
"Jadi mau cerita apa?", tanya Cia.
"Kau pasti menduga setelah mendengar kata-kata kak Yudith kan? Soal aku anak siapa", kata Devan.
"Iya jadi benar ya kau anak Tuan Arfan dan nona Anisa", kata Cia.
"Iya"
"Gimana kabarmu akhir-akhir ini?", tanya Cia.
"Baik kok kamu?", tanya balik Devan
"Baik juga kok", jawab Cia.
"BTW, gak baik loh nguping", kata Devan seketika Sarah dan Rey keluar dari persembunyiannya.
"Maaf hehe", kata Sarah.
Devan melihat sinis mereka berdua.
"Kalem bro", kata Rey ketakutan.
"Oh ya berapa saudaramu?", tanya Sarah.
"19 kalau di hitung oleh aku jadi 20 sebenarnya 25 tapi ada kakakku 5 orang sudah meninggal", jelas Devan.
"Buset banyaknya kau anak ke berapa?", tanya Rey.
"Tahu tak ku hitung tapi di bawah kak Raka dan di bawah Keisya", jawab Devan.
"Oh"
"Ayo bermain sudah lama gak bermain" ajak Cia.
"Ayo"
Raka melihat Devan pun tersenyum.
"Ih kerusakan apa kau senyam senyum kek gitu?", kaget Rifa, anak Roy dan Sari membantu Arfan membantu membangun kafe waktu di Palembang.
"E-enggak loh kau itu mentang-mentang kita di jodohin ya", kata Raka.
"Hehehe aku cuma menggodamu aku tahu kok kau habis melihat Devan kok", kata Rifa.
Raka menatap nakal Rifa dan Rifa lari melarikan diri dan akhirnya mereka saling kejar-kejaran.
Di sisi Ryan dan Maura
"Ternyata selama ini lo itu pake softlen?!"
"Iya"
"Dan kau juga sudah lulus saat ke Jakarta dan hanya melanjutkan s3 di Jakarta?!"
"Iya"
Mereka kaget bukan main saat tahu Ryan hanya 3 tahun sd dan menjadikan dirinya lulusan termuda.
"Oke kita akan mendengarkan penjelasan dari tuan Arfan dan nona Anisa di persilakan tuan dan nona muda", kata host.
Semuanya ribut membicarakan bagaimana wajah mereka saat ini.
Arfan dan Anisa berjalan ke atas panggung.
Semuanya melihat mereka menunggu.
"Assalamualaikum", kata Arfan.
"Waalaikumsalam"
"Aku langsung aja ke topiknya ini hal bukan di jelaskan di mulut silakan melihat flm ini kalian semua", kata Arfan.
Flm terputar dan semuanya nyimak sampai akhir yang berlangsung selama dua atau tiga jam lebih.
"Hal seperti itu pernah terjadi?"
"Bukankah ini flm yang pernah dibuat oleh Revan produser flm terkenal?"
Itulah tanggapan semua orang setelah flm selesai di putar dengan judul keluarga cemara.
"Arfan katakan itu semua hanya kebohongan kan?", tanya Vivian tidak percaya.
Vivian teringat kata-kata Diandra dulu "nenek jika Diandra pergi dan tidak kembali apa nenek akan sedih?", tanya Diandra.
"Tentu saja nenek bakal sedih karena bakal kesepian", jawab Vivian.
"Jika Diandra cucu kandung nenek apa nenek tambah sedih?", tanya Diandra lagi.
Vivian awalnya terdiam dan menjawab "tentu saja sayang kamu kan cucu nenek", kata Vivian.
"Jika saja aku tahu saat itu dia memang cucuku aku ingin memeluknya, menghabiskan waktu lebih banyak mungkin aku tak ingin membiarkan dia Pergi aku menyesal", kata Vivian menangis tanpa henti.
"Ibu sudahlah aku saja sudah ikhlaskan dia dan yang lainnya", kata Anisa sambil memeluk Vivian.
__ADS_1
"Maafkan ibu nak maaf Anisa maafkan ibu Arfan maaf", kata Vivian benar-benar menyesalinya.
"Ibu sudahlah ayo rayakan ultah Ryan dan Reyna", kata Anisa.
Flm pun berlanjut ke video selanjutnya yaitu perayaan ultah Ryan dan Reyna.
Pesta pun berlanjut sampai malam dan penyanyi top 5 tak lain adalah Zakir menyanyikan album terbarunya.
"Ini namanya bakat yang menurun", kata Reza.
Dan berlanjut ke Ryan sebagai penyanyi top 1.
"Ryan benar-benar penuh misteri ya", kata Rani.
"Iya"
Tak lupa biodata 20 anak-anak Arfan dan Anisa.
"Selamat ya bro"
"Iya makasih", kata Ryan.
"Dapat apa sama Maura?", bisik Putri.
"Benar tuh", kata Justin semangat.
"Jangan berharap palingan hadiah biasa gak seperti yang ada di pikiran kotor kalian", kata Ryan.
"Yah", kata mereka kecewa.
"Salam buat adikmu, Reyna juga", kata Deril.
"Iya maaf juga sudah menuduhnya", kata Desy.
"Soal apa?", tanya Reyna tiba-tiba muncul.
"Itu loh soal kau dikira pelakor", kata Maura.
"Oh kalian salah paham aku kembaran Ryan salam kenal", kata Reyna.
"Salam kenal cantik"
"Ehem"
"Sayang makasih loh hadiahnya ya aww makin sayang", kata Reyna sambil bermanfaat ke Vincet.
