Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
45


__ADS_3

Hi balik lagi nih maaf ya kemarin banyak typo(salah kata) ya 🙇‍♀️.


Oke langsung aja ini dia kelanjutan keseruan keluarga Mahesa dkk.


đź’«đź’«đź’«đź’«đź’«


Suasana menjadi canggung hasil sejak tes DNA keluar beberapa jam lalu.


Saat ini mereka sedang makan siang di kafe milik Fikri alias kafe yang di berikan oleh Arfan.


Ya dulu saat Arfan sebelum  membeli perusahaan keluarganya ia membangun sebuah kafe yang sekarang  di kelola oleh Fikri.


Kembali ke cerita


"Sebuah keajaiban bisa ketemu Devan sebelum acara ultah perusahaan", kata Layla senang.


"Sekaligus pertemuan para konglomerat seluruh dunia", tambah Andre.


"Benar juga, kita bakal keluar dari persembunyian selama 26 tahun", kata Fikri.


"Artinya gak ada yang tahu kalian siapa?", tanya Devan bingung.


Pasalnya pertemuan konglomerat sedunia paling di tunggu-tunggu karena hanya sekali dalam setahun hanya untuk mengetahui keluarga paling terkaya sedunia.


Saat ini yang menduduki posisi teratas adalah keluarga Federic itu pun 10 tahun lalu.


Persaingan antara keluarga Mahesa dan Federic sangat sengit setiap tahun.


Namun, sekarang posisi itu di duduk oleh keluarga misterius sejak pelelangan saham 5 tahun lalu yang membuat keluarga Federic turun peringkat ke 3 dan di posisi kedua merupakan pendatang baru yaitu keluarga Olifa.


"Di Indonesia sedikit yang tahu tentang kami kecuali di luar negeri tepatnya di Tokyo banyak yang  tahu tentang  kami", jelas Fikri.


"Jadi sekarang  siapa yang menduduki posisi teratas kalau bukan keluarga  Federic?", tanya Devan.


Fikri hanya tersenyum misterius yang  membuat Devan semakin penasaran.


"Keluarga ....", jawab Gio.


Devan terkejut mendengarnya tak percaya dengan yang  ia dengar tidak seperti rumor beredar di kampus nya kalau keluarga Floren berhasil membeli perusahaan Mahesa ternyata hanyalah kebohongan Gita Floren.


"Jadi Gita berbohong?", tanya Devan yang masih terkejut.


"Ya"


"Aish, tak kusangka aku bakalan kalah oleh Ryan 5 tahun lalu dan untuk nona muda keluarga Floren pasti tidak memiliki  muka di depan publik jika ketahuan berbohong ", kata Andre.


"Kak Ryan kau lawan pasti kalah", kata Layla dan Fikri bersamaan.


Andre hanya tertawa mendengarnya dan Devan bingung siapa Ryan.


"Kok gak asing nama itu kak?", tanya Devan.


"Dia adalah Ryan Adinata Mahendra Mahesa anak sekaligus kakak tertua kita", jawab Fikri.


"Dia juga merupakan CEO perusahaan  Mahesa sekarang pokoknya di dunia bisnis banyak yang  menghormatinya termasuk aku dan juga ia merupakan 


CEO terminal di dunia", jelas Andre.


"Kak Ryan sebelum menjadi CEO di perusahaan  Mahesa ia sudah memiliki  perusahaan di umur 13 tahun", tambah Fikri.


"Dan lagi kak Ryan memiliki iq di atas rata-rata atau bisa dibilang setara dengan profesor", kata Layla.


Devan hanya melongo mendengarnya tentang saudaranya.


Dan obrolan pun berlanjut hingga menjelang sore.


"Tunggu ada telepon", kata Fikri sambil merokok saku celananya.


'Halo kak Ryan"


"Pulang atau aku ke sana", kata Ryan dengan nada bicara membunuh.


Seketika Fikri menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia mendapati Ryan di sebelah kanan berdiri bersandar di mobilnya.


"Ada apa kak?", tanya Layla heran melihat  Fikri keringat dingin.


Andre mengikuti arah pandangan Fikri dan ternyata tidak ada.


"Gak ada kok EH KUNTI?!", kaget Andre sembari melihat sosok pria tengah menatap membunuh mereka.

__ADS_1


"Siapa kak?", tanya Devan ikut ketakutan.


"Eh, kak Ryan halo apa kabar?", tanya Layla ketakutan.


"Baik kok kalau dek Layla dan Andre?", tanya Ryan balik.


"Baik kok", jawab Layla dan Andre.


"Ngapain di sini?", tanya Ryan dengan senyuman membunuhnya.


Seketika suasana berubah agak suram Devan kebingungan dengan situasi saat ini.


"Anu-"


"Hm?"


Devan langsung ciut melihat tatapan kakak tertuanya.


"Ryan sudah beres?", tanya seorang wanita sambil mengendong seorang bayi dan satunya di kereta bayi.


"Kak Maura tolong", kata Fikri melalui tatapan.


"Eh siapa ini?", tanya Maura mengalihkan pembicaraan.


"Devan kak hehehe", jawab Devan yang  masih bingung.


Ryan langsung  melirik Devan dan beralih ke kalung yang  ia kenakan dan kertas hasil tes DNA di tas Layla.


"Ketemu di mana ni anak hilang?", tanya Ryan bergemataran menahan tangisan.


