Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 28


__ADS_3

...Hi udah kangen gak? Sengaja buat lama supaya kalian pada penasaran dan gantung akhirnya 😄😄...


...Oke tanpa basa-basi lagi ...


...Happy reading 📖📖📖...


Di Jerman


"Kak", panggil Reyna yang masih berumur sekitar 5-6 tahun.


" Apa? ", nyahut Ryan ketus.


" Ketus amat bang", kata Reyna bingung dengan kakak kembarannya ini.


Yang biasanya dingin dan cuek tiba-tiba ketus amat.


"Kok aku merinding melihatmu ketimbang hantu yang ada di kamarku", kata Reyna sambil menjaga jarak dengan Ryan.


" Katakan apa yang mau katakan aku mau ke kamar", kata Ryan tambah ketus.


Dan Reyna semakin menjadi-jadi yang membuat mood Ryan kacau.


"Reyna Putri Mahesa!! Cukup aku mau tidur!! Malas ladenin adik kembar laknat kayak kamu", kata Ryan marah da berjalan ke kamarnya sambil membanting pintu kamarnya.


" Lah tuh anak satu kesurupan kali", gumam Reyna heran dengan Ryan hari ini.


Tiba-tiba terdengar suara tangisan anak perempuan.


"Lah Alma kenapa nangis? ", tanya Reyna dan bergegas ke kamar 4 adik kembarnya yang berumur 2-3 tahun.


Di kamar kembar


Alangkah terkejutnya Reyna melihat suasana kamar tersebut.


Faisal yang tidur tapi tidak tahu kenapa sudah ada di lantai.


Ayna yang terbungkus selimut dan tak bisa mengeluarkan dirinya.


Fikri yang mengacak-acak kamar hingga berantakan serta menumpahkan satu eh bukan tiga botol minyak telon juga memukul-mukul kepala Alma pakai mainannya.

__ADS_1


Alma yang menangis karena dipukul oleh Fikri dan yang lebih mengejutkan pokoknya yang sudah penuh dan Reyna melihat karpetnya basah ulah 3 bocah ini.


Tak bisa lagi berpikir Reyna mendobrak pintu kamar Ryan hingga rusak parah.


Terlihat Ryan sangat marah dengan kelakuan adiknya ini ditambah dia baru saja selesai mandi dan mau tidur.


" DASAR INI BUKAN PERTAMA KALINYA KAU MERUSAK PINTU KAMARKU ADIK LAKNAT!! MAU APA KAU MASUK KAMARKU DAN MERUSAK PINTU KU UNTUK KESEKIAN KALI NYA HAH?! ", seru Ryan marah dan frustasi bisa-bisanya ia terlahir bersama adik seperti dia ini.


Kadang Ryan ragu kalau Reyna adiknya apalagi kembarannya.


" Soal pintu maaf deh tapi bantuin dong", kata Reyna memohon karena Ryan itu tipikal orang yang sayang adik dan tidak bisa menolak keinginan mereka. Yah bisa dibilang kelemhan Ryan adalah keluarga dan adik-adiknya.


"Minta tolong gak juga rusakin pintu kamar orang dasar", kata Ryan sambil menyentil dahi Reyna.


" Aww, maaf tapi mau kan? ", pinta Reyna dengan mata puppy eyes.


" Iya tapi minta tolong apa?  Ayah dan ibu belum pulang kuliah? ", tanya Ryan.


Reyna menggelengkan kepala tanda belum pulang.


Reyna langsung menarik tangan Ryan ke kamar adik mereka.


Reyna sangat syok melihat keempat adiknya itu yang er gak tahu lagi harus bilang apa.


Pokoknya keadaan seperti kapal pecah sedangkan Ryan hanya memandang kamar itu.


" Sekarang bagaimana? ", tanya Reyna yang notabane memang jarang urus adik kecuali membuatkan susu dan ganti popok.


" Gimana lagi? Ya di urus sini bantu aku", kata Ryan sambil membuka baju Alma.


Dan akhirnya mereka berdua mengurus 4 adik mereka dengan tenang.


Sedangkan itu di kampus(Arfan & Anisa ini kuliah s1 ya kalau di Bandung itu s2)


"Iya duluan ya Niko dan Terima kasih untuk hari ini", kata Anisa.


" Iya oh ya jangan lupa ya nanti kerja kelompok ", kata Niko.


" Iya", ujar Anisa sambil berlari kecil ke arah Arfan.

__ADS_1


"Ayo aku udah lapar", kata Anisa sambil menggandeng tangan kiri Arfan dengan mesra.


Anisa juga bingung ada apa dengannya kenpa akhir-akhir ini ia sungguh ingin bermanja dengan Arfan, suaminya ini.


" Kenapa sih lihat mereka aku rasanya marah? Lagian apa hubungan mereka sampai dekat sekali begitu? Lihat saja Arfan aku akan merebut Anisa darimu bagaimana pun caranya Anisa berhak bahagia", kesal Niko.


Clara, sahabat Anisa yang mendengar Niko patah hati dan Laura sahabat Anisa juga ikut prihatin.


"Kenapa para sahabatku begini? ", pikir Laura.


Raka yang merupakan sahabat dan teman sma Anisa & Arfan yang tahu hubungan Anisa & Arfan hanya geleng-geleng kepala.


" Niko", panggil Raka.


"Apa? "


"Cari saja gadis yang lain Anisa sudah memiliki Arfan", kata Raka.


" Gak, selama Anisa masih single aku tidak akan menyerah", kata Niko.


"Anisa sudah punya Arfan sadar Niko", kata Clara.


" Mereka hanya pacaran saja jadi aku masih memiliki kesempatan ", kata Niko.


Raka rasanya ingin mengatakan yang sebenarnya namun ia takut Arfan akan membunuhnya bahkan mungkin lebih dari namanya kematian menantinya.


" Memikirkannya saja membuatku merinding ", pikir Raka bergidik ngeri.


Gimana? Kemarin pelakor perempuan sekarang pelakor laki-laki hahaha.. 😄😄😄


Kesal ya? 😏


Jangan lupa vote dan komen


Ig: friska_pikachan


Salam manis


Friska_chan

__ADS_1


__ADS_2