Vincet? Dia sudah berapi-api karena miliknya mau di ambil.
"Suka hadiah ku kasih Reyna? Boneka pertamamu yang hilang dulu", kata Ryan.
"Sudah dulu ya ayo sayang ke Ayah dan bunda", ajak Reyna.
"Iya"
"Hahaha"
"Kena mental Hahaha"
"Dia udah punya Riz", kata Ryan.
"Huhuhu sakit hatiku", kata Rizal sambil mendrama.
"Alay lo"
"Gak mungkin!!!"
Suara kebisingan di tempat lain membuat orang-orang kaget.
"Sudahlah gak ada gunanya kalian juga kalah taruhan kan waktu itu Mahesa grup menang dan dapat mempertahankan posisi", ledek Yudith.
Keluarga Floren dibuat malu habis-habisan.
"Hahahaha"
"Ternyata Gita Floren berbohong soal itu ya"
"Iya"
"Gak ada malunya mereka masih muncul aja"
Iya"
"Hu"
Mereka menyerbu dan menatap sinis keluarga Floren.
"GAK GAK MUNGKIN KITA BANGKRUT GAK MUNGKIN ENGGAK MAU GITA GAK MAU MISKIN"
"Itu karma karena kau pernah mendorong Fira saat hari pertama sekolah", kata Seila.
"K-kau aja murid baru tahu darimana kau? HAH?! Itu urusanku", kata Gita sombong.
"Fira adalah kakak sepupuku tentu saja itu urusanku juga lagian kau sudah tahu kami keturunan siapa masih berani aja kamu nelayan keluarga Mahesa", kata Seila.
__ADS_1
"Pergi dari sini sebelum kami membuatmu semakin malu Gita Floren", kata Rifki sinis.
"Kalian pikir aku takut hah?!", seru Gita marah.
"Hahaha, hanya tahu mengertak tapi takut maju ayo sini kalau berani", ledek Fadli.
"Hahaha takut dasar penakut", tambah Neisha.
"Kukira suhu ternyata cupu", kata Viko dan Qatar.
Alhasil Gita pun lari karena malu dibuat oleh mereka.
"Hahahaha mental aman gak?", teriak Nizar.
"Kena mental kasian", tambah Nayna.
"Hahahahaha"
"Mereka anak-anaknya siapa?", tanya Raisa.
"Anak-anak dari anak-anakku kak artinya cucuku", jawab Arfan.
"Dih kau sudah punya cucu?!", kaget Cantika dan Raisa.
"Ryan menikah 8 tahun lalu lagian umurnya sekarang 26 tahun", jelas Arfan.
"Itu berarti mereka cicit ibu dong", kata Rani ikutan nimbrung.
"Iya"
"Haduh Vivi kita udah tua ya sudah punya cicit aja", kata Rani.
"Ibu lebay deh", kata Anisa melihat kelakuan ibunya kek anak kecil.
"Gak bisa gendong cucu gak papa tapi masih bisa gendong cicit", kata Vivi langsung lari menghampiri mereka bersama Rani.
Seketika Rifki dan lainnya langsung dipeluk atau di gendong erat oleh mereka berdua.
"Aku aja gak segitunya", kata Anisa.
"Biarkan mereka puas-puasin main habis 26 tahun tidak sempat mengendong cucu keturunanku", kata Arfan.
"Si Alvin masih bisa kau gendong", kata Anisa dengan tampang polosnya.
"Si bungsu pengecualian lagian tuh anak sering olahraga jadi beratnya sama aja", kata Arfan.
Alvin yang melihat dan mendengar percakapan orangtuanya langsung melarikan diri. Ia tak mau di gendong maupun di pangku oleh ayah atau ibunya.
"Dia lari tuh", kata Anisa yang melihat Alvin melarikan diri.
"Biarkan saja ayo ke sana", kata Arfan menarik tangan Anisa.
Semua orang kagum dengan mereka karena selama ini mereka mampu membesarkan anak tanpa bantuan orangtuanya.
"Yudith"
"Ya? Oh Clarissa lama tak bertemu sudah berapa tahun ya", kata Yudith.
"Baik jadi?"
"Masihlah Ayo berdasarkan sekalian Will you marry me?", kata Yudith.
"Yes" jawab Clarissa.
Yudith merasa senang akhirnya ia bisa menikah dengan orang yang ia cintai.
"Yudith ayo kembang apinya mau di nyalakan", panggil Haris(anak Arfan dan Anisa ya).
"Ayo"
Mereka pergi melihat kembang api buatan Arfan di luncurkan.
"Oke hitungan 3.....2.....1 meluncur"
Ryan menyalakan korek api dan meluncurkan kembang api.
Terlihat kembang apinya berbentuk hati, indah di langit.
Acara pun di tutup dengan kembang api buatan Arfan 26 tahun lalu semua tamu kagum melihat keindahan kembang api tersebut dan Arfan dan Anisa pergi berdua untuk berbicara.
"Semua berakhir ya", kata Anisa sambil melihat petasan yang Arfan buat meluncur.
"Iya ayo lanjutkan dengan kisah baru ya", kata Arfan.
"Woy jangan bermesraan mulu", teriak William.
"Ini belum berakhir mimpi buruk sebenarnya baru saja di mulai"
"Itu tak akan terjadi"
"Kau masih hidup?! Bagaimana bisa?!"
"Katakan itu pada bos mu paman Gio kalau kau masih hidup"
__ADS_1
Gio pun melarikan diri dari cowok itu.
"Sebentar lagi aku akan pulang ayah ibu semuanya"