Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 41(s2)


__ADS_3

Di dapur


"Menurut kalian kota kelahiran ayah dan ibu seperti apa?", tanya Diandra sambil membayangkan nya.


"Kota Jakarta? Katanya sih gede lalu padat lalu lintas emang kenapa?", kata Mutia yang juga ikut penasaran.


"Aku pengen ke sana hehehe", ujar Diandra sambil tersenyum malu.


"Ayah pasti gak izinin kau pergi keluarga ayah maupun ibu gak ada yang bener", kata Andra sinis.


"Ah masa? Kalo kita kunjungi mana tahu kan?", tanya Diandra memanasi-manasi Andra sambil tersenyum meledek.


"Pokoknya TIDAK", kata Andra sambil menekankan kata tidak.


"Ih gak seru amat deh kau", sindir Mutia.


"Bodo", ujar Andra pergi meninggalkan mereka berdua di dapur.


"Mutia", panggil Diandra.


"Hm", sahut Mutia sibuk mengaduk-aduk susu vanila nya.


"Apa ada cara kita ke Jakarta?", tanya Diandra dengan rasa penasaran nya menatap Mutia penuh harapan.


"Yah...(sambil melirik Diandra sebentar) aku gak tahu pasti cara nya andai kakak kulkas itu mau membantu", kata Mutia dengan di selimuti api membara.


"Maksudnya Andra?", tebak Diandra.


"Iyalah siapa lagi coba gimana sih cara mencairkan es nya? Di ajak main malah asyik dengan buku atau game nya huh ku doain meleleh dia nanti gara-gara jatuh", cerocos Mutia.


"Jangan gitu dong", kata Diandra sambil tertawa kecil.


"Cabut yuk", ajak Mutia dan Diandra mengangguk mengikuti Mutia.


Di sisi lain


"Uhuk uhuk hoek", Nizar tidak berhenti muntah darah lagi.


"Homescholling aja deh dek kau harus ke rumah sakit supaya sembuh", ujar Riko sambil mengusap punggung Nizar.


"Aku baik-baik aj-hoek", Nizar lagi-lagi muntah lagi.


"Udah enakan?", tanya Riko khawatir karena kesehatan Nizar memburuk akhir-akhir ini.


"Udah kak", jawab Nizar lega.


"Seengaknya ke rumah sakit", kata Riko tetap khawatir sambil mengelap sudut bibir Nizar yang keluar darah terus.


Nizar menundukkan kepalanya termenung dalam pikiran nya.


"Aku-"


"Hm? Kenapa? Ada yang sakit?", tanya Riko khawatir sambil memegang pundak Nizar.


"Aku gak suka di rumah sakit!! Sejak lahir aku selalu bolak-balik rumah sakit!! Kak Riko gak akan mengerti!!", seru Nizar dengan berlinang air mata.


"Nizar- Nizar dengar dulu dek", ujar Riko berusaha menenangkan Nizar.


"GAK", tolak tegas dari Nizar.


"Riko gak papa biar aku saja", kata seseorang di belakang Riko.


"Kak Ryan?!", seru Riko kaget karena Ryan tiba-tiba muncul di belakang nya.


"Kak r- Ryan?! Kakak juga gak bakal mengerti sampai kapan pun!!", teriak Nizar di sela-sela nafas nya yang terengah-engah.


"Ada hal yang gak kau ketahui Nizar aku sejak lahir tinggal di rumah sakit tanpa mengenal dunia luar selama 2 tahun", kata Ryan dingin.


Kata-kata itu menusuk dan memiliki makna sedih dan kesepian. Nizar menatap mata kakaknya itu mencari jika ada kebohongan namun ia merasa kakaknya itu sama sekali tidak berbohong.


"Kali ini mendengarlah Nizar hanya sekali ini kalau kau mau menjalani pengobatan pasti sembuh nah kalo Nizar sembuh Nizar bebas mau melakukan apapun gak ada larangan lagi", jelas Ryan lembut dan Nizar pun mengangguk setuju kali ini.

__ADS_1


Sejak hari itu Nizar menjalani perawatan dan pengobatan kanker darahnya. Di rumah sakit Nizar bertemu seorang gadis yang menyukai puisi-puisi buatan Nizar.


"Apa kau ingat pertama kali kita ketemu?", ucap sang gadis menatap wajah Nizar yang pucat.


