Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 32(s2)


__ADS_3

"Nona Reyna jangan nona tuan sedang istirahat nona!!"


"Berisik!! Jangan halangi aku!! Minggir kalian semua atau ku patahkan tangan dan kaki kalian!!", seru Reyna marah.


"T-tapi nona"


"Minggir ku bilang", seru Reyna sambil memukul wajah salah satu bodyguard yang berusaha menghalangi nya.


"Nona!!"


Namun Reyna pura-pura tidak mendengar teriakan pengawal itu dan terus berlari menuju ruang kerja ayah nya.


"Aku tak ada waktu meladeni mereka semua informasi ini lebih penting ku sampaikan ke ayah daripada yang lainnya", pikir Reyna terus berlari tapi kali ini lari nya lebih kencang dari yang tadi.


Sesampainya alih-alih mengetuk pintu cewek itu langsung mendobrak nya keras.


"Aku sudah dengar kamu membuat keributan ada apa sanpai melakukan kehebohan di rumah dan datang padaku? Aku harap kau memberiku jawaban yang sesuai nona muda", kata Arfan sambil melirik tajam ke arah Reyna dan ia berjalan ke kursi nya dan duduk.


Reyna menelan ludah saat ia di lirik begitu tajam nan dingin tapi tatapan ayah nya yang menusuk itu tak dapat membuat Reyna goyah walau sebenar nya ia sangat ketakutan saat ini.

__ADS_1


Reyna mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya begitu berulang kali.


Setelah ia merasa lebih lega Reyna menatap ayah nya serius.


"Oh? Aku harap apa yang kau katakan akan berguna jika tidak kau akan tahu akibat nya paham?", kata Arfan dengan tatapan penuh intimidasi.


"Tidak akan mengecewakan ayah kok", kata Reyna percaya diri.


"Kalau begitu katakan", kata Arfan menatap serius Reyna.


"Aku mendapat informasi dari perusahaan Vincet jika Ryan membatalkan semua meeting dengan klien lain demi projek nya dengan orang-orang misterius dan hanya satu orang aku berhasil lacak dia adalah Vero Yahya aku tidak tahu apa yang di rencanakan Ryan dan Vero tapi masalah nya jika sampai Vero tahu keberadaan kita bagaimana itulah yang ku khawatirkan ayah aku sungguh tidak paham jalan pikiran Ryan akhir-akhir ini dia lebih menutup diri di bandingkan sebelum nya dan sejak ia keluar dari rumah sakit ada yang tidak beres sedang terjadi dan pasti hanya di ketahui oleh Ryan seorang bahkan Maura pun tak tahu Ryan benar-benar berubah", jelas Reyna panjang lebar.


"Tidak berubah kata ayah? Ayah coba jelaskan padaku bagian mana Ryan tidak berubah? Dia benar-benar orang lain bagiku tidak seperti biasa nya", kata Reyna tidak terima.


"Reyna kau itu lahir bersama dengan Ryan ke dunia tapi kenapa kau masih tidak menyadari nya juga? Ryan tidak berubah dia memang licik dan akan melakukan segala cara demi melindungi orang-orang yang ia sayang sekali pun nyawa taruhan nya dia tidak akan takut mati demi orang yang ia sayangi", jelas Arfan sambil menatap Reyna lembut.


"Tapi ayah"


"Soal Vero dan satu orang misterius yang kau kirimkan ke ayah beberapa hari lalu akan ayah selidiki tapi sayang coba kamu pikirkan lagi memang nya Ryan pernah mau berkorban demi orang yang ia tidak kenal tentu tidak kan? Dia hanya akan berkorban dan melindungi orang yang ia cintai dan sayangi Reyna ayah percaya Ryan pasti sedang melindungi keluarga ini dan orang yang mirip kalian memang benarĀ  ada sesuatu yang janggal terjadi setelah Ryan keluar dari rumah sakit tapi dialah yang paling tahu apa yang kita tidak kita ketahui dan kita biarkan semua ini terjadi saja seakan tidak terjadi apa-apa pun tapi ingat jangan lengah musuh selalu di sisi kita paham?", jelas Arfan.

__ADS_1


Reyna pun mengganguk paham dan pamit undur diri dan meminta maaf sudah membuat keributan.


"Maaf ayah sudah membuat keributan dan permisi terima kasih atas waktu nya ayah", kata Reyna dengan sopan.


"Iya hati-hati", pesan Arfan.


"Iya ayah"


Setelah Reyna keluar dari ruangan atmosfer di ruangan itu seketika dingin.


"Reyhan Azkar Raditya Musafa Mahesa kali ini akan ku biarkan kau menjalankan rencana nya bersama Ryan dan Vero proyek itu harus berhasil ini demi kemakmuran keluarga Mahesa ke depan nya", gumam Arfan sambil melihat profil dan data-data Reyhan yang sudah ia kumpulkan beberapa hari ini.


"Ryan aku tahu kau akan melakukan nya demi melindungi adikmu rasa sakit hati mu saat kehilangan adik-adikmu yang meninggal dan hilang sudah membuatmu tumbuh seperti sekarang tapi musuh terbesarmu suatu saat akan menghancurkanmu perlahan aku harap kau belajar dari kesalahanmu dulu tapi juga aku tak bisa memaafkan kamu yang menyembunyikan hal seperti ini dariku awas kamu saat pulang", pikir Arfan sambil mengepalkan tangannya.


Jangan lupa vote dan komen ya makin seru aja andai saya bisa mengganbar saya lebih memilih membuat nya dalam bentuk komik saja tapi berhubung gak biss gambar yah buat dalam bentuk novel aja.


Makasih atas dukungan nya ya doain semoga cerita nya banyak di kenal lebih banyak orang dan bisa mendunia juga.


See you...

__ADS_1


__ADS_2