Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 38


__ADS_3

Hai aku balik lagi nih siapa yang sudah menunggu kelanjutan cerita ini? Silakan angkat tangan🙋.


Hanya mau mengatakan kisah ini sudah memasuki pertengahan cerita dan masih banyak lagi yang akan membuat kalian penasaran dengan jalan nya cerita ini.


Semoga betah dan selamat membaca


"Kita mau ke mana Andra? ", tanya Bima.


" Pokok nya lari dari sekolah dan bertemu dengan kakak ku di taman bunga kita tidak bisa melawan mereka", jawab Andra.


"Taman bunga? ", tanya Auora dan Bima bingung.


" Oh taman itu tapi ngapain di Sana? ", tanya Wilson.


" Jangan banyak tanya aku juga gak tahu", kata Mutia.


"Kak Faisal gak bilang apa-apa? ", tanya Mutia.


" Tidak ada", jawab Andra dingin.


"Mulai lagi dia", pikir mereka bertiga.


Mereka terus berlari dan berusaha menghindari pertarungan. Namun mereka tiba-tiba terkepung.


"Bagaimana sekarang? Andra bagaimana ini? ", tanya Wilson.


" Cih, merepotkan saja mereka", gumam Andra.


Murid lainnya dan para guru melihat mereka agak khawatir.


"Apa mereka akan baik-baik saja? "


"Lihat mereka membawa senjata"


"Habislah kita tidak ada jalan keluar lagi"


Segerombolan yang membawa senjata maju menyerang mereka dan satu sekolah panik dan ketakutan.

__ADS_1


"Ayo Mutia maju mereka cuman modal senjata", kata Andra dengan tatapan membunuh nya.


Andra melawan mereka dengan tangan losing dan seketika segerombolan yang membawa senjata itu tumbang.


" Tuan muda Mahesa memang berbeda iya kan nona muda Mahesa? ", kata Wilson dengan menyanyakan pendapat Mutia.


" Dasar", cibir Mutia.


"Eh? Kalian dari keluarga Mahesa? ", tanya Auora.


" Iya memang dari keluarga dari mana lagi", kata Mutia.


Semua orang terkejut dan merasa takut kalau keluarga Mahesa akan menghancurkan mereka.


"Kita urus itu lain kali ayo kabur di sini gak aman lagi", kata Andra melanjutkan lari nya.


Mereka berhasil lari menuju gerbang utama sekolah dan Faisal sudah menunggu mereka.


" Kenapa lama? ", tanya Faisal dengan tatapan membunuh nya.


" Ada sekelompok yang membawa senjata menghalangi kak Faisal", jelas Wilson.


" Itu kakak kalian? ", tanya Bimo.


" Iya dia adalah pemimpin FYM group dan ketua mafia gelap elang merah", jawab Andra dengan nada gugup.


"Kau takut kakakmu? ", tanya Bimo.


" Iya aku takut dia itu agak berbahaya dan seorang psycho", jawab Andra.


"Seram"


Sementara itu Faisal sudah di kepung oleh orang-orang yang bersenjata.


"Hei-hei itu bukan mainan loh", kata Faisal tenang.


" Tembak dia!! "

__ADS_1


Dan mereka terus menembaki Faisal tapi tidak ada satu pun kena.


"Kan sudah ku bilang itu bukan mainan loh", bisik Faisal di telinga salah satu dari mereka.


Mereka langsung bersiap tapi Faisal membalasnya dengan cara yang sadis.


" Itu sebab nya jangan main-main dengan ku", kata Faisal berjalan meninggalkan sekolah.


Kekacauan terjadi di seluruh penjuru kota banyak orang yang berlarian ketakutan.


Di taman bunga


"Tempat ini cantik", kata Auora.


" Tentu saja taman ini buat mereka", kata Mutia.


Wilson tahu siapa yang dimaksud Mutia.


"Diandra", gumam Wilson dengan tatapan rindunya pada sosok gadis kecil itu.


" Kota Jakarta benar-benar kacau saat ini dan terlebih lagi kakak kalian yang tadi cukup sadis", kata Bimo ketakutan.


"Ayo ke sana", kata Andra mengajak mereka ke sebuah pintu.


" Kita mau ke mana? ", tanya Auora.


"Ikuti saja", jawab Mutia.


Dan alangkah terkejut nya mereka melihat pemandangan di balik pintu tadi.


" Ini tempat apa?! "


Gimana menurut kalian? Apa yang membuat mereka terkejut setelah melewati pintu itu?


Jangan lupa vote dan komen ya☑


Share juga cerita ini supaya aku rajin upload lagi☑

__ADS_1


See you👀


__ADS_2