"Iya di taman ini kan? Saat itu kau tertarik dengan puisi ku sampai-sampai kau meminta di buatkan puisi juga", jawab Nizar sambil tersenyum.


"Iya, omong-omong buku apa itu?", tanya sang gadis sambil melirik buku kecil milik Nizar.


"Ini? Rahasia", jawab Nizar sambil tertawa kencang dan sang gadis memukul lengan Nizar pelan.


"Ih gak lucu", ujar sang gadis sambil berteriak.


"Besok aku keluar tapi apakah kita akan bertemu kembali?", tanya sang gadis penuh harap.


"Iya", jawab Nizar singkat. "Janji ya? Saat kau sembuh ayo bermain", katanya dengan wajah berseri-seri.


"Janji", ucap Nizar dan mereka pun janji kelingking.


Siapa sangka pertemuan itu adalah perpisahan selamanya.


Hingga......suatu hari......


"KKKYYYAAAAAA", seru Diandra terkejut melihat sosok pria yang sudah membunuh Nizar dengan bantal sedang menatap Diandra bagai ancaman baginya yang bisa saja kapanpun di manapun membunuh Diandra.


Segera Diandra berlari sejauh mungkin dan pembunuh itu mengejar Diandra di koridor rumah sakit.


Pihak rumah sakit tidak tinggal diam dan ikut mengejar pembunuh itu. Seketika suasana rumah sakit ricuh di buat heboh dengan aksi kejar-kejaran ekstrim.


Di sisi lain


Nizar masih memiliki kesadaran namun ia sudah dalam keadaan sekarat.


Ia berlari sekuat tenaga berencana menangkap pria tadi.


Suntik, kursi roda, dan lain-lain alat-alat di rumah sakit di buat acak-acakan seperti kapal pecah. Tak lupa para pasien, perawat dan staf, serta pengunjung ikut dan ada beberapa di evakuasi ke tempat aman.


"Woi!! Sini lo bangsat", ucap nenek tua sambil memukul kepala pasien lain(dalam bahasa jepang).


Tak kenal musuh ataupun kawan rumah sakit itu sudah menjadi medan pertempuran. Entah darah siapa semuanya kacau dan saling menghajar satu sama lain.


Di lain sisi


"NIZAR", teriak Ryan mencari Nizar karena bocah itu tidak ada di dalam kamarnya.


"Ke mana bocah itu?", pikir Ryan tiba-tiba semua orang berlarian menghindari sesuatu.


"Ada apa?", tanya Ryan dalam bahasa Jepang.


"Itu- itu ada pembunuh dan pasien anak laki-laki mereka ingin membakar rumah sakit ini!!", jawab nya ketakutan dalam bahasa Jepang.


"Thank's you", ucap Ryan berlari masuk berusaha menghentikan tindakan gila adiknya.


Sisi Nizar


"Ayo mati bersama pecundang", ucap Nizar dingin.


"Kau yang sekarat ini mau membunuhku? Hahaahahaa", kata pria itu sambil tertawa puas.


"Lihatlah dirimu nak kau sudah kehabisan darah dan hanya menungu kematian memanya kau yang saat ini dapat membunuhku?", kata pria itu sombong.


"Pasti bisa!!", ucap Nizar percaya dan bersamaan ia melempar korek api dan seketika membakar seisi rumah sakit.


"DASAR BOCAH GILA", seru pria itu bersiap dengan pisau nya maju menyerang namun tangan nya di tahan dan pisau itu menggores sedikit tangan orang itu.


"Kak Ryan?!", seru Nizar terkejut dengan kehadiran kakak sulung nya itu.


"Maaf terlambat adikku kakak akan menyelesaikan ini di sini", kata Ryan sambil menendang perut pria itu.


"Tangguh juga kau, bagaimana dengan ini?!", pria itu maju melayangkan pisau nya Ryan dengan mudah menghindari serangan pria itu.


Pertarungan itu berlangsung sengit walau Ryan tidak bersenjata ia mampu melawan pria itu.

__ADS_1


"Cukup main-main nya pak tua selamat tinggal", bisik Ryan sambil menusuk perut pria itu dan menarik pisau yang ia berhasil rebut.


"T- tidak mungkin aku t- tidak boleh m-mati di si-ni harus lari", kata pria itu sambil berlari pergi menuju jalan keluar sebelum jalan itu tertutup dengan reruntuhan.