"Di jalan Devan lagi jual lukisan", jawab Gio.


Seketika  Ryan memeluk Devan sangat erat dan tangisannya pun pecah di pelukan Devan.


"Maafkan kakak dulu tidak bisa menjaga untuk kakak lalai", kata Ryan lemah lembut sambil membelai rambut  Devan.


"Gak papa kok kak", kata Devan tersenyum.


"Ok ayo pulang ayah mau bicara hal penting semuanya sudah berkumpul", kata Ryan.


Di rumah


"Waalaikumsalam "


Ternyata semuanya sudah kumpul di ruang keluarga.


"Siapa itu Ryan?", tanya Anisa lembut.


"Devano ibu kiki yang temukan tadi", jawab Fikri sembari memberikan  kertas hasil DNA.


Anisa langsung  memeluk erat putranya yang hilang selama 19 tahun.


"Padahal satu kampus sama kita kok aku gak sadar?", bingung Mutia.


"Tahu, oh ya bukankah kamu selalu di bully di sekolah ya", kata Andra.


"Iya karena aku miskin dan hidup sendiri", kata Devan.


"Andra, Mutia kalian urus pembully-pembully itu", kata Arfan yang datang dari dapur.


"Siap komandan"


"Kita langsung aja Ryan apa semuanya siap untuk acara tahun ini?", tanya Arfan.


"Beres semuanya", jawab Ryan.


"Saatnya pembalasan atas 26 tahun lalu", kata Arfan.


"Oh ya selamat ultah Ryan dan Reyna", kata Anisa dan Arfan.


"Sama-sama ibu dan ayah.


"Yudith kau urus keamanan dan cari dia atau ayah jodohin kamu", kata Arfan.


"Iya-iya", kata Yudith.


"Aku punya kabar baik loh", kata Layla.


"Apa itu dek?", tanya Ayna.

__ADS_1


"Iya kak?", Keisya pun ikut penasaran.


"Aku hamil"


Semuanya kaget tapi ikut bahagia dan merayakannya hingga malam.


Di kamar Arfan dan Anisa


"Arfan"


"Ya?"


"Aku rasa hari ini sangat menyenangkan", kata Anisa sambil duduk di pangkuan Arfan yang sedang mengerjakan sisa berkas-berkas kantor.


"Iya"


"Anak-anak juga hari ini berkumpul semua Devan juga sudah kembali ke sisi kita kau tahu? Aku sangat bahagia jarang loh kita berkumpul seperti ini andai mereka masih ada pasti tambah ramai tak terasa 26 tahun berlalu ya rasanya baru kemarin deh kejadiannya", kata Anisa sambil mengingat kenangan yang sudah  berlalu.


"Iya tak terasa akhir dari mimpi buruk akan segera berakhir", kata Arfan.


"Oh ya, hadiah si kembar tahun ini sudah siap?", tanya Anisa.


"Sudah kok tinggal menunggu hari aja", kata Arfan.


"Bisa ya ultah mereka bertepatan sama ultah perusahaan dan berkumpulnya keluarga konglomerat nanti", kata Anisa.


"Iya kamu ini bawel amat si sini kau", kata Arfan langsung menyerap Anisa ke dalam pelukannya.


Tak lama kemudian  suara ketukan pintu terdengar.


"Masuk", kata Arfan melepas Anisa dalam pelukannya.


"Ternyata Devan ada apa?", tanya Anisa lembut sambil  menarik Devan ke pangkuannya.


"Apa Devan bisa ya ibu? Devan memiliki banyak musuh di sekolah  Devan belum siap", tutur Devan takut.


"Devan", panggil Arfan.


"Iya ayah"


"Dengar ini siapapun pasti punya musuh termasuk ayah dan lain jadi jangan takut kalau Devan masih takut lawan balik mereka atau panggil Andra atau Mutia", tegas Arfan.


"Atau belajar bela diri sama Ryan atau kakak-kakakmu yang lain pasti mereka mau membantu", tambah Anisa.


"Iya ibu ayah makasih untuk  malam ini kalau gitu Devan ke kamar", kata Devan pamit.


"Iya nak"


"Mereka sudah besar ya Ar", kata Anisa dan akhirnya tertidur di pangkuan Arfan.


"Dasar istri kebo dari dulu gak berubah selamat malam sayangku bidadari surgaku", kata Arfan sambil membaringkan Anisa di ranjang.


Tengah malam


"Halo


"Halo nak ayah hanya ingin tanya"


"Soal apa?"


"Jujur Arfan apa yang kau sembunyikan selama ini dari kami? Lalu jujur berapa anakmu? Kau berbohong kan soal ada 13 anakmu kan? Ayah mohon jujur kali ini apa yang kau rencanakan di hari itu?"


"Ayah akan segera tahu saat hari itu tiba aku tutup ya Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Sambungan telepon pun terputus.


"Kau benar Anisa hari ini cukup menyenangkan sayang selamat malam bermimpi indahlah"


Di rumah Ryan


"Andai waktu dapat berputar kembali aku ingin semuanya tidak terjadi mimpi buruk ini tapi aku tidak menyesal telah lahir terima kasih ya Allah"


Semoga puas ya kali ini panjang loh jangan lupa vote nya ya


Terima kasih atas dukungan nya


Bye bye di chapter selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2