
Kekacauan semakin menjadi-jadi banyak yang berlarian ketakutan dan korban akibat perlawanan dari pihak musuh.
"Semakin gila kita harus bagaimana? ", tanya Windi.
" Kita harus cari tempat aman ayo", kata Hendry.
"Lihat Maura gak? ", tanya seseorang di belakang mereka sambil berlari.
" Baru sekarang kau muncul setelah apa yang sudah kau perbuat pada Maura dulu?! ", geram Windi.
" Sudahlah yang, Luqman darimana aja kau? ", tanya Hendri.
" Aku dari Amerika aku kembali ingin menikahi Maura walau anak itu bukan anakku daripada Ryan yang melarikan diri seperti seorang pengecut", kata Luqman.
"Kau terlambat Ryan sudah menikahi Maura 8 tahun lalu dan hidup bahagia dengan 5 anak-anak nya", kata Windi.
Luqman kaget mendengarnya ia tak tahu hal ini.
" Lalu kenapa Ryan pergi saat itu? ", tanya Luqman.
" Ntahlah aku juga belum bertemu dengan Maura hanya melalui chat aja kami berkomunikasi", jawab Windi.
"Ada apa? ", tanya Windi heran melihat Hendri berkeringat dingin.
" Maura chat ke lokasi ini meminta tolong", kata Hendri sambil memperlihatkan isi hp nya.
"Minta tolong? ", tanya seseorang saat mereka menengok teman-teman mereka yang lain sebagian adalah teman satu kelas.
" Putri, kurang tahu juga ayo ke sana", kata Hendri.
Mereka bergegas menuju ke lokasi yang dikirimkan Maura.
Sebagian dari penduduk kota sudah di tempat pengungsian dari arahan keluarga Han.
"Tuan semuanya sudah beres"
"Kerja bagus tetap jalankan tugas kalian"
"Baik tuan muda"
"Ayo ke lokasi tuan muda pertama Mahesa", kata Vincet.
__ADS_1
" Baik"
Di tempat Maura dan Ryan
William dan tim medis lainnya baru saja sampai di susul Anisa dan Arfan serta lainnya.
"Maura", panggil Windi.
Maura menatap Windi namun Windi merasa ada yang aneh dengan sahabatnya satu ini.
8 tahun tidak bertemu ada yang berubah dari sahabatnya ini.
" Kau tidak apa-apa? ", tanya Windi lalu beralih ke cowok di pelukan Maura.
" Aku tidak apa-apa Windi lama tidak bertemu maaf hanya mengabari lewat chat", kata Maura dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Maura Ryan? Dia sudah terluka parah", kata William.
Maura paham lalu melepas pelukannya semua orang menatap tidak percaya melihat keadaan Ryan yang sudah tak sadarkan diri.
" Arfan Ryan butuh tranfusi darah darimu", kata William.
Arfan hanya menuruti dan pandangan matanya tak lepas dari wanita itu.
"Kenapa kau melakukan ini, Almira? ", tanya Hamzah tak percaya wanita itu masih hidup.
" Hahaha.. Hamzah aku akan membalasnya semua perbuatanmu di masa lalu terhadap keluargaku", kata Almira.
Mereka menatap tak percaya dendam seperti apa wanita itu kepada seorang Hamzah.
"Menurut penyelidikanku kau sebenarnya dimanfaatkan dan soal keluargamu selama ini mereka baik-baik saja di Amerika", kata Vincet.
" Aku tidak akan tertipu oleh kalian dia sudah memberitahuku semua kebusukan kalian jadi matilah kalian semua ", kata Almira sambil tertawa bak orang gila.
" Dia hah suda-h gila", kata Ryan yang mulai sadar.
"Ryan", panggil Maura khawatir kondisi Ryan saat ini.
" Kakak benar dia sudah gila dan buta karena dendam", kata Faisal dingin.
"Bukan buta karena cinta", kata Andra dan langsung mendapat jitakan kepala dari Mutia.
__ADS_1
"Kau yang buta karena cinta", kata Mutia.
" Kalian jangan bertengkar ya", bisik Fikri seketika mereka berdua bungkam.
"Jangan bicara dulu Ryan", pinta Maura.
"Sssh, aku gak apa-apa sayang kau ingat kan? Cinta bagiku seperti apa", kata Ryan lemah.
Maura ingat kelas kata-kata Ryan arti cinta bagi Ryan dan sebesar apa cinta Ryan kepada Maura.
" Iya Maura ingat. Cinta membawa kebahagiaan,cinta membawa kesedihan, cinta membawa kebencian, cinta membawa keadilan, cinta membawa kehangatan, cinta juga membawa kematian. Cinta abadi adalah Cinta sampai akhir", kata Maura lembut.
Ryan menatap Maura hangat itu membuat hati Maura tersentuh.
"Jadi ingat kita di posisi waktu itu", kata Anisa.
" Waktu kau diculik? ", tanya Arfan.
" Iya"
Arfan hanya tersenyum mendengar jawaban Anisa sedangkan Anisa wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
"Tangkap wanita itu!! ", kata Reza dan segera pasukan polisi berlari ke arah gedung.
Almira ketakutan dan berusaha melarikan diri.
" Halangi mereka jangan biarkan mereka menangkapku", kata Almira.
Anak buah Almira menghadang para polisi dan Almira berhasil melarikan diri sedangkan anak buahnya semua tertangkap.
"Cih dia melarikan diri", kata Reza kesal.
" Biarkan saja yang penting kita semua selamat", kata Vincet.
"Ayo kita pergi ke daerah yang lebih aman", kata William yang baru selesai memberikan pengobatan pertama pada Ryan.
" Ayo"
Hm? 🤔 semoga memuaskan ya dan jangan lupa mampir ke cerita lainnya👌.
Bentar juga bakal tamat😁.
__ADS_1
See you 👀