
Hi baik lagi nih maaf jarang update ya hehehe.... kayak kemarin episode spesial aja ni sekalian spoiler sequel nya di baca ya. HARUS WAJIB SAYA MAKSA BAGI MAU TAHU ENDING NYA.
Oke tanpa basa basi ini dia
Selamat membaca ya
26 tahun lalu sebelum Ryan dan Reyna lahir. Kota Palembang di pagi hari.
"I-ini rumah nya? Kapan kau siapkan?", tanya Anisa menatap tak percaya rumah sederhana namun terkesan mewah.
"Sejak malam itu ayo masuk jangan bengong aja", jawab Arfan menarik tangan Anisa masuk ke dalam rumah.
"Wow bahkan sudah bersih aja", kata Anisa takjub saat melihat isi di dalam rumah yang sudah lengkap bahkan kamar nya pun begitu.
"Di dapur juga?!", kata Anisa kaget saat melihat isi dapur yang sudah lengkap perabot nya dengan bahan makanan nya juga.
"Ku pikir bakal beli lagi ternyata gak makasi Ar", kata Anisa tiba-tiba memeluk Arfan erat.
Respon Arfan? Tentu saja ia terkejut namun Arfan membalas nya pelukan Anisa.
"Nanti kita siapkan acara pernikahan kita ya sekalian cincin nya walau nanti sederhana sih karena uang ku bawa cukup hanya modal kebutuhan kita aku juga lagi buka ulang kafe peninggalan kakek buyut ku di sini", kata Arfan. "Sementara ini aja dulu nanti akan ku belikan yang baru", tambah Arfan sambil menatap Anisa lembut.
"Iya ini aja udah cukup kok Arfan makasih", kata Anisa senang.
Arfan tersenyum melihat kelakuan Anisa seperti anak kecil berumur 3 tahun. "Mari berjuang bersama demi membangun keluarga kecil kita", kata Arfan menatap lekat Anisa.
"Iya mari berjuang'
^^^Cinta itu sederhana saja hanya bagaimana kita memperjuangkan nya^^^
__ADS_1
^^^~Anisa~^^^
Keesokan harinya Anisa dan Arfan pergi mempersiapkan semua yang di perlukan saat acara pernikahan mereka.
"Ini bagus gak?", tanya Anisa pada Arfan menunjukkan gaun pengantin berwarna putih panjang.
"Gak!!", Arfan langsung menolak saat melihat model gaun yang di tunjukkan Anisa.
"Yah kenapa? Padahal cantik loh", kata Anisa kecewa. Jujur aja Arfan gak tega melihat Anisa kecewa tapi bagaimana lagi gaun itu terlalu kecil bagi Anisa yang saat ini lagi bunting(hamil).
"Mbak", panggil Arfan pada salah satu karyawan toko.
"Ya ada apa dek?", tanya mbak yang di panggil.
"Buatkan gaun agak besar untuk cewek ini", kata Arfan sambil menunjuk Anisa.
"Model agak besar lalu apalagi dek?", tanya mbak lagi.
"Baik dek", mbak pegawai itu pergi mengambil gaun yang di maksud Arfan.
"Siapa yang nikah dek? Kakak adek?", tanya pegawai laki-laki.
"Bukan tapi saya dan dia", jawab Arfan tanpa beban Sementara itu Anisa dan pegawai laki-laki itu syok mendengar jawaban Arfan.
"K-kok bisa?!", tanya pegawai laki-laki itu tak percaya. Gimana tidak kelihatan banget umur Arfan dan Anisa terbilang muda banget seperti anak remaja.
"Kecelakaan satu malam kak kami terjebak oleh teman kami lalu keluarga kami mengusir kami", kata Arfan setengah benar setengah bohong.
Kenapa? Pertama karena Arfan tidak akrab dengan Rosa dan Daniel, kedua hanya Anisa di usia Arfan tidak ia sendiri yang minggat dari rumah.
__ADS_1
"Oh semangat ya dek hasil tidak akan mengkhianati usaha", kata sang pegawai.
Arfan membalas dengan senyuman ramah. "Terima kasih kak kakak juga", kata Arfan.
"Makasi dek"
"Ini gaun nya dek semoga langgeng ya kalian sampai tua", kata pegawai cewek tadi yang ternyata menguping pembicaraan mereka tadi.
"Makasi mbak", kata Arfan ramah dan pergi membayar nya sekalian jas nya juga.
"Setelah ini ke toko emas", kata Arfan berjalan ke toko emas terdekat.
Sama hal nya saat di butik tadi para karyawan di sana di buat melongo saat melayani Arfan dan Anisa tapi ada bedanya.
"Boleh kurang gak mbak?", tanya Anisa pada mbak karyawan.
Yang tadi Arfan yang tawar menawar di butik sekarang Anisa yang tawar menawar di toko emas soal harga cincin.
"Tapi itu udah kurang dek"
"Biarin aja Nis berapa semuanya?", kata Arfan melerai perdebatan Anisa sama mbak karyawan sambil menyayayakan total nya hasil semua.
Sepulang dari belanja banyak di rumah "kamu itu harga cincin di tawar ada ada aja kamu Nis", kata Arfan tidak habis pikir dengan jalan pikiran cewek di sampingnya ini.
"Lah kamu juga tadi di butik sama jadi no commen ya", kata Anisa. "Aku capek mau istirahat duluan ya", tambah Anisa berjalan ke kamar mereka. Iya mereka satu kamar walau awalnya Anisa masih agak malu-malu.
"Dasar cewek", gumam Arfan sebal dengan kelakuan calon istri dan anak nya itu.
Gimana menurut kalian tentang kehidupan awal mereka? Oh ya ini yang terakhir ya selanjutnya sequel ya mampir dan WAJIB BACA TITIK....!!!
__ADS_1
Jangan lupa vote dan dukungan nya ya
See you