
Hai balik lagiππ
Udah pada kangen gak? Gimana keseruan kisah romance A & A? Hahaha...Β Seru gak? πππ
Kita lanjut masih dengan scence flashback tapi di Tokyo si kembar 4 udah lahir tuh.
Oke langsung aja yaπ
Selamat membaca π
Di Tokyo musim dingin terlihat gadis kecil sedang mengamati seorang anak laki-laki yang keliatan seumurannya.
"Kakak", panggil gadis itu sambil menguncang pelan tubuh kakaknya.
" Apa Reyna? Eh? Cup cup jangan nangis lagi ya Fikri", kata kakak Reyna sambil mendorong pelan kereta bayi yang berisi 4 bayi.
"Cih, ayah dan ibu kok lama", gerutunya.
" Kak Ryan", panggil Reyna lagi sambil menjambak rambut Ryan.
"Hei!! Jangan main jambak aja dasar!! Mentang-mentang tinggi badan kita gak beda jauh", kesal Ryan sambil mengelus kepalanya yang dijambak Reyna.
" Ayo kita main sama dia", kata Reyna sumringah sambil menunjuk ke arah anak laki-laki yang sedang main ayunan sendiri.
"Kau aja aku mau nunggu ayah dan ibu nanti nyusul", ucap Ryan sambil Mendorong-dorong kereta bayi.
" Oke ayo main", kata Reyna bersemangat sambil berlari kearah anak laki-laki itu.
"Dasar", gumam Ryan sambil tersenyum kecil.
" Eh? Gadis itu? ", tanya Ryan saat melihat seorang gadis yang ia temui kemarin lusa di taman.
" Syukurlah dia baik-baik aja", kata Ryan sambil senyum-senyum sendiri.
Sementara itu, Reyna tetap setia memandang anak laki-laki yang bermain ayunan dan tak sadar akan keberadaannya.
"Hai namaku Reyna kalau kamu? ", tanya Reyna sambil memperkenalkan dirinya.
" Vincet Han", jawab anak laki-laki itu yang masih tidak memandang wajah Reyna.
"Hai Vincet, dasar apa semua laki-laki itu dingin? ", tanya Reyna pada dirinya sendiri.
Vincet menengadah kepalanya menatap Reyna bingung.
" Maksudnya apa? ", tanya Vincet dengan wajah polosnya.
__ADS_1
" Iya, sudah ayahku dingin dan kakak kembaranku pun dingin dan sekarang kau juga", kata Reyna sambil geleng-geleng kepala.
"Aku gak dingin hanya bosan", kata Vincet kembali menundukkan kepala.
" Kalau begitu, ayo kita berteman dan main bersama", ajak Reyna dan Vincet terlihat senang.
"Mau", jawab Vincet senang.
" Oh ya, mana kembaranmu? ", tanya Vincet.
" Tuh lagi urus adik kami yang belum lama ini lahir", jawab Reyna sambil menunjuk ke arah seorang anak laki-laki yang tengah melamun.
"Samperin yuk", kata Reyna berlari sambil menarik tangan Vincet ke arah Ryan.
" Woi kakak laknat adik cantikmu kembali main yuk", kata Reyna sambil melambaikan tangannya.
Ryan yang mendengar teriakkan Reyna langsung menatap sang adik dengan tatapan maut.
"Kau memanggilku apa? ", tanya Ryan dingin dengan tatapan tajam menatap Reyna.
" Kakak laknat", jawab Reyna tanpa beban.
"Jangan memanggilku kakak lagi mulai hari ini detik ini juga aku bukan kakakmu sudah ah hanya mereka adik-adikku", kata Ryan sambil berbalik badan mendorong kereta bayi.
" Eh?! M-maafkan aku kakak baik, kakak ganteng, Kakak Ryan yang terhebat", kata Reyna namun Ryan tak menggubris nya.
" Iya bu, oh ya Vincet kita ketemu lagi ya di sini", kata Reyna.
"Iya", jawab Vincet.
" Daritadi dia ini bicara bahasa Indonesia kau paham? ", tanya Ryan(bahasa Jepang).
" Iya paham karena nenekku turunan Indonesia juga jadi aku tahu", jawab Vincet.
"Siapa namamu? Aku kembaran Reyna namaku Ryan", kata Ryan dingin.
" Er, namaku Vincet Han", jawab Vincet dengan nada agak takut karena Ryan agak terlalu gak suka sama dia.
"Ayo pulang", seru Arfan dari arah kejauhan.
" Ryan, Reyna ayo besok ke sini lagi main sama Vincet ", kata Anisa.
Ryan dan Reyna berjalan mengikuti Anisa dan Vincet juga karena rapat orang tuanya sudah selesai.
Vincet melihat hanya sekilas. Sekilas saja.
__ADS_1
Reyna seperti mengatakan sesuatu padanya.
" Besok main lagi janji dan jangan takut sama Ryan dia memang begitu "
Walau hanya menggerakkan mulut namun itu sudah membuat Vincet paham yang dikatakan Reyna.
Dan sejak itu Reyna dan Vincet selalu bermain bersama.
Sedangkan Ryan? Dia hanya sebagai penonton saja.
Tokyo di musim semi
"Kenapa aku selalu terbayang-bayang oleh gadis itu? ", pikir Ryan sambil melihat Langit-langit sore di bawah pohon sakura.
" Pulang aja eh?"
Ryan menghentikan langkahnya dan berbalik badan namun ia tak melihat siapa pun.
"Perasaanku saja mungkin argh ini gara-gara memikirkan gadis itu", kata Ryan frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
" Pulang aja", kata Ryan melanjutkan langkahnya.
Sedangkan di balik pohon Sakura terlihat sosok gadis yang dipikirkan terus oleh Ryan.
"Nak, ayo pulang", kata ibunya.
" Iya ma", jawabnya dan meninggalkan tempat itu.
3 tahun kemudian
"Sudah ku bilang kan?! Kau yang tidak mendengarkarkanku!! ", seru Arfan sambil memukul tembok di samping Anisa.
" Maafkan aku Arfan tapi aku serius anak ini anak kamu!! ", teriak Anisa sambil memohon pada Arfan.
" Cukup!! Masuk kamar!! Anisa Rahman!! ", teriak Arfan.
Hai gimana? Pada penasaran kan? Siapa gadis yang dipikirkan Ryan ya? Dan ada apa dengan Anisa dan Arfan? π
Nantikan keseruan kisah romance merekaπ
Jangan lupa vote dan komen di bawahπ
Ig: friska_pikachan
Salam manis
__ADS_1
Friska chan