Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 35(s2)


__ADS_3

Maaf jik ada kesalahan kata atau penulisan kata๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ mohon di maklumi dan pengertian nya.


Selamat membaca...


Di kediaman Arfan


"Sayang, aku mau tanya sesuatu? Ini perihal Ryan", kata Anisa sambil berjalan mendekati Arfan di ruang tamu.


"Ada apa memang nya sama Ryan? Aku lihat baik - baik saja tuh anak kau yang sebagai ibu nya yang terlalu khawatir saja sayang", kata Arfan sambil melepas kacamata nya dan lalu meletakkan nya di meja menatap begitu lembut Anisa.


"Aish, kau gak paham", kata Anisa sambil memegang kepala nya sembari geleng - geleng kepala.


"Bagian mana aku tidak paham? Hm? Coba ceritakan kita bisa rundikan berdua ini bukan pertama kali kita seperti ini kita sudah melewati banyak rintangan selama 18 tahun lama nya jadi jangan pendam sendiri lagi ya sayang ku", kata Arfan sambil memegangi kedua pipi Anisa dengan lembut nya.

__ADS_1


"A- aku khawatir anak itu masih terlalu muda berumah tangga aku takut dia akan salah jalan jika kita tidak membimbing nya dengan benar lalu juga jika dia salah jalan Maura dan anak - anak nya juga akan salah jalan juga itu yang ku takut kan", jelas Anisa sambil tertunduk kepala di hadapan Arfan yang hanya menyimak setiap tutur kata yang di ucapkan Anisa.


"Kau takut lagi pada hal yang tak pasti akan terjadi?", tanya Arfan sambil menatap dengan lembut Anisa sembari membelai ujung rambut Anisa.


"Iya tapi kali ini aku-"


"Ryan sudah memilih jalan nya sejak dia membawa Maura datang menemui kita untuk meminang nya anak sulung kita itu yang dulu nya sangat pintar hingga lompat kelas dan polos itu sudah tumbuh besar menjadi seorang laki - laki yang memilih keputusan nya sendiri dan bertanggung jawab atas semua perbuatan nya dan kau tahu siapa orang hebat yang sudah melahirkan nya ke dunia? Siapa yang sudah banting tulang selama 2 tahun membesarkan nya sendiri tanpa suami? Dan siapa yang sudah mengajari nya semua nya sampai seperti saat ini? Itu aku, kaulah ibu nya yang melakukan semua itu tanpa diriku pun kau masih mampu berdiri tegak walau membesarkan Ryan dan Reyna agak sulit tapi kau melewati itu semua sendiri dan mengajari nya apa yang kau ketahui dan apa yang ia tak ketahui kau ajarkan pada nya jadi apa yang kau takut kan dan khawatir kan dari ajaran mu Anisa? Kau bagi nya, bagi keluarga ini adalah figur yang sempurna di mata anak - anak jadi angkat lah kepala mu dan lihatlah pengorbanan kita selama 18 tahun ini tidak sia - sia jadi berbanggalah mereka adalah harta kita yang berharga sayang mereka percaya kita jadi kita percaya mereka juga kali ini", jelas Arfan sambil memeluk Anisa.


Hangat. Itulah yang di rasakan oleh Anisa, ia sangat nyaman dan tidak ingin melepas kan lelaki yang sudah menikahi nya selama 18 tahun terakhir.


Tidak menjawab Arfan malah semakin memperat pelukan nya.


"Itu hanya masa lalu ke depan nya mari menghadapi nya lagi bersama lagi", kata Arfan sambil tersenyum dan dijawab anggukan oleh Anisa.

__ADS_1


Di balik pintu


"Aku harap keluarga ini lepas dari belenggu atau semacam kutukan dalam liontin itu selamanya dan kekuatan magis ini akan menghilang saat itu aku juga ingin hidup normal seperti lainnya", katanya sambil memandang langit - langit atap rumah.


"Reyna ayo pulang Viko sudah mengantuk", kata Vincet memanggil Reyna yang berada di ambang pintu kamar orangtua nya.


"Iya kau benar sayang", kata Reyna pun berjalan mengikuti Vincet.


"Aku juga tidak menyesal sudah menikah muda walau harus fokus kuliah dan sebagai ibu rumah tangga", pikir Reyna sambil mengambil Viko dalam gendongan Vincet dengan hati-hati.


Semoga suka ya๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ๐Ÿฅฐ saya sudah berusaha untuk tidak mengecewakan kalian semua.


Jangan lupa vote dan komen ya juga dukungan nya serta share ke teman atau sosmed kalian mari ramaikan cerita ini sebagaimananya.

__ADS_1


See you...


__ADS_2