Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 42(s2)


__ADS_3

Maaf lama up lagi ya saya keasyikan baca webtoon dan scrool tiktok sih..... oh ya kalian suka gak kalo cerita ini di jadiin webtoon? Aku pengen buat sih tapi gak tahu gambar🙃. Semoga bisa ya supaya biar rame gitu ceritanya kalo ada bersedia dm ig aku: friska_pikachan ya.


Sampe mana ya sebelumnya🤔? Oh iya mari lanjutkan dan merenungkan mayad baru kita🙏.


Selamat membaca.....


Hidup itu sederhana


Bahagia itu sederhana


Tapi...


Apakah kematian juga sesederhana itu?


~Diandra~


Di bandara Jakarta, Indonesia


"Wah di Indonesia sangat hangat tidak seperti di Tokyo cuaca selalu berubah setiap tahun", kata Diandra semangat saat ia sampai di Jakarta.


"Ayo cari penginapan termurah", kata Diandra sambil menenteng tas jumbonya.


"Ingat Diandra kau di sana hanya 3 hari setelah itu pulang kalau kau lebih berada di sana ayah akan segera tahu", pesan Andra sebelum Diandra berangkat.


"Huh, Andra itu aku kan bukan anak kecil padahal umur kita sama mentang-mentang dia yang paling tua", cibir Diandra mengingat kata-kata Andra sebelum ia berangkat.


"Tapi Nizar.....", gumam Diandra menunduk sedih mengingat adiknya meninggal dengan tragis.


"Mengingatnya saja sudah bikin merinding apalagi jasad Nizar terbakar hingga menghitam semua", gumam Diandra sepanjang perjalanan tanpa sadar ia sudah berjalan meninggalkan bandara dan berada di tengah-tengah kota.


"Loh?! Aku di mana? Tadi masih di dalam bandara kok sekarang sudah di jalanan?! AAAAAA", teriak Diandra frustasi.


"Tauk ah mending jalan lagi sambil cari keluarga ayah atau ibu", kata Diandra pasrah.


Di perjalanan Diandra menemukan sosok wanita paruh baya tengah kesusahan dengan belanjaannya.


Segera Diandra menghampiri wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Permisi buk Diandra bantu ya", tawar Diandra sopan sambil membungkuk.


"Terima kasih nak", kata wanita paruh baya itu.


"Mau di bawa ke mana barang-barang ini buk?", tanya Diandra sambil menatap kantung plastik yang isinya bahan-bahan dapur.


"Bawa ke mobil ibu saja", jawabnya dan Diandra diam mengikuti saja.


"Ayah lihat kan tidak ada yang perlu di takutkan di sini malah ramah-ramah orangnya", pikir Diandra senang bukan main.


"Nyonya maaf sini saya saja bawakan", ucap supir.


"Sudah untung ada gadis kecil ini membantu terima kasih ya oh ya di mana rumahmu?", tanya wanita itu lembut.


"Aku gak punya rumah", jawab Diandra.


"Orangtuamu?", tanya wanita itu lagi.


Dengan cepat Diandra menggelengkan kepala.


"Ikut saya dulu ya tinggal sementara", ajak wanita itu lembut.


Wanita itu tersenyum mendengarnya dan mengelus rambut lembut Diandra.


"Ayo nak"


"Iya"


Tanpa mereka sadari ada yang memerhatikan mereka sedaritadi.


"Anak orang itu sudah pergi apa aku perlu bertindak bos?", tanyanya.


"Tak perlu untuk sekarang tugasmu mengamati saja dia adalah anak yang melihat semua kejadian hari itu di rumah sakit", kata orang yang di panggi bos ini.


"Bukankah dua kakak anak itu juga ada di tempat kejadian?", tanya si pengamat.


"Si kembar itu bukan lawan kita mereka sangat kuat kalau kita mau kedua anak itu jatuh jalan keluarnya ialah kematian saudara mereka, kau paham?"

__ADS_1


"Iya paham bos"


Sambungan pun terputus dan si pengamat terus mengikuti mereka.


Di tempat si BOS


"Wah lihat ini siapa yang datang", kata BOS.


"Lepaskan adikku brengsek", serunya.


"Kalau aku tidak mau bagaimana nak? Kau bisa apa? Tak bisa kan?", tanya BOS.


"TAK CUKUPKAH KAU MENGHILANGKAN NYAWA NIZAR PAK TU?!", teriaknya.


"Tidak dan TIDAK AKAN PERNAH KU LEPAS KARENA INI ULAH KAKEKMU SALAHNYA DAN KALIAN SEBAGAI KETURUNANNYA LAH HARUS MENANGGUNG PENDERITAAN ATAS KESALAHANNYA KAU JUGA TAHU ITU KARENA KAU SUDAH KEHILANGAN BANYAK HAL KARENA SEMUA INI, benar kan?, kata BOS.


"Tutup mulutmu"


"Aku gak dengar"


"KU BILANG TUTUP MULUTMU BRENGSEK"


"Santailah nak lagian apa kataku benar kan, Reyhan?"


......


"DIAM", seketika tempat itu meledak entah apa yang dilakukan oleh Reyhan namun BOS itu menghilang tepat setelah ledakan.


"Sial orang itu melarikan diri lagi", umpat Reyhan kesal.


"Aku harus menyusul Diandra sebelum bahaya lain datang", pikir Reyhan bergegas.


Entahlah aku tak bisa berkata apa-apa di episode kali ini menurut kalian gimana?


Jangan lupa vote dan komen ya juga dukung terus oh ya soal di atas tadi jangan lupa aku tunggu.


Tangisan untuk Diandra di tunda dulu gantungin kalian memang enak😈.

__ADS_1


See you...


__ADS_2