
aja deh...
🌸🌸🌸🌸🌸
Dua minggu yang lalu
"Hah, cari memang lagi? Devano di mana kau dek? ", kata Fikri gelisah.
"Cari Devan kak? ", tanya seorang gadis diikuti seorang cowok di belakang nya.
"Em, eh kok kalian sudah di Jakarta?! ", kaget Fikri.
" hehehe.. "
Fikri menatap tajam bergantian gadis dan cowok di belakangnya.
"Layla, Gio, ngapain di sini? Ayah tahu kalian ada di sini?", tanya Fikri dingin.
"Tidak", jawab Layla dengan tampang tanpa dosa.
Fikri menatap tajam Gio seakan meminta penjelasan.
Gio paham maksud tatapan kakak iparnya pun menghela napas.
"Kami ingin memberikan supprise tapi kayaknya gak berjalan lancar", jelas Gio.
Fikri menatap tak percaya kedua pasutri baru di hadapannya saat ini.
Pasalnya mereka menikah bukan berdasarkan rasa suka melainkan pernikahan paksa atas hutang keluarga Mahesa kepada keluarga Federic selama 40 lebih tahun dan yang harus bayar adalah Arfan tapi perjanjian harus di lunasi dalam waktu 10 tahun atau tidak salah satu keturunan Mahesa harus menikah dengan salah satu anggota keluarga Federic dan ya Layla lah jadi korbannya. Mereka baru menikah selama dua bulan dan belum akur sampai sekarang. Karena itulah Fikri tidak percaya mereka saat ini.
"Kami sudah akur kok sejak 1 bula bulan lalu dan kakak tahu gak? Layla sekarang hamil karena itu kami datang mau kasih supprise", kata Layla.
"Hah?! Kok gak kasih tahu dari awal dasar kalian adek-adek pada bikin pusing aja", kata Fikri stress sendiri.
Ya asal kalian tahu jumlah anak Arfan dan Anisa bukan 13 melainkan berjumlah 20 orang yang terdiri dari 18 anak kandung dan 3 anak angkat(tidak termasuk yang sudah meninggal) masing-masing memiliki kalung pengenalan yang di buat oleh Arfan agar ia tahu yang mana anaknya jika hilang.
"Eh? Liat itu kak", kata Layla menunjuk seorang cowok sedang duduk menjual beberapa lukisannya.
"Ya lalu?", tanya Fikri.
"Dia memakai kalung pengenalan milik Devano", kata Layla.
Fikri kaget mendengarnya dan Langsung lari menghampiri cowok tersebut.
"Permisi"
"Ya?"
"Kalung itu kau dapat di mana?", tanya Fikri hati-hati.
"Kalung ini juga aku gak tahu dari mana tapi satu hal yang ku tahu kalung inilah penghubung aku dengan keluarga kandungku", jawab cowok itu.
__ADS_1
"Namamu siapa? Umurmu berapa?", tanya Fikri.
"Namaku Devano umurku 19 tahun aku sudah berpisah dari orangtua kandungku sejak aku bayi dan orangtua angkatku sudah tiada sejak aku berumur 14 tahun", jawab Devan.
"Ikut kami aku ingin memastikan sesuatu", ajak Fikri sambil mengulurkan tangan ke Devan.
Devan pun menggangguk walau masih bingung.
Di perjalanan Devan tidak berani bicara. Sepanjang perjalanan hanya keheningan menyelimuti mereka.
Sesampainya di tujuan
"Kak, kita ngapain di rumah sakit?", tanya Devan bingung.
"Aku ingin pastikan kalau kau adalah adikku yang hilang 19 tahun lalu di rumah sakit Italia", jawab Fikri sambil menarik tangan Devan masuk.
"Kiki ada apa?", tanya dokter Angga bingung.
"Aku ingin tes DNA dengan anak ini", kata Fikri sambil menunjuk Devan.
"Baiklah ayo ke arah sini", tuntut dokter Angga.
Selesai tes DNA
"Silakan tunggu", kata salah satu suster dan mereka menunggu di ruang tunggu.
"Apa yang membuat kakak yakin dia Devan yang hilang selama 19 tahun?", tanya Andre.
90 menit kemudian
"Ini hasilnya silakan di baca", kata dokter Angga sembari memberikan selembar kertas pada Fikri.
Fikri membacanya penuh harap dan ternyata hasilnya..
"P-positif 99,9%", kata Fikri tak percaya sambil menitikkan air mata dan langsung memeluk Devan.
Devan melihat isi kertasnya yang di pegang oleh Layla dan langsung membalas pelukan Fikri sosok yang ia rindukan selama ini.
"Terima kasih kakak', kata Devan dengan suara kecil.
Segitu aja ya semoga terhibur ya maaf ya kalau ada penambahan karakter.
Ini dia urutan sebenarnya:
Ryan(1)
Reyna(2)
Reyhan(meninggal)
__ADS_1
Rena(meninggal)
Revan(3)
Riko(anak angkat)(4)
Faisal(5)
Ayna(6)
Fikri(7)
Alma(8)
Adrian(meninggal)
Yudith(9)
Layla(anak angkat)(10)
Haris(11)
Raka(anak angkat)(12)
Nizar(meninggal)
Andra(13)
Mutia(14)
Diandra
Devan(15)
Keisya(16)
Keila(17)
Indah(18)
Zakir(19)
Alvin(20)
Hm, banyak juga sebenarnya tapi jangan hitung yang sudah meninggal hanya sebagai penambahan aja itu dan maaf jika ada kesalahan kata ya
Sekian dan sampai jumpa di chapter selanjutnya yang bakal tambah seruÂ
Bye bye
__ADS_1