar, wanita itu terus mengikuti kita", ujar Anisa yang semakin ketakutan.


Arfan langsung mengendong Anisa dan mengambil jalan pintas juga mengelabui wanita yang mengikuti mereka.


"Awas saja gara-gara mereka rencanaku gagal total lihat saja akan kuhancurkan mereka semua hingga ke akarnya", teriak wanita itu.


Di gang sempit Arfan dan Anisa sedang bersembunyi dan melanjutkan perjalanan mereka saat wanita itu sudah tidak ada.


Anisa dan Arfan pergi ke salah satu kafe untuk bertemu mereka.


"Arfan siapa yang akan kita temui?", tanya Anisa yang mengekori Arfan dari belakang.


"Kau akan terkejut itu mereka", kata Arfan sambil berjalan kearah dua orang sepasang.


"Kalian?! Kok bisa?", tanya Anisa terkejut melihat Ridho dan Chelsea.


"Ceritakan semuanya yang kalian ketahui",Ā  kata Arfan dengan tatapan tajamnya.


"Wanita tua itu adalah bencana bagi kita Anisa kau tahu siapa dia bagi keluarga Mahesa dan keluargamu dan maaf sudah membuat kalian terlibat dalam masalah ini", kata Chelsea dan melirik Ridho.


"Lalu sekarang bagaimana cara menghadipinya? Aku sekarang mengandung keturunan Arfan", kata Anisa khawatir.


"Tenang saja kata Arfan dia sudah urus semuanya sebelum membantumu melarikan diri", jawab Ridho.


"Aku dan Anisa akan meninggalkan Jakarta dan pergi bersembunyi hingga rencanaku sangatlah matang dan di saat itulah akan ku keluarkan kartu AS ku", kata Arfan dingin.


"Kalian bagaimana? Wanita itu akan menemukan kalian kalau terus di sini", kata Anisa khawatir.


"Aku dan Chelsea akan pergi meninggalkan Jakarta dan pergi jauh tapi aku akan kabari kalau ada apa-apa", kata Ridho.


"Dan satu hal lagi lebih baik kau tambah pasukan Arfan dan saranku kembalilah ke elang naga", tambah Ridho.


"Aku tahu itu, itu sebabnya aku ke kota itu", kata Arfan.


Flashback off


Kembali ke waktu sekarang


"Jadi, kau sengaja ke kota Yogyakarta hanya untuk bertemu dengan kami?", tanya Arif.

__ADS_1


"Iya, bahkan kenapa Anisa bisa lanjut sekolah? Itu karena aku melakukan sesuatu sampai pemerintah dan sekolah memberikan izin", kata Arfan bangga.


"Iya kami paham", kata mereka dengan nada membosankan.


"Tapi kau tahu kan? Di sekolah kita ada putri gubernur", kata Rara khawatir.


"Iya, Zaena itu licik dan apa pun yang ia mau wajib ia dapatkan", kata Vioni.


"Heh, kalau dia menginginkan Arfan dia harus berhadapan denganku dulu", kata Anisa dengan aura menakutkan.


"Seperti kata pepatah jangan membangunkan kucing yang sedang tidur", gumam Dimas takut.


"Yang tadinya polos berubah menjadi garang", kata Aldi.


"Jadi, kalian mau menikah? Kapan?", tanya Ratna.


"Kalian mau jadi saksinya? Kalau mau lusa di masjid dekat sini", kata Arfan tenang.


"Ni orang benar-benar siap memikulnya", pikir mereka sambil menatap Arfan malas.


Lusanya, acara diadakan di masjid dekat rumah mereka dengan Bu Lona beserta suaminya, Pak Hendri juga teman-teman mereka, pak RT dan ustadz tak lupa penghulu.


Arfan hanya mengucapkan satu kali ijab qabul dan diikuti para saksi dan membaca doa.


"Sekarang kalian resmi suami istri", kata sang penghu.


Anisa mencium tangan Arfan dan Arfan mencium bagian kening Anisa.


Semuanya bahagia hari itu dan hari itu merupakan pernikahan Arfan dan Anisa seumur hidup.


Awalnya mereka bahagia hingga Zaena berulah ke Anisa.


"Lihat bajuku jadi kotor kan!!! Ganti!! Dasar gadis kampungan", kata Zaena.


"Berpakaian aja gak tahu dan gak usah kegatelan dekati Arfan kau tuh gak pantas", kata Zaena dan pergi begitu saja sambil mendorong Anisa keras.


"Akh, aduh sakit dasar cewek cabe kau yang gak pantas buat Arfan karena Arfan sudah menjadi milikku", kata Anisa marah.


Anisa merasakan sakit di perutnya dan Arfan menemukannya.


"Anisa"


Hahaha... gimana? Menurut kalian apa akhir dari si cabe Zaena ini? Hm sengaja awalnya gak diceritain masa-masa mereka sebelum punya anak karena konflik dan gak terlalu penting tapi yah sepertinya perlu diceritakan.


Nikamti aja dan stay home

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komen


See you.....


__ADS_2