
Selamat membaca....
Pov Riko
Namaku Riko Satriya Mahesa panggil saja Riko. Sebenarnya nama ini ku dapat setelah di adopsi oleh keluarga Mahesa, nama pemberian ibu kandungku ialah Riko Arvita, umurku saat ini 20 tahun. Dalam ingatanku semasa kecil aku hanya tinggal berdua dengan ibuku, ayahku? Dia hanya seorang pemabuk dan sering memukuli ibu. Saat umurku menginjak 5 tahun saat itu aku melihat ibuku di bunuh oleh sosok asing memang tidak langsung di bunuh. Awalnya, ibuku dipaksa olehnya bekerja seperti maaf babu malah lebih parah dari babu saat itu aku tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya berdiri berdiam melihat semuanya sampai hari itu aku baru menyadari kenyataan sebenarnya.
"Nak, pergilah orang itu tidak akan melepaskan kita karena ayahmu sudah bertaruh dengan orang itu", jelas ibu. Aku pun syok mendengar pernyataan ibu dan bertanya siapa orang yang dimaksud ibu.
"Dengar baik-baik orang itu adalah kakekmu, ayahnya ibu jangan pernah kau temui dia jangan pernah dia orang yang tidak waras dan memperalat ibu dan ketahuilah orang yang kau anggap ayah bukan AYAH KANDUNGMU lelaki itu adalah mata-mata yang dikirim kakek dan orang yang datang ke rumah ini dia juga bersengkongkol dengan lelaki itu jadi ibu minta pergilah cari ayahmu atau CARI KELUARGA MAHESA , TUAN MUDA ARFAN RIKO APAPUN CARANYA KAU HARUS HIDUP NAK PAHAM?", pinta ibu sambil menangis berlutut memeluk tubuhku yang syok dengan kenyataan ini.
"Jadi siapa ayahku? Lantas apa hubungannya dengan keluarga Mahesa? Apa dia bisa membantu?", tanyaku dengan suara bergetar.
Aku tidak tahu lagi yang mana benar dan salah, yang mana yang harus ku percaya atau tidak. Ini terlalu tiba-tiba untukku yang berumur 5 tahun.
"Dimana ayah ibu?! Kenapa dia meninggalkan kita?!", seruku sambil menangis di pelukan ibu dan ibu menatapku lekat.
__ADS_1
"Terakhir kali ibu bersama ayahmu saat kau baru saja lahir ayahmulah yang memberikan namamu nak setelah itu kakekmu datang ingin membawa ibu dan dirimu tetapi ayahmu berkorban demi kita dia dibawa oleh kakek dan kabar terakhir ibu dengar ayahmu sudah mati karena terbunuh oleh kakekmu tapi ibu tidak mau percaya selama ibu tidak menemukan makamnya kakekmu enggan mengatakannya dan kenapa keluarga Mahesa? Ketahuilah nak Arfan adalah sahabat kecil ayahmu dan dia juga korban ulah kakekmu cari dia nak minta perlindungan darinya", kata ibu.
Aku pun bertanya lagi dimana aku bisa menemukan orang yang bernama Arfan itu dan ibu menjawabnya tidak tahu.
"Ibu hanya sekali saja bertemu dengannya terakhir ibu bertemu dia memiliki masalah dan tiba-tiba menghilang ayahmu sempat cari tapi yang di dapat hanyalah kabar kalau dia berada di Tokyo dan terus mengiriminya pesan email namun tidak ada respon sepertinya ia bersembunyi dari kakekmu ah tetapi ayahmu berhasil melacaknya dari akun anaknya namanya Ryan anak itu mengirim nomor ibu tidak tahu nomor apa itu", jelas ibu dan aku menerima sepucuk surat itu.
"Ibu tidak ikut? Ibu ayo kita keluar dari sini belsama",kataku sambil menarik ujung baju ibuku.
"Saat aman ibu akan menyusulmu jika terjadi sesuatu berlarilah dan jangan melihat ke belakang", kata ibu sambil mencium keningku.
Aku yang saat itu polos menuruti ibu dan pergi namun tiba-tiba aku mendengar suara jeritan ibu dan berbalik badan. Alangkah terkejutnya diriku saat itu dan merutuki diriku yang lemah tidak bisa melakukan apa-apa dan lagi-lagi hanya bisa melihat semuanya terjadi.
Sosok orang tua paruh baya dengan dua orang yang membawa senjata tajam berlari mengejarku atas perintah pak tua itu yang ternyata kakek, tadi namanya siapa ya? Ah iya, Gio. Hari itu aku berlari sekuat tenaga berlari ke jalan raya namun ada sebuah truk melaju kencang ke arahku dan menabrakku. Dua orang yang mengejarku akhirnya pergi mungkin mereka pikir aku akan mati sebentar lagi.
Hujan mengguyur deras, tubuhku rasanya mati rasa apakah ini akhir hidupku? Tanpa membalas perbuatan orang-orang itu? Tidak adil.
__ADS_1
"Ternyata kaulah orang yang mengirimiku pesan email kenapa kau tidak menggunakan kode yang ku kirimkan?"
Siapa itu? Samar-samar aku melihat seorang anak laki-laki berdiri sambil membawa payung tapi apa maksudnya tadi? Kode? Menggunakan? Kirim pesan? Ah, apa dia anak laki-laki yang di maksud ibu?.
"Hei, kau masih mau hidup? Kalau iya, bertahanlah aku akan segera membawamu pergi dan maafkan kami yang terlambat ayahku masih belum kuat untuk berhadapan dengan kakekmu itu Riko".
Mata safir yang indah, warna mata yang tidak akan pernah ku lihat di mana pun benar-benar cantik nan indah seperti permata. Aku tidak tahu warna matanya karena tercampur dan sipit darah campurankah?.
"Kalau ingat hari itu kak Ryan benar-benar terlihat dewasa dari umurmya yah kenapa aku jadi teringat pertemuan memalukan itu ahahaha...", kataku sambil tertawa renyah dan suara maskapai terdengar.
"Aku tertidur ya sambil memimpikan kejadian itu? Jakarta kota kelahiran ayah dan ibu aku penasaran dengan keluarganya? Yah, ini pasti akan menjadi penyelidikan panjang bagiku", kataku sambil melihat kota Jakarta di malam hari melalui jendela pesawat.
Eps ini dari sudut pandang Riko walau dia sempat di singgung ada perubahan awal ketemunya karena posisinya anak angkat pertama Arfan dan Anisa semoga kalian para pembaca gak pusing baca alur ceritanya ya๐.
Eps/chp selanjutnya masih pov Riko ya sepanjang apa saya tidak tahu tapi semoga updatean malam ini rasa penasaran terbayarkan dan selamat malam tahun baru๐ฅณ๐ฅณ๐๐.
__ADS_1
See you....
Note: akan di usahakan cepat up lagi ya