
Di kafe
"Kak", panggil Reyhan sambil menatap Ryan yang sedang fokus di layar hp nya.
"Apa?", sahut Ryan dingin seakan tidak ingin di ganggu.
"Soal liontin leluhur keluarga kita sekarang siapa yang pegang?", tanya Reyhan penuh hati-hati dalam ucapan nya takut menyinggung Ryan.
"Untuk saat ini aku yang pegang emang kenapa?", kata Ryan yang masih fokus di layar hp nya.
"Masih kakak ya kira udah di kasih ke yang lain atau generasi selanjut nya", kata Reyhan.
"Tidak ada yang bisa mengendalikan kekuatan liontin ini karena saking kuat nya bahkan Faisal dan lainnya yang memiliki kekuatan magis terkuat setelah ku saja tumbang lalu soal generasi selanjut nya aku masih mempertimbangkan nya karena baru 4 orang dan aku masih ragu mempercayai salah satu nya juga mereka masih terlalu kecil menanggung kekuatan dari liontin ini", kata Ryan sambil memperlihatkan kalung liontin yang ia maksud.
"Apa yang akan terjadi jika liontin itu jatuh ke tangan yang salah atau hancur?", tanya Vero.
__ADS_1
"Aku tak pasti apa yang akan terjadi tapi yang pasti liontin inilah yang akan menentukan akhirnya aku pernah bermimpi bertemu roh dari liontin ini dia mengatakan bukan saatnya suatu hari ada 3 orang terpilih yang akan mengakhirinya dan aku sebagai jembatan menuju mereka seolah kita di generasi saat ini adalah jembatan ke generasi itu", jelas Ryan serius.
"Siapa ke tiga orang terpilih itu? Apa di generasi sekarang? Dulu? Atau yang akan datang?", tanya Vero dan Reyhan bersamaan.
"Aku tak tahu kita akan tahu setelah ku berikan liontin ini ke generasi 20 jika kita generasi 19 adalah jembatan menuju kebebasan maka kita tidak boleh mundur aku juga ingin bebas dari kekuatan dari liontin ini kita tidak boleh membiarkan liontin ini jatuh ke tangan yang salah musuh kita pasti menginginkan kekuatan terpendam dari liontin ini", kata Ryan sambil mengenggam erat liontin tersebut.
"Jadi kita sebagai generasi ke 19 harus melindungi liontin ini?", tanya Vero.
"Iya sampai hari itu tiba aku tidak akan mundur", kata Ryan.
"Ini mengingatkan aku dengan kematian Diandra dan Andrian yang di mana kematian mereka tergolong mengenaskan dam mengerikan aku tidak bisa melupakan hari itu dan aku benar-benar mengutuk diriku yang tidak berguna di sana tak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan kematian mereka sialan apa guna nya kekuatan seperti ini jika aku tidak bisa melindungi adik ku sendiri? Rasa nya mau mati saja", kata Ryan sambil mengepalkan kedua tangan nya kian menahan isakan tangisan nya sembari memukul dada nya sesak dan sakit bila mengingat semua memori tak mengenakan hari itu.
"Semua nya sudah terlanjur terjadi Ryan aku juga merasakan apa yang kau rasakan dan berhentilah menyakiti dirimu sendiri juga berhentilah menyalahkan dirimu atas apa yang telah terjadi ini bukan salahmu juga bukan salah mereka balas dendam bukan pilihan terbaik tapi memaafkan dan membalas semua atas perbuatan mereka dengan membutikkan diri kita yang kuat dan tangguh tak kenal yang namanya rasa takut, tak kenal yang namanya rasa benci, dan tak kenal yang namanya rasa kesendirian kak kau tak sendiri di dunia ini masih ada kami juga keluarga yang senantiasa menemani kakak sampai kapan pun jadi tersenyumlah kakak", ujar Reyhan sambil tersenyum dengan tulus.
"K-kau benar maaf maafkan aku aku akan lebih kuat dari sekarang tak peduli apa pun yang terjadi terima kasih kau mau kembali, adikku", kata Ryan tak kuasa menahan isak tangisan nya ia pun menangis di pelukan Reyhan dan Vero.
__ADS_1
"Kau laki-laki kuat Ryan aku percaya kau berhasil melakukan nya suatu hari nanti", kata Vero dengan suara kecil.
Di sisi lain
"Tetaplah tersenyum anakku aku percaya kau bisa karena kalian anak-anakku ku sayang", gumam sosok lelaki itu sambil memperhatikan Ryan, Reyhan, dan Vero dari kejauhan.
...Kita tak sendiri di dunia ini walau sesakit apapun dan sejahat apapun dunia ini padamu percayalah tempat yang selalu menerimamu kapan saja adalah keluarga...
...~Ryan~...
Jangan lupa vote dan komen ya juga dukungan nya terima kasih sudah setia membaca sejauh ini maaf jika ada salah kata ya.
Jangan lupa juga share ke teman atau sosmed kalian lain.
See you
__ADS_1