Sedangkan Nizar keadaan nya sudah tidak dapat di selamatkan.


"NIZAR", kata Ryan sambil membantu Nizar berjalan mencari jalan keluar lain karena area sudah di penuhi api.


"C- cukup kak hah ak-u sudah lelah aku juga akan mati di sini mungkin hanya sampai sini saja kisahku", ucap Nizar di sela-sela nafasnya.


"Kau harus bertahan bukankah kau memiliki impian?! Kau mau menyerah?", kata Ryan sambil memeluk tubuh adiknya itu.


"Tentu saja tidak kak hanya saja aku terlalu lelah saja", kata Nizar.


"Ayo lewat sini", kata Ryan sambil mengendong Nizar.


Mereka terus berjalan mencari jalan keluar namun semuanya tertutup yang tersisa hanya sebuah jendela di pojokan.


"Haruskah?", pikir Ryan sambil memandang jendela itu.


Tiba-tiba tubuh Ryan terdorong pelan. Ryan menengok ke belakang Nizar berada di tengah-tengah reruntuhan yang jatuh.


"K- KENAPA?! KENAPA KAU SAMPAI SEGININYA?!", teriak Ryan sambil menahan tangis hingga suaranya terdengar serak.


"K-k-kkkakak aku pu ny a permin ta an ak u perca ya ka kak akan hidu p la ma maka ny a bawa ini kak temui gadi s yang ku tem ani selama ini pada hal ak u suda h janj i bakal ketemu lag i da n mem berikan ini pad a nya tapi seperti ny a it u hanya om ong kos ong titip ya kak dan salam serta maaf ku ya n g tida k menem pat i jan ji dia gadis ya ng ku suka sayang nya gak kesam pai an ya yah gak pa pa aku cu ku p sena ng sekar ang", kata Nizar agak kesusahan bernafas.


Tiba-tiba Nizar bangkit dan mendorong tubuh Ryan melewati jendela.


Api menyebar mengelilingi rumah sakit dan Nizar pun tersenyum memandang langit malam.


"Angel, maaf dan terima kasih atas semua nya", gumam Nizar dan ia pun menghembuskan nafas terakhir nya bersamaan api melahap diri nya hingga...


Di sisi Ryan sebelum nya


"Ada yang jatuh tangkap dia", ucap para damkar bersiap menangkap Ryan yang jatuh. (Ngomomg pake bahasa Jepang).


"Astaga putraku", ucap Anisa sambil mememluk tubuh Ryan yang penuh luka.


"Ibu", kata Ryan lemah.


"Kenapa sayang?", tanya Anisa sambil mengusap punggung Ryan.


"Nizar sudah tidak ada", gumam Ryan dengan tatapan kosong.


Hening. Para petugas damkar berusaha memadankan api dan sisa nya mencari jasad Nizar.


Diam. Semuanya terdiam saat melihat jasad Nizar sudah hangus terbakar hanya bisa menutup mulut tak percaya anak berumur 7 tahun tewas terbakar api.


Malam itu adalah malam mencengkam dan tak terduga.


Baik Anisa atau Arfan mereka sangat terpukul atas kepergian Nizar.


"Arfan tidak seharusnya Nizar berakhir seperti ini ini tidak adil tidak adil", kata Anisa masih syok dan tidak terima putranya pergi untuk selamanya.


"Terus kita bisa apa? Apapun yang kita lakukan tidak akan mengubah kenyataan Nizar sudah tidak ada dia tidak akan kembali lagi", kata Arfan dingin sambil menatap foto Nizar.


"TIDAK NIZAR MASIH ADA", seru Anisa sambil melempar gelas nya.


Spontan Arfan membawa Anisa ke kamar dan sejak itu hubungan mereka mulai merenggang.


Hingga....suatu hari......


"Makasih Andra nanti akan ku buktikan kalo pandangan ayah salah", kata Diandra siap berangkat.


"Hati-hati", kata Mutia sambil melambaikan tangan dan Diandra membalas nya.


Hari itu adalah puncak hancur nya keluarga ini.


Seperti di timpa batu dua kali secara bersamaan.


Maaf jika ada kesalahan kata mohon maaf saya sudah semampu saya buat hingga sejauh ini.

__ADS_1


Chapter selanjutnya sepertinya flasback terakhir habis itu kembali ke waktu sebelum nya ya.


Jangan lupa vote dan komen ya bye...


__ADS_2